PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri) SF Hariyanto memimpin apel perdana usai libur Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Apel tersebut diikuti seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau di Halaman Kantor Gubernur Riau, Senin (30/3).
Dalam arahannya, Plt Gubri mengingatkan kepada seluruh ASN tetap bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya agar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan maksimal. Apalagi dalam suasana saat ini, Provinsi Riau masih dalam kondisi defisit anggaran, terutama dalam pembayaran tunda bayar dan tunda salur yang harus diselesaikan pada tahun ini.
“Alhamdulilah kita semua sudah menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Idulfitri 1447 H. Saya mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri mohon maaf lahir batin. Mari bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing, karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan,” ujar Plt Gubri, SF Hariyanto, kemarin.
Pada kesempatan tersebut, Plt Gubri juga mengingatkan, sampai saat ini APBD Riau belum stabil sehingga perlu dilakukan rasionalisasi. Selain itu seluruh OPD juga diharapkan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam waktu dekat Pemprov akan mengkaji untuk kembali melakukan pemotongan terhadap tambahan penghasilan pegawai (TPP).
Baca Juga: Apel Perdana Usai WFA, Bupati Asmar Ajak ASN Jadi Pelopor Hemat Energi
“TPP kita ini, kemungkinan besar, kalau tidak ada pendapatan atau kenaikan, kemungkinan untuk dipotong, cukup berat tapi kita akan mencarikan solusi dan peluang-peluang. Pendapatan ini bisa disegerakan agar APBD kita kembali normal,” ujarnya.
Sementara itu, untuk mendukung program pemerintah dalam penghematan energi, Plt Gubri meminta kepada seluruh OPD melakukan penghematan penggunaan listrik. Tidak itu saja, perjalanan dinas dan penggunaan mobil dinas juga diminta untuk digunakan sesuai dengan kegiatan yang penting.
Pemprov Riau saat ini sedang menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat mengenai pemberlakuan sistem kerja Work from Home (WFH). “Tekanan global saat ini berdampak pada harga minyak. Yang patokan sebelumnya 70 dolar per barel, sekarang sudah di atas 100. Jadi kita harus waspada dan melakukan antisipasi, mengencangkan ikat pinggang,” sebutnya.
Dikatakannya, pada saat WFH diberlakukan, kendaraan dinas milik Pemprov Riau tidak boleh dipergunakan dan harus diamankan di rumah penanggungjawab kendaraan. “Saat ini masih menunggu surat edaran dari pemerintah pusat, namun kemungkinan akan diberlakukan Jumat. Jadi untuk Jumat, Sabtu dan Ahad, kendaraan dinas tidak boleh dipergunakan. Harus stand by di rumah,” katanya.
Meskipun WFH nantinya telah diberlakukan, SF Hariyanto menekankan kinerja pegawai Pemprov Riau tidak berkurang. “Tetap kerja, jadi nanti hari Jumat itu, kerjanya melalui zoom saja. Pelayanan kepada masyarakat harus tetap jalan,” tegasnya.(adv/sol)
Editor : Arif Oktafian