PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru, Markarius Anwar, menghadiri audiensi bersama pengurus Lembaga Adat Melayu (LAM) Pekanbaru Kamis (18/9). Pertemuan yang berlangsung di Kantor LAM, Jalan Senapelan, menjadi sarana silaturahmi sekaligus ruang diskusi dengan tokoh masyarakat lintas paguyuban dan lintas agama terkait program pembangunan kota.
Markarius menyampaikan, selain mendengar masukan dari LAM dan para undangan, pihaknya juga memaparkan program-program Pemko yang tengah berjalan. "Diharapkan adanya dukungan penuh dari berbagai elemen masyarakat, termasuk LAM, untuk memperkuat jalannya pembangunan," ujarnya.
Saat ini, Pemko Pekanbaru memfokuskan perhatian pada perbaikan infrastruktur, terutama jalan yang rusak. "Lebih dari 10.000 titik jalan telah dilakukan penanganan tambal sulam sesuai instruksi Wali Kota Agung Nugroho," tambahnya.
Selain infrastruktur, program kebersihan juga menjadi prioritas. Pemko menargetkan Pekanbaru kembali meraih penghargaan Adipura tahun depan. Untuk mendukung hal ini, peran serta masyarakat dinilai sangat penting. Edukasi kebersihan melalui penyuluhan lingkungan dan pemilahan sampah sudah mulai diterapkan di sekolah-sekolah dan akan diperluas ke tingkat masyarakat. Tokoh masyarakat diharapkan turut berperan dalam menyosialisasikan hal tersebut di lingkungannya.
Dalam bidang kebudayaan, sinergi Pemko dan LAM sudah terwujud melalui pendaftaran kekayaan intelektual komunal, yakni tanjak dan baju singkap Melayu Pekanbaru, yang kini telah terdaftar di Kementerian Hukum. Selain itu, pemko juga rutin mengadakan pentas seni budaya Melayu di halaman Rumah Singgah Tuan Kadi setiap akhir pekan, dan kegiatan ini direncanakan selaras dengan program LAM serta organisasi kebudayaan lainnya.
"Ini diharapkan dapat memperkuat identitas budaya Melayu sekaligus mendorong pembangunan di berbagai sektor di Kota Pekanbaru," tutupnya.
Editor : Rinaldi