PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kementerian Lingkungan Hidup, dengan alamat website ispu.menlhk.go.id mencatat kualitas udara di Provinsi Riau mulai tercemari dengan polusi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi belakangan ini, Selasa (22/7/2025).
Berdasarkan hasil website ispu.menlhk.go.id ISPU merupakan sistem pengukuran kualitas udara ambien di suatu lokasi dan waktu tertentu, yang dirancang untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang tingkat pencemaran udara dan dampaknya terhadap kesehatan.
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Provinsi Riau, menjadi daerah tertinggi angka pencemaran udara se-Indonesia dengan pencemaran udara paling tinggi. Yakni di angka ISPU 162 dengan kategori tidak sehat, lalu Kota Dumai, khususnya di Bukit Kapur dengan indeks ISPU 99 dengan katagori sedang, Kabupaten Siak yaitu Bunga Raya tercatat ISPU 86 dengan kategori sedang.
Lalu, ada Kabupaten Kampar dengan indeks ISPU 81 dan kategori sedang, Kabupaten Siak dengan indeks ISPU 77 kategori sedang, Kota Pekanbaru, khususnya Kecamatan Tenayan Raya terpantau ISPU 60 dengan kategori sedang. Kemudian ada Kabupaten Indragiri Hilir dengan ISPU 37 dengan kategori baik, dan Kabupaten Pelalawan indeks ISPU 16 kategori baik.
Sementara itu untuk nilai ISPU dan dampaknya dalam website ispu.menlhk.go.id tercatat jika 0–50 berarti masuk kategori baik, tidak berdampak bagi kesehatan 51–100 masuk kategori sedang, berpengaruh pada tumbuhan sensitif, 101–200 masuk kategori tidak sehat, merugikan manusia dan hewan sensitif.
Lalu 201–300 masuk kategori sangat tidak sehat, merugikan kesehatan banyak orang. >300 kategori berbahaya, dampak serius seperti iritasi, batuk, sesak napas.
Menurut Forecaster On Duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru Yudhistira M, berdasarkan pantauan radar citra satelit BMKG Pekanbaru jumlah titik panas (hot spot) wilayah Sumatera 451 yang tersebar di Bengkulu 19, Lampung 15, Sumatera Barat 48, Sumatera Selatan 51, Sumatera Utara 56, Riau 62, Bangka Belitung 90, dan paling banyak ada di Jambi dengan total 110 titik panas.
Titik panas di Riau terdeteksi Kepulauan Meranti 3, Kampar 5 ,Kota Dumai 3, Pelalawan 14, Rokan Hilir 14, Rokan Hulu 14, Siak 6, Indragiri Hilir 1, dan Kota Pekanbaru 2.
"Kami mencatat adanya potensi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul. 14:05 WIB di Kabupaten Kampar (Tapung), Kabupaten Bengkalis (Bengkalis, Bantan, Siak Kecil), Kabupaten Siak (Minas, Tualang, Sungai Mandau, Koto Gasib, Sabak Auh), Kabupaten Kepulauan Meranti (Tasik Putri Puyu), Kota Pekanbaru (Rumbai, Rumbai Pesisir, dan sekitarnya). Dan dapat meluas ke wilayah Kabupaten Kampar (Tapung Hilir), Kabupaten Bengkalis (Bukit Batu, Bukit Batu, Pinggir), Kabupaten Siak (Sungai Apit, Dayun, Bunga Raya, Kandis, Lubuk Dalam, Mempura, Pusako), Kabupaten Kepulauan Meranti (Rangsang Barat, Merbau, Pulaumerbau, Rangsang Pesisir), Kota Pekanbaru (Sukajadi, Pekanbaru Kota, Sail, Lima Puluh, Senapelan, Tampan, Tenayan Raya, Payung Sekaki, dan sekitarnya).
Kondisi ini diperkirakan masih berlangsung hingga pukul 16:00 WIB," tegasnya.(ayi)
Editor : Edwar Yaman