8 Bandara Ditutup, Ribuan Penumpang Batal Terbang Empat Gunung Erupsi Serentak

Tim Redaksi • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 10:02 WIB
 Para penumpang yang telantar menunggu pengajuan pengembalian dana setelah penerbangan mereka dibatalkan akibat letusan Gunung Anak Krakatau di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Ahad (6/9/2026).(ABIMANYU/AFP)
Para penumpang yang telantar menunggu pengajuan pengembalian dana setelah penerbangan mereka dibatalkan akibat letusan Gunung Anak Krakatau di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Ahad (6/9/2026).(ABIMANYU/AFP)

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Empat gunung yakni Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Illi Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, dan Gunung Semeru di Jawa Timur mengalami erupsi di waktu hampir bersamaan, Ahad (6/9). 

Akibatnya, delapan bandara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta harus ditutup sementara. Ribuan calon penumpang pesawat dari Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim (SSK) II menuju Jakarta dan sebaliknya pun batal terbang. 

Pembatalan penerbangan ini dilakukan guna menjaga keselamatan baik penumpang maupun kru pesawat. Kini total sudah ada 35 penerbangan dari berbagai maskapai tujuan Jakarta-Pekanbaru, Pekanbaru Jakarta, dan 1 penerbangan Susi Air 7238 rute Pekanbaru (PKU) menuju Dabo Singkep (SIQ) yang mengalami pembatalan.

PGS General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Imamura Ginting mengatakan, pihaknya mengetahui informasi terkait adanya penutupan Bandara Soekarno Hatta melalui Notice to Airmen (Notam). “Awalnya kami menerima informasi penutupan Bandara Soekarno Hatta tutup sampai pukul 09.30. Kemudian ditambah hingga pukul 13.30,” ujarnya.

Baca Juga: Aktivitas Gunung Anak Krakatau Berlanjut, 4 Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik

Setelah informasi penutupan tersebut, pihak maskapai dan bandara menyampaikan kepada calon penumpang melalui blasting email dan WA agar melapor ke bandara melakukan reschedule atau refund. Tim operasional bandara juga telah berkoordinasi dengan pihak maskapai dan instansi terkait guna memastikan penanganan terhadap penumpang yang mengalami penundaan penerbangan

Pihaknya juga secara rutin melakukan pembaharuan informasi terkait jadwal penerbangan yang terdampak erupsi Anak Gunung Krakatau. “Kami memberi layanan sekondusif dan sebaik mungkin kepada pengguna jasa agar calon penumpang memahami bahwa kejadian tersebut hal yang tak bisa dihindari,” lanjutnya.

Banyak dari penumpang yang tampak datang ke Bandara SSK II Pekanbaru untuk mempertanyakan hal tersebut. Salah satunya Prima. ‘’Sudah dapat informasi sejak pagi. Tapi biar lebih puas kami langsung datang ke bandara menanyakan langsung ke petugas,” ujarnya.

Baca Juga: Ribuan Anak Keracunan MBG dalam 3 Hari

Sementara itu penumpang lain bernama Vina mengaku kecewa dengan pembatalan tersebut lantaran tidak menerima notifikasi baik dari pihak maskapai melalui WA maupun email. Ia justru mengetahui pembatalan setelah tiba di Bandara SSK II Pekanbaru. “Kaget juga karena tidak ada pemberitahuan,” terangnya.

Sedangkan penumpang lain Indri mengaku memilih refund dan membeli tiket baru setelah kondisi dipastikan aman. “Kondisi ini belum tahu sampai kapan. Takutnya kalau reschedule ternyata masih erupsi. Saya refund saja,” ungkapnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta  menyampaikan pengumuman resmi terkait perpanjangan masa penutupan bandara yakni hingga Ahad (6/9) pukul 23.59 WIB. Sedangkan untuk penerbangan tujuan lain hingga penerbangan internasional di Bandara SSK II Pelanbaru hingga kini masih normal.

Baca Juga: Gunung Anak Karakatau Erupsi, Aktivitas Penyeberangan Sumatra-Jawa Tetap Normal

“Bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II, kami imbau untuk memantau jadwal penerbangannya dan berkoordinasi dengan pihak maskapai guna memastikan jadwal penerbangannya,” ujar General Manager Bandara SSK II Pekanbaru, Achmad.

Berdasar data Badan Geologi Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), empat gunung yang erupsi itu adalah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda (erupsi pukul 07.10 WIB), Gunung Ibu di Maluku Utara (04.55 WIT), Gunung Illi Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (06.41 WITA), dan Gunung Semeru di Jatim (07.51 WIB). Selain itu, Gunung Sinabung di Sumatera Utara juga menunjukkan peningkatan level dan status naik menjadi Siaga III. 

Dari empat gunung yang erupsi, Anak Krakatau paling mengkhawatirkan. Sebab, dampaknya terasa hingga ke sejumlah wilayah di luar kawasan gunung api. Hujan abu terjadi di beberapa daerah. Aktivitas vulkanik itu juga mengganggu penerbangan. Hingga pukul 15.00 WIB kemarin, delapan bandara ditutup sementara. Suara dentuman dan getaran bahkan dilaporkan terdengar hingga Jawa Barat.

Baca Juga: Erupsi Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman, BNPB Imbau Masyarakat Tetap Tenang dengan Isu Tsunami

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan, aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali meningkat setelah erupsi pada 22 Desember 2018 yang memicu longsoran dan tsunami. Aktivitas erupsi berskala kecil kemudian berlanjut hingga 16 Desember 2023. 

Pada 2 Juli 2026, aktivitas kembali meningkat. Status Gunung Anak Krakatau pun dinaikkan dari Level II Waspada menjadi Level III Siaga. Menurut Lana, erupsi menerus kembali terjadi sejak 4 September 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. 

Aktivitas itu ditandai semburan lava, suara gemuruh, dan hujan abu. Erupsi berhenti sekitar pukul 12.00 WIB pada 5 September. ”Erupsi menerus ini telah berhenti lebih dari 24 jam,” kata Lana dalam konferensi pers daring, Ahad (6/9). 

Baca Juga: BK DPD RI Bakal Panggil Arya Wedakarna 

Dia menjelaskan, durasi erupsi tersebut masih berkaitan dengan karakter Gunung Anak Krakatau. Gunung tersebut memiliki karakter magma dengan tingkat kekentalan relatif rendah. Kondisi itu memungkinkan erupsi berlangsung secara menerus.

Dampak aktivitas vulkanik juga dirasakan warga di sejumlah wilayah Jawa Barat. Suara dentuman dan getaran pada kaca maupun pintu dilaporkan terjadi pada 4–5 September. 

Lana mengatakan, kesesuaian waktu antara laporan masyarakat dan aktivitas erupsi, serta sinyal yang tercatat di stasiun pengamatan di Jawa Barat, memperkuat dugaan bahwa suara tersebut berasal dari gelombang akustik Gunung Anak Krakatau. ”Gelombang akustik berfrekuensi rendah dapat merambat jauh dalam kondisi atmosfer tertentu,” ujarnya. 

Baca Juga: Diperiksa 10 Jam, Febrie Dicecar 50 Pertanyaan

Fenomena tersebut bukan hal baru. Suara letusan gunung api sebelumnya juga pernah terdengar hingga wilayah yang cukup jauh. Salah satunya erupsi Gunung Kelud yang terdengar sampai Jawa Tengah.

Berdasarkan informasi PVMBG melalui Volcano Observatory Notice for Aviation (Vona), data Darwin, serta analisis citra Himawari-9 oleh BMKG, abu Gunung Anak Krakatau berpotensi bergerak ke sejumlah wilayah. Sebaran abu dapat mengarah ke barat, termasuk sebagian Jawa Barat dan DKI Jakarta, serta Lampung dan sekitarnya. Pergerakan abu sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin.

Badan Geologi meminta masyarakat di daerah yang mengalami hujan abu menggunakan masker saat berada di luar ruangan. Pengunjung dan wisatawan juga dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Lana meminta masyarakat mewaspadai awan panas, lontaran material, dan hujan abu. 

Baca Juga: Sewitri Dorong RUU Daerah Kepulauan Jadi Jalan Keadilan Pembangunan

Gunakan Masker

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Siti Sumilah Rita Susilawati mengatakan, pengamatan hingga pukul 10.30 WIB menunjukkan adanya perbedaan pergerakan abu berdasarkan ketinggian.

Pada lapisan sekitar 50 ribu kaki, gumpalan abu pekat telah terlepas dari kawah aktif. Abu bergerak ke barat daya menuju Samudera Hindia.

Sementara itu, emisi abu pada ketinggian sekitar 20 ribu kaki masih keluar dari kawah dan terbawa angin ke arah barat. Pada ketinggian yang sama juga terdapat sisa debu halus dari fase erupsi sebelumnya yang bergerak ke timur menuju perairan Selat Sunda bagian selatan. ”Pemantauan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan penerbangan,” kata Siti.

Dia mengingatkan masyarakat menggunakan masker karena abu vulkanik mengandung partikel sangat kecil. Lansia, anak-anak, dan ibu hamil perlu mendapat perhatian lebih saat terpapar abu.

Baca Juga: Staf Travel Akui Beri 75 Ribu Dolar AS ke Staf Yaqut

Rute Penerbangan Dialihkan 

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan, erupsi juga berdampak langsung terhadap transportasi udara. Pemerintah menutup sementara delapan bandara. ”Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Dudy.

Pemerintah menyiapkan Bandara Kertajati, Ahmad Yani Semarang, dan Juanda Surabaya sebagai alternatif jika penerbangan dari bandara terdampak harus dialihkan. Dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jeddah dan Madinah telah dialihkan ke Kertajati.

Dudy mengatakan, kondisi penyebaran abu dan cuaca masih dinamis. Maskapai diminta tidak memaksakan penerbangan jika kondisi belum aman. Sementara itu, penyeberangan Merak–Bakauheni masih beroperasi normal. Penambahan kapal belum diperlukan karena jumlah penumpang justru cenderung menurun.

Pemerintah juga menyiapkan moda transportasi lain jika gangguan penerbangan berlangsung lebih lama. Kereta api, angkutan darat, dan transportasi laut disiapkan sebagai alternatif.

Baca Juga: UU Perampasan Aset Disahkan Paling Lambat 15 Desember

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan, pemerintah terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau berdasarkan data lembaga teknis. Prinsip kehati-hatian diterapkan dalam setiap langkah penanganan.

BNPB Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan mereka adalah pelaksana teknis. Salah satu skenario yang akan dijalankan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC). “Rencana dari Halim Perdanakusuma. Tetapi kalau masuk ditutup, dari Bandara Husen Sastranegara (Bandung),” tuturnya.

Menurut Suharyanto OMC membantu untuk meluruhkan debu vulkanik. Dia mengatakan idealnya saat terjadi erupsi, diikuti dengan hujan. Sehingga bisa menekan adanya hujan abu vulkanik. Keberadaan angin juga bisa menekan debu vulkanik, tetapi tidak terlalu efektif. Karena arah angin bisa berubah sewaktu-waktu.

Di bagian lain Menkes Budi Gunadi Sadikin menyampaikan dari aspek kesehatan. “Masyarakat di lokasi hujan abu, sebaiknya di dalam rumah. Selama tidak ada keperluan yang mendesak,” tuturnya. Sehingga bisa mengurangi resiko penyakit akibat hujan abu.

Baca Juga: Diserahkan Ilham Habibie, Plt Gubri SF Hariyanto Terima Penghargaan Indeks Keinsinyuran Daerah 2026

Dia menjelaskan ada tiga gangguan kesehatan yang bisa muncul akibat abu vulkanik. Yaitu gangguan pernafasan, iritasi mata, dan gangguan pada kulit. Ketika ada keperluan ke luar rumah, harus menggunakan masker.

Kemudian untuk menghindari iritasi mata, pakai kacamata. “Untuk mengurangi paparan abu. Kalau perih, jangan dikucek, langsung cuci muka,” katanya. Ketika sudah terjadi iritasi mata, iritasi kulit, atau gangguan pernafasan segera datang ke puskesmas. Karena Budi mengatakan obat-obatan terkait tiga penyakit itu sudah tersedia di puskesmas.

Bandara yang ditutup selain Soekarno-Hatta adalah Bandara Halim Perdanakusuma (WIHH) berlaku mulai pukul 17.58 WIB (NOTAM A3354/26 / NOTAMR A3349/26), Bandara Husein Sastranegara (WICC) mulai pukul 18.28 WIB (NOTAM C1098/26 / NOTAMR C1093/26), Bandara Budiarto (WIRR) mulai pukul 18.26 WIB (NOTAM C1097/26 / NOTAMR C1094/26), Bandara Pagar Alam (WIPY) mulai pukul 18.55 WIB (NOTAM C1099/26 / NOTAMR C1088/26), Bandara Taufik Kiemas (WILP) mulai pukul 18.03 WIB (NOTAM C1096/26 / NOTAMR C1091/26), Bandara Pondok Cabe (WIHP) menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB, dan Bandara Radin Inten II (WILL) yang juga menghentikan operasionalnya hingga estimasi pukul 23.59 WIB.(azr/bry/rya/wan/oni/jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
Gunung Ibu gunung erupsi anak krakatau gunung semeru