PARIS (RIAUPOS.CO) - Mikel Arteta mengatakan tim terbaik kalah setelah tim besutannya Arsenal tersingkir dari semifinal Liga Champions. Tim berjuluk The Gunners itu kalah 1-2 dari tuan rumah Paris Saint-Germain (PSG), Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. Gol PG dicetak Fabian Ruiz dan Achraf Hakimi untuk melengkapi kemenangan agregat 3-1 dan melaju ke final melawan Inter Milan di Munich pada 31 Mei.
The Gunners mengawali pertandingan dengan cepat di ibu kota Prancis saat kiper PSG Gianluigi Donnarumma melakukan dua penyelamatan gemilang dari Gabriel Martinelli dan Martin Odegaard dalam 10 menit pertama.
Donnarumma juga melakukan penyelamatan gemilang dengan jari untuk menggagalkan upaya Bukayo Saka sebelum Vitinha gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-69 akibat handball Miles Lewis-Skelly yang diberikan lewat tinjauan VAR.
Bukayo Saka akhirnya mencetak gol pada menit ke-76, tetapi gol itu menjadi gol hiburan karena Arsenal gagal mencapai final Liga Champions kedua mereka dan kini menghadapi musim kelima berturut-turut tanpa trofi.
Setelah pertandingan, Mikel Arteta mengatakan, menurut dia, tidak ada tim yang lebih baik [dari Arsenal] dalam kompetisi ini.
“Jadi dari apa yang saya lihat, tetapi kami tersingkir. Saya rasa kami pantas mendapatkan yang lebih baik dalam kedua pertandingan. Namun, kompetisi ini tentang kotak penalti dan di kedua kotak penalti biasanya ada penyerang dan penjaga gawang dan dia adalah pemain terbaik dalam kedua pertandingan," ujar manajer asal Spanyol itu.
Ketika ditanya apakah itu berarti tim terbaik kalah dalam pertandingan melawan PSG, Arteta menjawab:
"Menurut saya, ya. Terutama selama 160 menit. Saya mengatakan itu dan mereka mengatakan itu karena mereka baru saja mengatakannya kepada saya,” ujar mantan gelandang Everton dan Arsenal itu.
"Itu membuat saya sangat bangga, tetapi pada saat yang sama saya sangat kesal, sangat jengkel karena kami tidak berhasil melakukannya. Hari ini saya melihat betapa para pemain menginginkannya karena mereka menangis [di akhir pertandingan]," jelasnya.
Rekan senegara Mikel Arteta yang melatih PSG, Luis Enrique, ditanyai tentang penilaian tersebut setelah pertandingan, tetapi dengan hormat tidak setuju dengan Arteta.
"Mikel Arteta adalah teman baik, tetapi saya sama sekali tidak setuju [bahwa Arsenal pantas menang]," kata Luis Enrique.
"Mereka bermain dengan cara yang mereka inginkan dan suka bermain. Namun dalam dua pertandingan, kami mencetak lebih banyak gol daripada mereka dan itu yang terpenting. Arsenal memainkan pertandingan yang hebat dan kami banyak menderita, tetapi kami pantas untuk melaju ke final," ujar mantan pelatih Barcelona dan AS Roma itu.
Gelandang Declan Rice, yang sundulannya melebar dari tiang gawang Donnarumma, mengatakan gol awal Arsenal bisa mengubah hasil pertandingan.
"Jika Anda mencetak satu dari peluang itu, mungkin dalam 15 atau 20 menit pertama, permainan akan berubah total," kata gelandang Timnas Inggris itu.
"Lalu, dua kesalahan dari kami, dua gol untuk mereka. Dan jelas, dengan peluang yang kami lewatkan, rasanya seperti tidak seharusnya terjadi."
Arsenal kini gagal melaju dari empat semifinal piala utama terakhir mereka (Liga Europa 2020-21, Piala Carabao 2021-22, Piala Carabao 2024-25, Liga Champions 2024-25).
Mereka juga gagal total dalam dua perebutan gelar Liga Primer dengan Manchester City dalam dua musim terakhir, tetapi Rice mengatakan kemunduran itu akan membuat mereka lebih kuat.
"Saya pikir terkadang Anda harus kalah beberapa kali untuk menang, dan Anda harus mengatasi kemunduran dan tumbuh secara mental sebagai pribadi, pemain, dan kelompok," kata Rice.
"Kami tumbuh sebagai tim, sebagai manusia, yang harus terus kami dorong dan terus kami yakini," kata pemain yang mencetak dua gol lewat tendangan bebas cantik ke gawang Real Madrid pada laga perempatfinal.***
Editor : Edwar Yaman