TELUKKUATAN (RIAUPOS.CO) - Hujan deras dalam sepekan membuat debit Sungai Kuantan bertambah. Sehingga mengakibatkan abrasi di sepanjang tebing. Sejumlah rumah warga dan fasilitas umum yang ada di sepanjang arena pacu jalur Pangean di Desa Pauh Angit Pangean terancam amblas.
Salah satunya rumah makan (RM) dan usaha cucian milik Zulfi Bunguar Indah Desa Pauh Angit Pangean amblas, Senin (27/1/2025) malam. Pagar dan lantai semenisasi miliknya ambruk diseret arus. Termasuk sejumlah peralatannya, seperti meja dan kursi juga ikut terseret malam itu.
"Iya. Ini kejadiannya dini hari tadi (Senin, red). Kami pun terkejut, tebing ini tiba-tiba kami temukan sudah runtuh. Di sini tadi malam ada meja dan kursi. Kemungkinan juga terbawa arus akibat tanah tebing ambruk," ungkap Zulfi, pemilik RM Bungur Indah kepada Riaupos.co, Selasa (28/1/2025).
Jarak tebing yang runtuh dengan sisi bangunan bagian musala di RM Bungur Indah menyisakan sekitar 2 meter saja. Jika abrasi tebing kembali terjadi, diperkirakan sisi bangunan juga ikut amblas.
"Ini sudah lama kami sampaikan. Bahkan ini sudah diukur berulang kali, bahwa wilayah ini akan diturap. Apalagi banyak fasilitas umum di sepanjang tebing ini yang terancam amblas. Kami berharap, ini segera ada solusinya. Jangan sampai bangunan dan jalan-jalan kami runtuh," katanya.
Senada dengan itu, tokoh pemuda Pauh Angit Pangean, Mulbastoni Hamzah juga ikut menyayangkan abrasi ini dibiarkan terjadi oleh pihak berwenang. Padahal usulan agar turap dibangun di sepanjang tebing di Pauh Angit Pangen, yang juga arena Pacu Jalur Pangean ini.
"Kepada siapa kami mengadu lagi. Mengadu ke kabupaten, itu katanya provinsi. Mengadu ke provinsi, katanya itu kewenangan pusat. Mengadu ke pusat, diam aja. Banyak proposal yang akan dibuat. Sampai kini tak juga ada hasil. Apa harus ditunggu runtuh dan kami di Pauh Angit ini hanyut baru dibangun turap," katanya.
Di sepanjang tebing ini di kawasan Desa Pauh Angit Pangean terdapat banyak fasilitas umum. Ada rumah bidan, musala dan jalan semenisasi. Banyak juga warung dan rumah makan warga sekitar serta rumah-rumah warga yang terancam amblas. Terutama di kawasan start arena Pacu Jalur Pangean.
"Banyak fasilitas umum dan rumah-rumah warga di sekitar sini. Perlahan-lahan tebingnya sudah amblas. Tinggal menunggu rumah dan jalan saja untuk runtuh. Kami berharap, ini jangan dibiarkan. Harus segera ditangani," kata Kepala Dusun IV Pauh Angit Pangean Deka Pangendra secara terpisah.
Aspirasi ini berulangkali disampaikan oleh pihaknya kepada pemerintah. Dan juga kepada anggota dewan. Baik anggota DPRD Kuansing, DPRD Riau, dan DPR RI. Namun, aspirasi ini tak kunjung direalisasikan. Padahal ini adalah prioritas.
"Kalau diukur, sudah sering. Tapi entah kapan realisasinya. Kami berharap ini ada solusi. Kasihan warga kami yang berada di pinggir sungai ini," kata Deka.(dac)
Editor : Edwar Yaman