Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Angka Stunting Provinsi Riau Naik Jadi 20,5 Persen, Inhil Tertinggi

Joko Susilo • Rabu, 15 Oktober 2025 | 15:44 WIB
Ketua Tim Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, KIE dan Kehumasan BKKBN Riau, Sri Wahyuni
Ketua Tim Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, KIE dan Kehumasan BKKBN Riau, Sri Wahyuni

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -- Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) tercatat sebagai daerah dengan angka stunting tertinggi di Provinsi Riau. Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Riau, prevalensi stunting di provinsi ini meningkat dari 13,6 persen pada tahun 2023 menjadi 20,5 persen pada tahun 2024.

Ketua Tim Hubungan Antar Lembaga, Advokasi, KIE dan Kehumasan BKKBN Riau, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa peningkatan ini bukan berarti pemerintah daerah dan para mitra tidak bekerja, namun disebabkan oleh berbagai faktor yang kompleks.

"Kalau dibandingkan dengan tahun 2023, angka stunting Riau memang meningkat dari 13,6 persen menjadi 20,5 persen di tahun 2024. Bukan berarti kita tidak bekerja, seluruh pihak sudah berkolaborasi, baik pemerintah provinsi, kabupaten/kota, maupun para mitra. Namun, fenomena ini seperti gunung es, yang terlihat hanya di permukaan, padahal di bawahnya lebih luas," jelasnya Rabu (15/10).

Ia menambahkan, wilayah dengan angka stunting tertinggi di Riau antara lain Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Meranti, dan Rokan Hilir. Kondisi geografis wilayah perairan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan air bersih dan fasilitas sanitasi.

"Inhil dan beberapa daerah perairan lainnya memang perlu perhatian khusus. Ketersediaan air bersih dan kondisi rumah layak huni juga mempengaruhi indikator stunting di wilayah tersebut," tambahnya.

Sri Wahyuni menjelaskan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) merupakan salah satu program prioritas nasional. Program ini berfokus pada intervensi dari hulu, mulai dari persiapan sebelum menikah, masa kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak.

"Harapan kita dengan program Genting, semua pihak, baik pemerintah daerah maupun stakeholder, berkomitmen untuk percepatan penurunan stunting. Kita intervensi dari hulu agar angka stunting bisa ditekan," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI Wihaji, dalam talkshow hibrid Solidaritas Cegah Stunting (Genting) "Tumbuh Tanpa Batas", menyampaikan bahwa Gerakan Genting merupakan warisan penting yang diharapkan dapat terus berlanjut secara berkesinambungan.

"Ini jadi warisan bersama yang harus terus dijalankan. Target kita tahun 2024 prevalensi stunting turun menjadi 14 persen. Saya optimis, tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan kalau kita yakin dan bekerja bersama," ujarnya.

 

Editor : Rinaldi
#angka stunting #provinsi riau #bkkbn riau