Penemuan mayat yang semasa hidup berprofesi sebagai guru musik di salah satu sekolah musik di Kota Pekanbaru ini bermula dari rasa penasaran Fauzi (36), rekan kerjanya. Diketahui almarhum sudah tiga hari tidak masuk kerja.
Setelah sampai di rumah rekan kerjanya tersebut mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci. Kemudian Fauzi mendatangi pemilik kontrakan Alizar (59) untuk menanyakan keberadaan temannya itu.
Alizar kemudian mengatakan, sudah dua hari dia tidak melihat korban di sekitar lingkungan tempat tinggal. Karena biasanya korban sering ke masjid untuk salat lima waktu.
Lalu sekira pukul 19.30 WIB pemilik kos berinisiatif memberitahukan kepada RT setempat untuk melihat kondisi atau keberadaan korban. Lalu pintu rumah kontrakan akhirnya dibuka paksa. Korban ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa di atas kasur di dalam kamarnya.
Kapolsek Bukit Raya AKP Syafnil membenarkan penemuan mayat di Kelurahan Air Dingin tersebut. Saat ini mayat sudah dievakuasi dari rumah kontrakan tersebut.
"Tadi sekitar pukul 21.40 WIB jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. Untuk memastikan penyebab kematian, akan dilakukan pemeriksaan medis lebih dulu," sebut AKP Syafnil.
Menurut keterangan Fauzi, almarhum pada saat terakhir bertemu korban di sekolah, sempat bercerita bahwa dirinya sedang dalam keadaan sakit. Korban diketahui masih bujangan yang merupakan perantau dari Indragiri Hilir.
Sementara dari keterangan pemilik kos, almarhum tinggal dirumah kontrakan seorang diri. Dia sudah menempati rumah kontrakan tersebut lebih kurang 10 tahun terakhir.
Editor : RP Rinaldi