Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Polres Kuansing Gencarkan Patroli dan Sosialisasi, BPBD Cek Embung

Desriandi Candra • Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:15 WIB
Personel Polsek Kuantan Tengah dan Polsek Cerenti lakukan patroli dan menyampaikan imbauan antisipasi karhutla, Sabtu (30/5/2026). (Polres Kuansing)
Personel Polsek Kuantan Tengah dan Polsek Cerenti lakukan patroli dan menyampaikan imbauan antisipasi karhutla, Sabtu (30/5/2026). (Polres Kuansing)

TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Perubahan musim hujan ke musim panas harus diwaspadai sejak dini. Bila tidak, dapat menimbulkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di tambah suhu yang rata-rata 31-33 derajat celcius. 

Menyikapi itu, Polres Kuantan Singingi (Kuansing) terus meningkatkan upaya pencegahan karhutla melalui patroli rutin, pemetaan wilayah rawan, serta sosialisasi kepada masyarakat di berbagai kecamatan.

Sabtu (30/5/2026), Polres Kuansing lewat Polsek Cerenti, Polsek Logas Tanah Darat, Polsek Kuantan Tengah, dan Polsek Kuantan Mudik, serentak melakukan patroli dan sosialisasi pada masyarakat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Kuantan Singingi.

 Baca Juga: Nurhidayah Sari, Perempuan Desa yang Menggerakkan Kaum Ibu Lewat Budidaya Daun Kelor

Di Kecamatan Cerenti, personel Polsek Cerenti melakukan patroli dan pemetaan area rawan Karhutla sekaligus memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya dan larangan membakar hutan maupun lahan. Petugas juga menyebarkan Maklumat Kapolda Riau sebagai bentuk edukasi dan peringatan kepada masyarakat.

Sementara Polsek Logas Tanah Darat melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat Desa Perhentian Luas. Selain memberikan imbauan, personel juga melakukan patroli ke kawasan perkebunan milik masyarakat dan perusahaan yang berpotensi terjadi kebakaran.

Di wilayah hukum Polsek Kuantan Tengah, kegiatan difokuskan pada sosialisasi, pemasangan spanduk imbauan Karhutla, patroli ke kawasan perkebunan, serta pemantauan dashboard Lancang Kuning Polda Riau. Dari hasil pemantauan tersebut, tidak ditemukan titik panas (hot spot) di wilayah tersebut.

 Baca Juga: Tiga Usahawan Muda Bangun “Jamur Betuah”, Pilih Ciptakan Lapangan Kerja dan Kembangkan Bisnis Hijau Berkelanjutan

Sedangkan Polsek Kuantan Mudik melaksanakan patroli dan pemetaan wilayah rawan Karhutla guna memastikan situasi tetap aman serta mencegah munculnya titik api.

Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH mengatakan, apa yang dilakukan jajaran Polsek merupakan bagian dari langkah preventif yang terus ditingkatkan untuk mencegah terjadinya Karhutla sejak dini.

“Kami terus menginstruksikan seluruh jajaran Polsek agar aktif melaksanakan patroli, sosialisasi, dan pemantauan di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi,” ujar AKBP Hidayat Perdana.

Kapolres menegaskan, keberhasilan pencegahan Karhutla tidak hanya bergantung pada aparat, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kesadaran masyarakat.

 Baca Juga: Kepengurusan IKA Hukum Unand 2026-2030 Akan Dikukuhkan Serentak

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Menurut Kapolres, dampak karhutla sangat luas karena tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, serta kehidupan sosial.

Melalui patroli dan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Polsek, Kapolres berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga potensi karhutla di Kabupaten Kuantan Singingi dapat dicegah sejak dini.

 "Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan menciptakan situasi kamtibmas yang aman serta kondusif,” pungkas AKBP Hidayat Perdana.

Sementara BPBD Kuansing lewat Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana Koko Mahyudi yang dikonfirmasi terpisah menyebutkan, hingga hari ini Kuansing masih aman dari hot spot.

Mereka juga melakukan patroli dan pemantauan lewat satelit dan aksi tim relawan bencana yang ada di 15 kecamatan.

"Syukur, sampai hari ini masih belum ada ditemukan hot spot di Kuansing," kata Koko. 

Sebagai langkah antisipasi, BPBD Kuansing juga telah melakukan pengecekan embung air di beberapa kecamatan yang rawan terhadap Karhutla untuk kesiapan stok air jika mengalami musim kemarau. Yakni di Kecamatan Pucuk Rantau, Kuantan Mudik, Singingi Hilir, Singingi, Logas Tanah Darat dan Benai.

 Baca Juga: Rumah Bulatan, Kontrakan dan Sepeda Motor Hangus Terbakar di Marpoyan Damai

Dari pengecekkan kondisi embung, rata-rata dalam kondisi baik. Hanya saja ada beberapa embung yang sudah mengalami pendangkalan, serta ditutupi semak belukar. BPBD Kuansing akan berkordinasi dengan BPBD Provinsi terkait bantuan alat berat untuk melakukan perbaikan terhadap embung tersebut.

"Kita berharap, Kuansing dijauhi dari karhutla. Dan pada masyarakat kami meminta himbauan hindari membuka lahan dengan cara di bakar, membuang puntung rokok sembarang dan menghindari banyak menggunakan api di kebun bisa dipatuhi bersama," ujar Koko.(dac)

Editor : Edwar Yaman
#karhutla #polres kuansing #bpbd kuansing #hot spot