Hampir Dua Bulan Berlatih, Paskibraka Pekanbaru Tuntaskan Misi Pengibaran Merah Putih

M Ali Nurman • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 18:57 WIB
Paskibra Pekanbaru sukses menyelesaikan tugas pengibaran bendera pada upacara Peringatan HUT RI ke 81 di Lapangan Perkantoran Tenayan Raya, Senin (17/2026).  (M Ali Nurman/Riaupos.co)
Paskibra Pekanbaru sukses menyelesaikan tugas pengibaran bendera pada upacara Peringatan HUT RI ke 81 di Lapangan Perkantoran Tenayan Raya, Senin (17/2026). (M Ali Nurman/Riaupos.co)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rasa lega dan bangga terpancar dari para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pekanbaru setelah sukses menuntaskan tugas pengibaran Sang Merah Putih pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Perkantoran Tenayan Raya, Senin (17/8/2026).

Tugas yang mereka jalankan pada momen sakral peringatan kemerdekaan itu menjadi buah dari proses panjang yang telah mereka lalui. 

Selama hampir dua bulan, para anggota Paskibraka menjalani latihan secara intensif untuk mematangkan barisan, gerakan, kekompakan hingga kesiapan mental sebelum akhirnya berdiri di hadapan peserta upacara dan menjalankan tugas negara tersebut.

Baca Juga: Tersandung Kasus Karhutla, Pria Renta Asal Meranti Ditangkap Polisi

Setelah seluruh rangkaian pengibaran bendera berjalan lancar, beban yang selama ini mereka rasakan pun seolah terbayar. Rasa tegang yang mengiringi persiapan berganti menjadi kebanggaan karena mampu menyelesaikan amanah yang telah dipercayakan kepada mereka.

Salah seorang anggota Paskibraka yang mendapat tugas sebagai pembawa baki bendera, Najwa Ferdian Setiaputri, mengaku sangat senang mendapat kepercayaan tersebut. Namun, di balik kebanggaan itu, ia menyadari ada tanggung jawab besar yang harus dijalankan.

“Perasaan saya senang sekali. Memang lumayan berat tanggung jawabnya, tapi kalau dijalani dengan konsentrasi penuh, pasti bisa terlewati,” ujar Najwa.

Baca Juga: Bupati Asmar Tekankan Kemerdekaan Harus Dirasakan hingga Pulau-pulau di Meranti

Siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pekanbaru itu mengatakan persiapan untuk menjalankan tugas sebagai pembawa baki dilakukan selama kurang lebih satu bulan. Latihan yang dijalani menjadi bagian penting untuk memastikan dirinya mampu menjalankan setiap tahapan tugas dengan baik.

Bagi Najwa, kepercayaan sebagai pembawa baki bukan sekadar tugas dalam sebuah upacara. Posisi tersebut menuntut ketenangan, konsentrasi dan ketelitian karena seluruh gerakan dilakukan dalam suasana yang penuh perhatian.

Sementara itu, anggota Paskibraka lainnya, Hamizan Fayyadh, mendapat kepercayaan sebagai pengerek bendera. Ia menyebut kesempatan tersebut sebagai pengalaman yang sangat luar biasa. 

Baca Juga: HUT ke-81 RI, Bupati Kampar Ajak Masyarakat Hadapi Tantangan dengan Optimisme

“Pastinya rasanya sangat luar biasa. Tapi seiring juga dengan besarnya tanggung jawab. Jadi tetap rendah hati dan bersemangat,” kata Hamizan.

Siswa SMA Negeri 1 Pekanbaru tersebut mengaku telah menjalani persiapan selama sekitar satu setengah bulan. Menariknya, menjadi pengerek bendera memang sudah menjadi salah satu cita-citanya. “Memang ada,” ujarnya ketika ditanya apakah sejak awal memiliki keinginan menjadi pengerek bendera.

Hamizan yang memiliki tinggi badan 178 sentimeter itu akhirnya mendapat kesempatan mewujudkan keinginannya. Latihan panjang yang dijalaninya bersama anggota Paskibraka lainnya kemudian bermuara pada pelaksanaan upacara HUT ke-81 RI.

Baca Juga: Dinkes Rekomendasi Atlet Pacu Jalur di Bawah Usia 50 Tahun, Lakukan Cek Kesehatan Sebelum Bertanding

Keberhasilan para Paskibraka menjalankan tugas tersebut mendapat apresiasi dari Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan rasa bangga kepada seluruh anggota Paskibraka yang telah menunjukkan kedisiplinan selama menjalani rangkaian latihan hingga pelaksanaan upacara.

Agung menilai tugas mengibarkan Sang Merah Putih merupakan amanah mulia yang membutuhkan kesiapan fisik, mental, kedisiplinan serta tanggung jawab.

“Pada kesempatan ini saya juga menyampaikan penghargaan dan rasa bangga kepada Paskibraka Kota Pekanbaru yang telah berlatih dengan disiplin untuk menjalankan tugas mulia mengibarkan Sang Merah Putih,” katanya.

Baca Juga: Pacu Jalur Tradisional Kuansing Dibuka Plt Gubernur, Belum Ada Kepastian Menpar Hadir

Menurut Agung, keberhasilan pengibaran bendera bukan hanya hasil dari latihan para anggota Paskibraka. Di belakang mereka terdapat kerja keras para pelatih dan pembina, dukungan unsur TNI-Polri, panitia serta seluruh pasukan upacara yang ikut memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik.

Karena itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam mempersiapkan pelaksanaan upacara peringatan HUT ke-81 RI di Kota Pekanbaru.

“Terima kasih kepada para pelatih, pembina, TNI-Polri, seluruh panitia dan pasukan upacara, dan kepada orang tua Paskibraka, terima kasih atas doa dan pengorbanannya. Hari ini kita semua bangga kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga: Kado HUT RI, 17 Warga Binaan Lapas Pasirpengaraian Langsung Hirup Udara Bebas

Secara khusus, Agung juga memberikan penghargaan kepada para orang tua anggota Paskibraka. Menurutnya, keberhasilan anak-anak tersebut tidak terlepas dari doa dan dukungan keluarga selama mereka menjalani proses latihan.

Selama hampir dua bulan, para anggota Paskibraka harus membagi waktu antara kegiatan sekolah dengan agenda latihan. Kedisiplinan dan konsistensi menjadi bagian dari proses yang harus mereka jalani sebelum memperoleh kesempatan mengemban tugas pada upacara kemerdekaan.

Kini, setelah tugas tersebut berhasil dituntaskan, pengalaman itu menjadi catatan tersendiri bagi para pelajar yang terpilih sebagai Paskibraka Kota Pekanbaru. Bagi Najwa, Hamizan dan anggota lainnya, momen 17 Agustus 2026 menjadi pembuktian bahwa proses panjang dan latihan yang dijalani dengan sungguh-sungguh dapat berbuah hasil.

Baca Juga: HUT ke-81 RI, BRK Syariah Apresiasi 83 Pegawai atas Pengabdian Puluhan Tahun

Agung berharap pengalaman yang diperoleh para anggota Paskibraka tidak berhenti hanya pada pelaksanaan upacara. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras dan semangat kebersamaan yang mereka dapatkan selama menjalani latihan diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.

Agung juga mengingatkan seluruh masyarakat bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti ketika upacara peringatan HUT RI selesai. Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kontribusi nyata dari setiap warga sesuai kemampuan, profesi dan bidang masing-masing. 

“Semangat 17 Agustus jangan berhenti setelah upacara ini selesai. Mari kita isi kemerdekaan dengan peran kita masing-masing,” katanya.

Editor : M. Erizal
hut ke-81 ri paskibraka kota pekanbaru pengibaran bendera merah putih