PEKANBARU (RP) - Revitalisasi Pasar Wisata Pasar Bawah dilakukan PT Ali Akbar Sejahtera (AAS), selaku pengelola Pasar Bawah selama 30 tahun ke depan. Revitalisasi pasar tersebut mulai berproses.
“TPS sudah ada dan pedagang sudah pindah sejak akhir tahun. Sekarang dalam proses revitalisasi,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pekanbaru Zulhelmi Arifin, Kamis (11/1).
Ami, sapaan akrab Zulhelmi Arifin mengatakan, bahwa revitalisasi sudah mulai dilakukan oleh pihak ketiga yakni PT AAS. Dalam proses revitalisasi Pasar Bawah itu, pihak ketiga harus menyediakan tempat penampungan sementara (TPS) untuk pedagang. Saat ini TPS tersebut sudah ada dan para pedagang pun sudah pindah ke TPS.
Pemko Pekanbaru memberikan batas waktu kepada pengelola selama setahun. Pemko Pekanbaru juga menargetkan agar per Januari 2025, Pasar Bawah yang baru sudah siap ditempati.
“Dikasih waktu kurang lebih satu tahun. Harapan kita di awal tahun 2025, Pasar Bawah yang baru sudah bisa ditempati bersama,” tambahnya.
Ia menyebut, Pemko Pekanbaru setiap tahun tetap mendapatkan royalti.
“Selesai tidak selesai revitalisasi hari ini, PT AAS itu mesti bayar royalti dengan angka tertentu yang sudah dihitung. Itu mereka mesti bayar setiap tahun,” terangnya.
Pemko juga mendapatkan bagi hasil keuntungan dari pengembangnya. Kemudian setelah dilakukan kerja sama selama 30 tahun, Pasar Bawah kelak kembali menjadi aset Pemko Pekanbaru. Meski proses revitalisasi sedang berlangsung, namun belum ada perubahan mencolok dari gedung Pasar Bawah. Bangunan masih tampak sama, meski perlengkapan untuk revitalisasi sudah ada yang dipasang. Pagar keliling dari seng sudah dibangun. Hanya pekerja yang bisa bebas masuk dan keluar area tersebut.
Para pedagang sudah dipindahkan ke TPS yang telah disediakan di Pelabuhan Pelindo. Mereka sudah pindah sejak akhir tahun 2023 lalu. Meski disediakan TPS oleh pihak pengembang, namun tak semua pedagang Pasar Bawah yang pindah ke TPS itu. Sebagian pedagang ada yang memilih pindah ke Pasar Kodim, karena mendapatkan lapak gratis. Sebagian dari mereka pindah ke Pasar Kodim karena tidak harus membayar lapak alias gratis.
“Yang mau ke pasar Kodim, mereka pindah ke sini. Banyak juga pedagang yang ke pasar lainnya. Tak semuakan mau dipindah ke TPS yang disiapkan itu,” tutur Ucup, salah seorang pedagang yang ada di Pasar Kodim tersebut.(ilo)
Editor : Rindra Yasin