Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pascaterkam Pekerja Kebun Akasia, Jejak Harimau Masih Ditemukan di Teluk Meranti, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Hendrawan Kariman • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:13 WIB
Tim BBKSDA Riau bersama warga saat mempersiapkan perangkap harimau di Merawang, Kecamatan Teluk Meranti.
Tim BBKSDA Riau bersama warga saat mempersiapkan perangkap harimau di Merawang, Kecamatan Teluk Meranti.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Lokasi kejadian harimau menerkam pekerja kebun akasia di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, dianggap masih berbahaya. Hasil analisa lapangan sehari setelah kejadian, Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih menemukan beberapa jejak harimau di lokasi.

Kabid Teknis KSDA BBKSDA Riau Ujang Hosilidin mengatakan, hasil temuan ini membuat tim mengambil keputusan untuk memasang perangkap di lokasi.

''Teman-teman di lapangan sudah melakukan pemasangan boxtrap (perangkap, red) di lokasi dan melakukan pemasangan camera trap. Karena di lokasi masih ditemukan beberapa jejak baru,'' ujar Ujang Hosilidin, Kamis (7/9/2025).

 Baca Juga: Ketua Umum Asbanda Sebut Peran Strategis BPD Perkuat Sistem dan Tata Kelola Keuangan Desa

Atas temuan itu, lanjut Ujang, tim di lapangan  langsung bertemu dengan manajemen perusahaan perkebunan di lokasi. Pihaknya ingin memastikan agar upaya pencegahan konflik baru dengan Harimah Sumatera itu lebih intensif dilakukan.

Ujang Hosilidin menambahkan, camera trap dipasang guna melakukan identifikasi arah pergerakan harimau. Sebuah perangkap dipasang dengan umpan seekor kambing di lokasi yang terlihat menjadi tempat melintas hewan terancam punah tersebut.

Hanya saja hingga sore ini tim di lapangan, menurut Ujang, belum mendapatkan hasil apa-apa. Umpan di perangkap masih utuh dan kamera belum merekam keberadaan harimau yang belum teridentifikasi tersebut.

 Baca Juga: Pemkab Bengkalis Raih Tiga Penghargaan PEKPPP dari KemenPAN-RB

''Berdasarkan laporan dari tim di lapangan, dari hasil camera trap dan penelusuran jejak, belum diperoleh jejak baru dan di camera trap masih nihil,'' sebut Ujang.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang buruh perawatan akasia PT Theo Charles Ertilizer, Abdul Susanto (40), dilaporjan diterkam harimau di areal tanaman akasia di Merawang, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Jumat (1/8/2025) lalu.

Korban bersama dua rekannya, Ridwan Firdaus dan Ujang, tengah menyemprot gulma pohon akasia. Abdul yang berjarak sekitar 10 meter dari dua rekannya itu tiba-tiba berteriak.

Alangkah terkejutnya mereka berdua ketika melihat Abdul sedang bergumul dengan seekor harimau. Harimau itu kemudian dapat diusir dan korban selamat. Hanya saja ia mengalami luka robek pada bagian kepala, pelipis, leher dan patah tulang lengan kanan bagian atas.(end)

 

Editor : Edwar Yaman
#jejak harimau #bbksda riau #harimau sumatera #teluk meranti #Ujang Hosilidin #pasang perangkap