TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Kabupaten Kuansing masih belum menetapkan status siaga Karhutla. Pasalnya, Kuansing masih potensi diguyur hujan.
Bahkan, beberapa hari belakangan curah hujan yang mengguyur Kuansing masih cukup tinggi. Sehingga penetapan status siaga Karhutla dan apel siaga Karhutla ditunda.
"Melihat curah hujan yang masih tinggi, apel siaga Karhutla masih kita tunda sambil melihat potensi curah hujan," kata Kalaksa BPBD Kuansing, H Yulizar pada Riaupos.co kemaren.
Baca Juga: Dari Jembatan WFC hingga Taman Kota, Tim Raga Polres Kampar Pastikan Malam Akhir Pekan Warga Aman
Menurutnya, di awal Mei 2026, intensitas hujan masih ada. Namun dengan status sedang dan rendah dibandingkan bulan April lalu. Dari perkiraan BMKG Riau, di pekan ketiga Mei 2026, di perkirakan sudah masuk musim kemarau.
Musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan dengan puncak kemarau di bulan Juli-Agustus 2026. Sehingga perlu kesiapsiagaan Karhutla.
BPBD pun sudah menyampakan kesiapsiagaan pada semua personel, relawan dan masyarakat peduli api (MPA) di semua kecamatan, agar siaga menghadapi Karhutla.
Terkait dengan kondisi hujan lebat yang mengguyur Kuansing beberapa hari ini, wilayah Kuansing masih aman dari banjir dadakan maupun longsor.
"Alhamdulillah, sejauh ini masih aman. Belum ada laporan dari kecamatan dan desa soal adanya banjir, longsor atau bencana lainnya. Termasuk di daerah titik rawan. Seperti sungai Batang Ulo Hulu Kuantan, Sungai Petapahan Gunung Toar, sungai Teso Kecamatan Logas Tanah Darat. Mudah-mudahan aman," ujarnya.
Tetapi debit air sungai Kuantan menunjukkan peningkatan dari biasanya. Tetapi dalam kondisi normal.
Baca Juga: Di Bawah Bayang Disrupsi Digital, Pers Tetap Menjadi Ruang Verifikasi Publik
Melihat perubahan cuaca seperti itu, BPBD menghimbau agar masyarakat Kuansing tetap waspada dengan perubahan cuaca hujan ke panas. Sebab, seringkali hujan disertai angin kencang dan petir yang bisa menimbulkan bencana. (dac)
Editor : M. Erizal