PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dugaan praktik penyerobotan antrean kendaraan di Pelabuhan Penyeberangan Dumai-Rupat yang ramai diperbincangkan di media sosial mendapat perhatian dari DPRD Riau.
Peristiwa tersebut memicu reaksi publik karena dinilai mencerminkan ketidakadilan dalam pelayanan penyeberangan.
Sejumlah pengguna jasa penyeberangan mengeluhkan harus mengantre selama berjam-jam tanpa kepastian keberangkatan. Di sisi lain, beberapa kendaraan disebut dapat masuk ke kapal lebih cepat meski datang belakangan.
Baca Juga: Menpar Ungkap Kondisi Pariwisata di DPR
Muncul dugaan bahwa kendaraan-kendaraan tersebut memperoleh prioritas melalui praktik tidak semestinya dengan memanfaatkan jasa oknum petugas yang bertugas di lokasi penyeberangan.
Anggota Komisi IV DPRD Riau, Khairul Umam, mengaku telah menerima laporan langsung dari masyarakat terkait persoalan tersebut. Namun, hingga kini pihaknya belum melakukan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Riau berencana memanggil Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Riau bersama pengelola penyeberangan guna meminta penjelasan terkait dugaan tersebut.
Baca Juga: Komisi IX DPR Minta Tata Kelola MBG Dibenahi
“Mungkin nanti kalau bisa, kalau memang ini jadi masalah, ya kita panggil lagi Dishub ya kan. Ada apa masalah yang sebenarnya. Dishub sebagai mitra kita, ya kita tentu tidak ingin kejadian-kejadian seperti demikian terjadi,” ujar Khairul Umam, Rabu (3/6).
Khairul berharap sistem pengelolaan pelabuhan dapat segera dibenahi agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih tertib dan transparan. Menurutnya, pemerintah daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk mempertimbangkan penerapan sistem digital seperti yang digunakan di Pelabuhan Merak-Bakauheni.
Ia menilai perbaikan tersebut penting mengingat jalur penyeberangan Dumai-Rupat berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah daerah, ASDP, serta pemerintah daerah setempat untuk menciptakan sistem yang lebih baik.
Kepala Dinas Perhubungan Riau Andi Yanto mengatakan, yang terjadi di pelabuhan Dumai tersebut adalah kesalahpahaman. Di mana saat ini sudah ada sistem booking tiket yang bisa dipesan secara daring sebelum keberangkatan.
“Itu salah paham saja, ada masyarakat yang tidak paham sistem booking tiket. Dia datang pagi, dengan harapan bisa berangkat lebih cepat, tapi ternyata tiket sudah di-booking penumpang lainnya,” katanya.(nda)
Editor : Arif Oktafian