Pakar Medis 11 Negara Bahas Perkembangan Toksin Botulinum di Bali

Ari Iswandi • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 22:57 WIB
Foto bersama para peserta dalam acara NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026, 29-31 Oktober 2026. (Istimewa)
Foto bersama para peserta dalam acara NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026, 29-31 Oktober 2026. (Istimewa)

BALI (RIAUPOS.CO) - Sebanyak 35 pakar medis dari 11 negara berkumpul di Bali untuk membahas perkembangan dan masa depan penggunaan toksin botulinum dalam dunia estetika medis.

Pertemuan bertajuk "NMC EXCLUSIVE Global KOL Summit Bali 2026" tersebut diselenggarakan Daewoong Pharmaceutical pada 29–31 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi forum pertukaran pengalaman klinis sekaligus pembelajaran tingkat lanjut bagi para Key Opinion Leaders (KOL) yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam penggunaan toksin botulinum. Peserta berasal dari Korea Selatan, Asia-Pasifik, Timur Tengah, hingga Amerika Latin.

Baca Juga: PSPS Tertinggal Dua Gol di Babak Pertama, Bhayangkara FC Unggul 2-0

Salah satu peserta dari Indonesia, dr. Anesia Tania, Sp.DVE, FINSDV, menilai pertemuan tersebut memberikan kesempatan bagi para praktisi medis untuk memperluas wawasan dan berbagi pengalaman lintas negara.

“Pertemuan ini sangat berharga karena para pakar dapat bertukar pengalaman klinis dan teknik perawatan dari berbagai perspektif. Saya berharap kegiatan ilmiah internasional seperti ini terus berlanjut agar tenaga medis dapat berkembang bersama dan menghasilkan perawatan yang semakin efektif dan aman,” ujarnya.

Mengusung tema SHAPED – SHAPING – WHAT'S NEXT, kegiatan selama tiga hari tersebut membahas perjalanan pengembangan produk toksin botulinum Daewoong, perkembangan teknik perawatan, hingga peluang kolaborasi ilmiah di masa mendatang.

Baca Juga: 2025 Inhu Nihil Sengketa Informasi Publik, Sekda: PPID Harus Menjadi Komitmen Kelola Keterbukaan Inf

Pada hari pertama, peserta mengikuti sesi Global Treatment Consensus & Advisory Session. Diskusi mencakup penggunaan toksin botulinum pada berbagai area tubuh, mulai dari dahi, area sekitar mata, otot rahang, wajah bagian bawah, leher, hingga pembentukan kontur tubuh.

Para pakar juga membandingkan pengalaman dan kasus klinis dari negara masing-masing melalui diskusi kelompok. Pembahasan ini diarahkan untuk memperkaya pemahaman mengenai pendekatan perawatan dan penerapannya dalam praktik medis.

Memasuki hari kedua, kegiatan berlanjut dengan edukasi klinis berbasis studi kasus menggunakan panduan R.E.A.L. Guidelines (Reference, Evaluate, Apply, Learn).

Baca Juga: Muklisin Temui Dubes India, Bahas Undangan Mahanadi Boita Race Internasional

Sejumlah pakar internasional turut menjadi pembicara. Dr. Alexander Nassif dari Brasil membahas anatomi wajah dan pertimbangan klinis dalam perencanaan perawatan. Sementara itu, dr. Anesia Tania membagikan pengalaman penerapan teknik NABOLIFT dan NABOGLOW pada area wajah dan leher.

Materi lainnya disampaikan Dr. Yoon Chun-sik dari Korea Selatan mengenai teknik penyuntikan, serta Dr. Hsin-Hung Chen dari Taiwan yang memaparkan pengalaman penggunaan toksin botulinum dalam penanganan migrain.

Selain sesi ilmiah, peserta mengikuti agenda NABOTA Global Vision & Future KOL Collaboration untuk merangkum hasil diskusi dan menjajaki kerja sama antarpakar. Mereka juga mengunjungi BWork Uluwatu, ruang kerja bersama milik Daewoong Group, serta NULOOK Clinic yang mengusung konsep K-Beauty.

Baca Juga: Monitoring dan Evaluasi KPK RI Jadi Momentum BSP Perkuat Integritas, Profesionalisme, dan Kontribusi

Daewoong Pharmaceutical menyelenggarakan NMC EXCLUSIVE sebagai bagian dari program NABOTA Master Class (NMC), yakni edukasi klinis untuk meningkatkan kompetensi tenaga medis. NMC EXCLUSIVE menjadi jenjang khusus yang menyasar para pakar berpengalaman dan memiliki peran penting dalam komunitas medis di negaranya.

Program ini juga sejalan dengan perkembangan bisnis toksin botulinum Daewoong. Sejak memperoleh persetujuan Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) pada 2019, produk tersebut mencatatkan rata-rata pertumbuhan penjualan tahunan sebesar 57 persen. 

Hingga Juni 2026, penjualan kumulatifnya telah melampaui 1 triliun won Korea Selatan atau sekitar Rp13,5 triliun.

Baca Juga: BNI Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Telepon dengan Modus Ciptakan Kepanikan

Head of NABOTA Business Division Daewoong Pharmaceutical, Junsoo Yun, mengatakan pihaknya akan terus memperkuat edukasi dan kolaborasi dengan tenaga medis di berbagai negara.

Menurutnya, pertukaran pengalaman klinis menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan pemahaman tenaga medis sekaligus memperkuat posisi perusahaan di pasar estetika medis global.

Editor : M. Erizal
Estetika Medis toksin botulinum pakar medis