Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Kakak-Adik di Pusaran Pansus Haji, Giliran Wasekjen PBNU Sebut Gus Yahya Terlalu Vulgar

Redaksi • Selasa, 30 Juli 2024 | 13:45 WIB
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Suleman Tanjung.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU Suleman Tanjung.


JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Keberadaan Pansus Haji tidak hanya melibatkan parlemen dan Kemenag. Kini PBNU juga masuk dalam pusaran Pansus Haji. Dipicu dengan pernyataan Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf, yang menengarai pansus tersebut juga menyasar dirinya. Karena posisinya adalah sebagai kakak dari Menag Yaqut Cholil Qoumas. Pernyataan tersebut lantas menjadi polemik, dan direspon oleh sejumlah anggota DPR.

Tak pelak, PBNU juga membalasnya. Diantaranya disampaikan Wasekjen PBNU Suleman Tanjung, yang menyayangkan pernyataan dari Nusron Wahid. Menurut Suleman, pernyataan Nusron terlalu vulgar dalam mengoreksi pandangan Gus Yahya.

"Pak Nusron ini kan masih tercatat sebagai ketua LPP (Lembaga Pengembangan Pertanian) PBNU. Sangat tidak elok-lah mengungkapkan pernyataan demikian," kata Suleman kemarin. Dia mengatakan, sebelum jadi Ketua LPP PBNU, Nusron adalah Wakil Ketua Umum PBNU.

Baca Juga: 75 Titiik Panas Terpantau, Potensi Hujan Diperdiksi BMKG Terjadi di Riau

Tetapi untuk memenuhi aturan organisasi, jabatan Nusron digeser dari Wakil Ketua Umum menjadi Ketua LPP PBNU. Alasan pergeseran jabatan itu karena seorang Wakil Ketua Umum PBNU tidak boleh rangkap jabatan dengan jabatan politik.

Lebih lanjut Suleman mengatakan, pernyataan Gus Yahya terkait pansus haji dalam konteks menjawab pertanyaan wartawan. Tepatnya pada di sela penutupan Rapat Pleno PBNU di Jakarta pada Minggu (28/7). Semula Gus Yahya mengatakan bahwa pansus haji itu bukan urusan PBNU.

"Namun karena wartawan tetap memaksa tanya, Gus Yahya kemudian menjawab secara normatif," jelasnya.

Baca Juga: DPR Bakal Bentuk Pansus Haji, Luluk: Persoalan Haji Mengulangi Ritme yang Sama

Bahwa pelaksanaan haji bisa dilihat dari respons atau survei masyarakat apakah pelaksanaan haji kali ini berhasil atau tidak. Faktanya, kata Gus Yahya, banyak masyarakat yang menilai haji kali ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Jadi ketika Pansus tetap jalan di parlemen, Gus Yahya menduga ada masalah pribadi di dalamnya.

Sumber: JawaPos.com

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : M. Erizal
#pbnu #pkb #Pansus Haji #nu #haji