Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

4 Juni Jemaah Haji Riau Tiba di Batam, Menginap Sehari, Baru Kembali ke Daerah

Redaksi • Senin, 1 Juni 2026 | 11:49 WIB
Sejumlah jemaah haji melontar jumrah di Jamarat, Mina, Sabtu (30/5/2026). Rangkaian wajib ibadah haji selesai dan jemaah haji Riau dijadwalkan kembali ke Tanah Air, Kamis (4/6/2026) mendatang.(MARRIO KISAZ/RIAU POS)
Sejumlah jemaah haji melontar jumrah di Jamarat, Mina, Sabtu (30/5/2026). Rangkaian wajib ibadah haji selesai dan jemaah haji Riau dijadwalkan kembali ke Tanah Air, Kamis (4/6/2026) mendatang.(MARRIO KISAZ/RIAU POS)

 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rangkaian ibadah haji 2026 sudah berakhir. Sesuai dengan jadwal, Senin (1/6) hari ini jemaah haji (JH) Indonesia mulai tiba di Tanah Air setelah sebelumnya menjalankan puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), serta di Masjidilharam. Namun, khusus jemaah haji Riau baru mulai diberangkatkan dari Jeddah pada 4 Juni.

Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau mulai melakukan persiapan. Proses pemulangan yang akan diawali oleh Kloter BTH 3 yang diberangkatkan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Kamis (4/6). 

‘’Di hari yang sama, jemaah haji kita akan tiba di Debarkasi Batam. Setelah menginap satu hari di Batam, keesokan harinya baru kembali ke daerah masing-masing,’’ ujar Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenhaj Riau, Defizon, kemarin.

Ia mengingatkan seluruh jemaah agar memperhatikan ketentuan barang bawaan menjelang kepulangan ke Tanah Air. Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan penerbangan menjadi faktor penting untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, aman, dan tertib.

Menurut Defizon, jemaah tidak diperkenankan memasukkan barang-barang yang dilarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Barang yang mudah meledak atau terbakar, benda tajam yang dapat melukai, produk hewani (dairy), makanan berbau tajam, serta tanaman hidup dan produk tanaman tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan. 

Baca Juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Riau Mulai Kembali dari Jeddah 4 Juni, Kemenhaj Ingatkan Jemaah Patuhi Aturan Bagasi

Larangan tersebut bertujuan menjaga keselamatan penerbangan sekaligus mematuhi ketentuan keamanan dan karantina internasional. “Kami mengimbau seluruh jemaah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas,” ujar Defizon.

Selain ketentuan bagasi, Defizon kembali mengingatkan jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Sesuai peraturan otoritas bandara Arab Saudi, air zamzam termasuk barang yang tidak diperbolehkan berada dalam barang bawaan penumpang.

Ia menjelaskan, seluruh koper jemaah akan melalui pemeriksaan ketat menggunakan mesin pemindai (X-ray) berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi barang-barang terlarang, termasuk air zamzam yang disimpan di dalam koper.

“Petugas bandara Arab Saudi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan jemaah. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya,” jelas Defizon.

Menurutnya, apabila air zamzam ditemukan di dalam koper, proses pemeriksaan akan memakan waktu lebih lama dan berpotensi menghambat pengiriman koper bersama penerbangan jemaah. Karena itu, ia meminta seluruh jemaah untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan dan tidak mencoba membawa air zamzam dalam koper maupun tas kabin.

Defizon menegaskan, pemerintah telah mengatur distribusi air zamzam secara resmi bagi setiap jemaah haji Indonesia. Dengan demikian, jemaah tidak perlu membawa sendiri air zamzam dari Arab Saudi.

“Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Akibatnya, koper berpotensi tidak terkirim bersama penerbangan ke Indonesia. Karena itu kami meminta seluruh jemaah untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh jemaah dapat mematuhi ketentuan penerbangan dan keamanan bandara sehingga proses pemulangan jemaah haji Provinsi Riau dapat berlangsung tertib, lancar, aman, dan tepat waktu sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pada kesempatan tersebut, Defizon juga meminta perhatian khusus bagi jemaah lanjut usia (lansia) yang akan mengikuti proses pemulangan. Sesuai mekanisme yang diterapkan maskapai, sebagian koper kecil atau tas kabin milik jemaah lansia dapat dikumpulkan oleh petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat sebelum jemaah memasuki area imigrasi. 

Baca Juga: Satu Jemaah Haji Kuansing Dirawat di RS King Abdul Aziz

Kebijakan ini dilakukan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah lansia selama proses keberangkatan dari Arab Saudi. Oleh karena itu, jemaah lansia dan pendamping diminta memastikan obat-obatan, dokumen penting, uang, telepon genggam, serta barang berharga yang diperlukan selama penerbangan disimpan di dalam tas paspor yang selalu dibawa oleh jemaah. 

Sementara itu, koper kecil tetap harus memenuhi ketentuan berat maksimal 7 kilogram. ‘’Kami mengimbau para pendamping dan ketua rombongan untuk membantu mengingatkan jemaah lansia agar barang-barang penting tidak tertinggal di dalam koper kecil yang kemungkinan akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Dengan persiapan yang baik, proses pemulangan jemaah, khususnya lansia, dapat berjalan lebih aman dan nyaman,” ujar Defizon.

Hari Ini Tiba
Di antara rombongan jemaah haji yang tiba di tanah air hari ini adalah dari Embarkasi Jakarta-Pondok Gede. Berdasarkan data yang ditetapkan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), Kloter 1 Embarkasi Jakarta-Pondok Gede mendarat malam ini pukul 22.45 WIB setelah sebelumnya lepas landas dari Jeddah pukul 08.00 waktu setempat. 

“Total ada 17 kloter yang pulang dari Arab Saudi pada 1 Juni.” Demikian Kemenhaj dalam keterangan tertulis kemarin (31/5). Kemudian, setelah menempuh perjalanan udara sekitar 10 jam, ada tujuh kloter yang mendarat pada 1 Juni. Sedangkan 10 kloter lainnya mendarat pada 2 Juni.

Data hingga 30 Mei menyebutkan, ada sekitar 130 jemaah yang wafat. Jumlah ini menurun drastis dibandingkan tahun lalu. Pada jumlah hari operasional yang sama pada 2025, jemaah yang wafat mencapai 267 orang. Di antara upaya untuk mencegah kasus kematian adalah memperketat pemeriksaan kesehatan sebelum keberangkatan.

Sebelumnya, Menhaj Mochammad Irfan Yusuf menuturkan, fase puncak ibadah haji di Mina resmi berakhir pada 13 Zulhijah 1447 H. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan tenda-tenda di Mina. Mereka kemudian kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman, tertib, dan lancar.

Dia menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan puncak haji tahun ini. Menurutnya, keberhasilan fase Mina merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur penyelenggara, petugas, dan jemaah haji Indonesia. “Mina clear dari jemaah haji Indonesia,” ujarnya di Makkah (30/5).

Layanan Tetap Berlanjut
Data Kemenhaj menyebutkan, jemaah yang mengambil pilihan Nafar Awal telah kembali ke hotel pada 12 Zulhijah. Sementara itu, jemaah Nafar Tsani kembali ke hotel pada 13 Zulhijah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Mina.

Meski fase Mina telah selesai, Irfan menegaskan, bahwa layanan kepada jemaah haji tetap berlanjut. Sebagian jemaah telah melaksanakan tawaf ifadah pada 10 hingga 13 Zulhijah. Sebagian lainnya akan menyelesaikan tawaf ifadah dan rangkaian ibadah lainnya sebelum kembali ke Indonesia.

Irfan menginstruksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk terus mengawal dan mendampingi jemaah yang belum melaksanakan tawaf ifadah. Pendampingan ini penting untuk mengantisipasi kepadatan di area tawaf serta memastikan jemaah lanjut usia dan jemaah berisiko tinggi tetap mendapatkan perhatian prioritas.(ilo/wan/ttg/jpg)

Editor : Arif Oktafian
#2026 #riau #batam #jemaah haji