Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Menpar Ungkap Kondisi Pariwisata di DPR

Tim Redaksi • Kamis, 4 Juni 2026 | 11:12 WIB
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (jpg)
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (jpg)

 

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana membeberkan kondisi pariwisata Indonesia di tengah konflik yang tengah bergejolak di Timur Tengah. Ia menyebut, pariwisata nasional tetap mencatatkan tren positif di tengah dinamika global. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang Januari hingga April 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 4,68 juta kunjungan atau tumbuh 8,24 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Selain itu, pada kuartal pertama 2026, devisa sektor pariwisata tercatat sebesar 4,05 miliar dolar AS atau setara Rp68,28 triliun. Angka tersebut meningkat 6,30 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Baca Juga: Komisi IX DPR Minta Tata Kelola MBG Dibenahi 

“Pariwisata tidak hanya kita dorong untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, devisa, investasi, dan kontribusi terhadap PDB. Yang tidak kalah penting, pertumbuhan pariwisata harus dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Widiyanti dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/6).

Ia menekankan, ekonomi pariwisata harus mengalir hingga ke desa, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi daerah.

Widiyanti menambahkan, capaian positif tersebut perlu terus diarahkan agar menghasilkan nilai tambah yang lebih luas bagi masyarakat. Salah satu langkah yang diperkuat pemerintah adalah pengembangan desa wisata sebagai instrumen pemerataan pembangunan.

Karena itu, pihaknya mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan desa wisata, sertifikasi desa wisata berkelanjutan, hingga kerja sama dengan BPJPH untuk memperluas sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di desa wisata.

Baca Juga: Libatkan Masyarakat Sebelum Ranperda KLA Disahkan Dewan

“Hingga 30 Mei 2026, Kementerian Pariwisata bersama BPJPH telah memfasilitasi 31.548 sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di 1.116 desa wisata yang tersebar di 34 provinsi,” ujarnya.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap layanan pariwisata daerah.

Pemerataan manfaat pariwisata juga diperkuat melalui penyelenggaraan berbagai event daerah lewat program Karisma Event Nusantara. 

Program yang telah berlangsung di 15 provinsi itu melibatkan 20.669 pekerja dan 3.936 UMKM, dengan perputaran ekonomi mencapai lebih dari Rp45,57 miliar.

Baca Juga: Sahroni Nilai Tembakan ke Pelaku Begal Adalah Perlindungan HAM

“Iven bukan hanya ruang promosi destinasi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat. Di sana ada UMKM, seniman, pekerja kreatif, komunitas, pelaku transportasi, kuliner, akomodasi, dan berbagai sektor pendukung lainnya yang ikut bergerak,” tuturnya.

Di sisi lain, Kemenpar juga memperkuat dukungan kepada daerah melalui program tugas pembantuan di 38 provinsi. 

Program tersebut mencakup pelatihan keselamatan berwisata, pembuatan konten promosi daerah, hingga dukungan penyelenggaraan event pariwisata guna meningkatkan kualitas destinasi dan mendorong pergerakan wisatawan.

Lebih lanjut, Widiyanti menekankan pentingnya pembangunan sektor pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Karena itu, sinergi dengan DPR RI, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, industri, komunitas, serta masyarakat akan terus diperkuat.

“Pekerjaan rumah kita masih besar. Namun arah kita jelas, pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berpihak kepada masyarakat,” pungkasnya.(jpg)

 

Editor : Arif Oktafian
#WIDIYANTI PUTRI WARDHANA #kementerian pariwisata #pariwisata indonesia