Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

DKP Pekanbaru Pastikan Sembako Aman hingga Nataru

Tim Redaksi • Rabu, 24 Desember 2025 | 12:45 WIB

Seorang pembeli sedang memilih cabai merah keriting yang dijual pedagang di pinggir jalan menuju Pasar Terubuk Bengkalis, Selasa (23/12/2025).
Seorang pembeli sedang memilih cabai merah keriting yang dijual pedagang di pinggir jalan menuju Pasar Terubuk Bengkalis, Selasa (23/12/2025).


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - MENJELANG perayaan Natal 2025 dan tahun baru 2026 (Nataru), Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru melakukan monitoring harga komoditas pangan di Pasar Pagi Arengka Jalan Soekarno Hatta Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Selasa (23/12).

Monitoring dilaksanakan guna memastikan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Kota Pekanbaru mencukupi menjelang momen Natal dan tahun baru.

Pantauan Riau Pos di lapangan, terlihat sejumlah bahan pokok di pasar tradisional di Pekanbaru tersebut sudah mulai banyak dan harganya sudah mulai mengalami penurunan.

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Pekanbaru, Dedi Sambudi melalui Sekretaris Adrizal, kegiatan monitoring di Pasar Pagi Arengka ini dilakukan guna memastikan harga dan ketersediaan komoditas pangan di Kota Pekanbaru mencukupi menjelang momen Natal dan tahun baru.

‘’Untuk saat ini stok cabai merah mulai stabil tidak hanya dari Sumbar, tapi juga dari Medan dan cabai Jawa memenuhi pasar,’’ ungkap dia.

Sementara dijelaskan Adrizal lagi, untuk komoditas ayam potong, telur dan beberapa bahan pangan lainnya juga memiliki ketersediaan yang cukup, namun harga memang sedikit mengalami kenaikan.

Sementara itu, Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinal Husna menambahkan, saat ini salah satu harga komoditas yang mengalami kenaikan bukan lagi cabai melainkan beras Sumbar yaitu Anak Daro

Kenaikan tersebut diperkirakan dipicu oleh kondisi bencana yang terjadi di daerah produksi di Sumbar. Meskipun beras Sumbar mengalami kenaikan, namun untuk komoditas beras lainnya seperti Topi Koki dan Belida masih relatif normal.

Sementara itu, Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM mengingatkan pentingnya ketersediaan bahan kebutuhan pokok (sembako) yang cukup dan stabil di tengah masyarakat. Ini disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dalam rangka kesiapan menghadapi Nataru, siaga banjir, Selasa (23/12). 

‘’Saya mau sembako tersedia cukup. Jangan sampai masyarakat kesulitan mendapatkan kebutuhan pokok, apalagi menjelang hari besar keagamaan dan pergantian tahun,’’ tegas Bupati. 

Harga Telur Ayam Ras Naik, Cabai Stabil
Sedangkan di Kabupetan Bengkalis, sejumlah bahan pokok mulai merangkak naik. Terutama yang paling dirasakan masyarakat adalah harga telur yang meroket mencapai Rp66 ribu per papan, jika dibanding pekan lalu hanya Rp55 ribu per papan. Meski demikian, harga cabai merah keriting asal Bukittinggi sudah mulai stabil yakni Rp80 ribu per Kg.

Selain telur, bawang merah juga mengalami kenaikan yakni mencapai Rp46 ribu per Kg, bawah putih Rp43 ribu per Kg.

‘’Harga telur naik. Kami tak tahu apakah ini faktor distribusi lambat atau karena memang pasokan dari daerah asalnya yang berkurang,’’ ujar Susi, salah seorang pedagang di Pasar Terubuk Bengkalis.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisdagprin) Bengkalis Zulfan mengatakan, agar para pedagang maupun agen tak boleh menyembunyikan barang.(ayi/ksm/dac/hen)

Editor : Arif Oktafian
#stabil #DKP #pekanbaru #harga sembako