SURABAYA (RIAUPOS.CO) – Badan Metereologi Klimatologi Geofisika (BMKG) terus menganalisis gempa yang terjadi di kawasan perairan timur Tuban, Jawa Timur hingga dirasakan di Surabaya.
Kepala Pusat Gempa Bumi Daryono mengatakan, pihaknya sempat surprise dengan kemunculan gempa di Kawasan Tuban dan dirasakan hingga Surabaya.
Menurut dia, sesar yang ada di kawasan episenter saat ini masuk ke dalam jenis low seismicity. Kendati demikian, dia menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan kajian dan analisis untuk sesar di kawasan Bawean.Baca Juga: Gempa Susulan di Tuban Disebut BMKG Terjadi 78 Kali, yang Paling Besar Berkekuatan Magnitudo 6,5
”Kita tinggal di batas lempeng tektonik. Di mana proses tekanan itu akan bertransfer ke berbagai tempat. Tekanan itu akan mengakumulasi di zona-zona tertentu dan bakal terjadi gempa,” terang Daryono.
Daryono menuturkan, gempa Bawean menjadikan pembelajaran BMKG. Kawasan itu masuk low seismicity tetap perlu diwaspadai. Dia menilai, sesar di Bawean awalnya belum terlalu tegas.Baca Juga: NasDem Beri Sinyal Gabung Prabowo, Anies Baswedan Bilang Begini
”Sesar belum terpetakan secara tegas. Beda seperti sesar seperti sesar Lembang di Bandung,” ucap Daryono.
Di Kawasan itu sebenarnya, ungkap Daryono, pada era 1800-an pernah terjadi gempa. Namun, pihaknya masih perlu melakukan kajian lebih dalam. Sebab, kala itu masih dicatat belum maksimal.
Editor : RP Edwar Yaman