TEHERAN (RIAUPOS.CO) - Iran telah memutuskan untuk memboikot undian Piala Dunia 2026 di Washington pekan depan karena AS menolak visa bagi anggota delegasinya, kantor berita pemerintah IRNA melaporkan pada hari Jumat (28/11/2025).
Kantor berita tersebut mengutip Juru Bicara Federasi Sepakbola Iran, Amir-Mahdi Alavi, yang mengatakan bahwa para pejabat menghadapi kendala visa yang melampaui pertimbangan olahraga. Belum ada komentar langsung dari Gedung Putih.
Alavi mengatakan federasi telah menghubungi FIFA dan berharap dapat membantu menyelesaikan masalah ini. Badan sepak bola dunia tersebut tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengumumkan pada bulan Juni larangan perjalanan bagi warga negara dari 12 negara, termasuk Iran. Daftar tersebut juga mencakup Haiti, yang pekan lalu lolos ke Piala Dunia.
Namun, pengecualian dijanjikan untuk setiap atlet atau anggota tim atletik, termasuk pelatih, orang yang menjalankan peran pendukung penting, dan kerabat dekat, yang bepergian untuk Piala Dunia, Olimpiade, atau acara olahraga besar lainnya sebagaimana ditentukan oleh menteri luar negeri.
Tidak jelas apakah pengecualian ini juga berlaku untuk pengundian Piala Dunia, yang berlangsung pada 5 Desember di Kennedy Center. Delegasi Iran diperkirakan dipimpin oleh Presiden Federasi Sepakbolanya, Mehdi Taj, salah satu pejabat paling senior di sepakbola Asia dan anggota dari dua komite FIFA yang mengawasi Piala Dunia.
Ia adalah salah satu wakil presiden Konfederasi Sepak Bola Asia dan anggota panel FIFA yang bertanggung jawab atas kompetisi badan pengatur tersebut, serta sepak bola tim nasional pria secara umum.
Rekor 48 tim akan berpartisipasi dalam Piala Dunia 11 Juni-19 Juli yang diselenggarakan bersama oleh AS, Kanada, dan Meksiko.***
Editor : Edwar Yaman