PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak. Tahun ini, program penjaringan anak putus sekolah kembali digencarkan agar mereka bisa kembali mengenyam bangku pendidikan tanpa dipungut biaya.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan bahwa pihaknya menargetkan di kota ini tidak ada anak-anak yang mengalami putus sekolah. Penjaringan anak putus sekolah bakal dilakukan setiap tahunnya.
"Jadi, tidak boleh ada anak putus sekolah di Kota Pekanbaru," tegas Wako Agung, Kamis (12/2/2025).
Menurutnya, penjaringan yang dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru dibantu oleh kader Posyandu yang ada di setiap kelurahan. Masyarakat bisa datang melaporkan ke kantor kecamatan masing-masing, maupun kader posyandu untuk penjaringan anak putus sekolah ini.
Agung Nugroho ingin seluruh anak di Kota Pekanbaru mendapatkan akses pendidikan yang layak dan semestinya. Sejumlah anak yang mengalami putus sekolah didapati karena ijazah mereka ditahan pihak sekolah sebelumnya, sehingga tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya.
Pada tahun 2025 lalu, sekitar 1.778 anak putus sekolah di Kota Pekanbaru sudah kembali menempuh pendidikan. Pemko Pekanbaru, kembali menyekolahkan ribuan anak tersebut ke jenjang pendidikan sesuai tingkatan masing-masing.
Mereka putus sekolah ada yang terkendala biaya, hingga penahanan ijazah akibat tunggakan pendidikan yang tidak diselesaikan. Pemko menyekolahkan anak-anak tersebut mulai untuk tingkatan, SD, SMP, hingga SMA. Ada juga yang melanjutkan untuk mengambil program sekolah paket A, B dan C.(ilo)
Editor : Edwar Yaman