BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP), menyikapi keluhan masyarakat nelayan terkait kesulitan mendapatkan BBM jenis solar pada SPBU di Bagansiapiapi.
Menyikapi hal itu dewan mengundang pihak terkait, yakni jajaran pimpinan BUMD PT SPRH Rohil (Perseroda) dan manager, pengelola SPBU milik Pemda Rohil. Rapat berlangsung di ruangan Banmus DPRD Rohil, Selasa (1/7/2025).
Hadir Wakil Ketua Komisi B Zahrul Saufi SE, dan sejumlah anggota, Plt Dirut BUMD PT SPRH Rahmad Hidayat dan Direktur Pengembangan Zulpakar, Manajer SPBU Bagansiapiapi Ch Sandra dan jajaran.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Capai 32-35 Derajat Celcius: BPBD Kuansing Pantau Titik Api, Ini Hasilnya
Usai RDP, Waka Komisi B DPRD Rohil Zahrul Saufi mengatakan kegiatan itu digelar sebagai respon pihaknya menyikapi keluhan dari elayan terkait sulitnya mendapatkan solar yang diperlukan untuk bahan bakar saat melaut.
"Bahkan permasalahannya sampai nelayan-nelayan itu mengumpulkan uang duluan agar pihak SPBU dapat membelikan solar, dan itupun terkadang ada nelayan yang tak kebagian solar," kata Zahrul.
Ia menilai apa yang terjadi di SPBU Bagansiapiapi yang merupakan milik pemkab Rohil itu memang perlu disikapi secara serius oleh berbagai pihak terkait.
Mengingat masih banyak masyarakat yang merupakan nelayan di daerah pesisir Rohil terutama di Kecamatan Bangko dan Sinaboi.
"Tak salah perlu dibangun SPBU terapung, untuk bisa mengakomodir apa yang diharapkan nelayan. Selain itu kami harap pihak pengelola SPBU meningkatkan kerja agar terwujud kenyamanan, fasilitas pendukung yang baik, sesuai dengan harapan masyarakat," katanya.(fad)
Editor : Edwar Yaman