RIYADH (RIAUPOS.CO) - Kiper Bologna, Federico Ravaglia, menjadi pahlawan penalti saat timnya mencapai final Supercoppa Italia setelah bermain imbang 1-1 dengan Inter Milan di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (20/12/2025) dini hari WIB.
Ravaglia menyelamatkan tendangan penalti dari Alessandro Bastoni dan Ange-Yoan Bonny sebelum Ciro Immobile mencetak gol penalti kemenangan untuk meraih kemenangan 3-2 dalam adu penalti dan melaju ke final melawan Napoli pada hari Senin.
Juara Serie A, Napoli, mengalahkan AC Milan 2-0 di semifinal pertama pada hari Jumat dini hari WIB. Supercoppa Italia dimainkan antara juara dan runner-up Serie A dan Coppa Italia musim lalu, dengan semua pertandingan diadakan di Arab Saudi.
Baca Juga: Warga Bengkalis Sulit Dapat BBM, Pertamina: Stok Tersedia
Inter unggul lebih dulu saat pertandingan berjalan kurang lebih satu menit ketika Bastoni melakukan lari kencang dari dalam setengah lapangan sendiri dan mengirimkan umpan silang kepada Marcus Thuram yang kemudian melepaskan tendangan voli ke tiang jauh.
Namun, juara Coppa Italia, Bologna, mendapat hadiah gol peny equalizer setelah setengah jam pertandingan berjalan ketika Yann Bisseck dihukum karena handball di dalam kotak penalti. Tinjauan VAR menguatkan keputusan tersebut dan Riccardo Orsolini maju untuk mengeksekusi penalti.
Bisseck hampir menebus kesalahannya sebelum jeda babak pertama ketika ia menyambut umpan silang dari Nicolò Barella tetapi sundulannya diselamatkan oleh Ravaglia.
Kiper Bologna sibuk di awal babak kedua dengan penyelamatan gemilang untuk menepis tendangan Luis Henrique dan penyelamatan lainnya untuk menggagalkan upaya Federico Dimarco.
Pemain pengganti Bologna, Jonathan Rowe, memiliki peluang setengah matang dari tendangan bebas tetapi tembakannya langsung mengarah ke kiper Inter, Josep Martínez. Namun Inter lebih mengancam dengan Bastoni, Stefan de Vrij, dan Dimarco yang nyaris mencetak gol sebelum Ravaglia menggagalkan peluang Piotr Zielinski.
Martínez memastikan pertandingan berlanjut ke adu penalti dengan menggagalkan tendangan Giovanni Fabbian di waktu tambahan, tetapi pada akhirnya malam itu adalah milik Ravaglia dan Bologna.
Antonio Conte Puji Kekompakan Napoli
Sementara itu Antonio Conte memuji kekompakan Napoli setelah mengalahkan AC Milan 2-0 di semifinal Piala Super Italia di Stadion Al Awwal Park, Riyadh, Jumat (19/12).
Sang pelatih merasa laga melawan AC Milan sangat menguras energi Napoli. Apalagi, mereka mengalami kelelahan dan hasil yang kurang memuaskan setelah kalah dari Benfica dan Udinese. Namun, kekompakan tim menjadi kunci kemenangan Napoli. Menurut Antonio Conte, timnya bermain lebih baik dan mampu tampil kompetitif siapapun lawannya.
"Secara fisik kami baik-baik saja, tetapi tak dapat dipungkiri bahwa begitu banyak pertandingan akan menguras energi. Kami membayar mahal atas kemenangan-kemenangan baru-baru ini, karena kami kelelahan saat melawan Benfica dan di babak kedua melawan Udinese, tetapi hari ini kami bermain sangat baik sebagai satu kesatuan tim. Ketika kami mampu bekerja sebagai tim, terlepas dari siapa yang bermain, maka kami akan kompetitif," ucap Antonio Conte kepada Sportmediaset yang dikutip Football Italia, Jumat (19/12).
Musim ini, Napoli sangat terbantu dengan performa yang meningkat dari para pemain barunya. Bagi Conte hal tersebut sangat berarti karena para pemainnya mengalami cedera.
"Kita harus terus seperti ini ke depannya. Mereka yang cedera masih absen, tetapi para pemain baru sekarang lebih banyak terlibat daripada di awal musim. Saya selalu mengatakan bahwa saya memperkirakan ini akan menjadi musim yang rumit, tetapi saya tidak menyangka akan ada begitu banyak cedera," kata Conte.
Pada laga ini, Romelu Lukaku kembali di bangku cadangan setelah mengalami cedera hamstring sejak laga pramusim. Dengan kembalinya sang penyerang andalan, Conte menjawab kemungkinan tentang menduetkannya dengan Rasmus Hojlund.
"Pertama-tama, mari kita coba mengembalikan Romelu ke kondisi fisik prima. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi kami, dengan begitu banyak pengalaman. Kehadirannya di bangku cadangan saja sudah penting. Saya berharap kita masih memiliki banyak pertandingan lagi, sehingga keduanya akan memiliki kesempatan," ujar eks pelatih Inter Milan tersebut.
Lolos ke final memang menjadi target Antonio Conte dan meraih trofi Piala Super Italia.
"Kami hanya ingin berada di final untuk memiliki kesempatan bermain memperebutkan trofi. Kami tahu kedua lawan potensial sangat kuat," pungkas Conte.***
Editor : Edwar Yaman