PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Riau terus memantau dan memastikan kesiapan pemulangan jemaah haji asal Riau yang dimulai dari Kelompok Terbang (Kloter) BTH 3. Senin (1/6), seluruh jemaah mulai menimbang koper yang akan dibawa pulang.
Kepala Kanwil Kemenhaj Riau Defizon menyampaikan, berdasarkan laporan Ketua Kloter BTH 3, seluruh jemaah saat ini dalam kondisi siap mengikuti rangkaian kegiatan menjelang kepulangan dari Arab Saudi.
“Kloter BTH 3 merupakan kloter pertama Riau yang akan kembali ke Tanah Air melalui Debarkasi Batam. Berbagai persiapan teknis telah dilakuakn untuk memastikan proses pemulangan berjalan tertib, aman, dan lancar,” ujarnya, kemarin.
Baca Juga: Harga Sawit Petani Berangsur Naik
Defizon menjelaskan, Senin (1/6) seluruh jemaah mengikuti kegiatan penimbangan koper besar sebagai bagian dari persiapan keberangkatan. Kegiatan ini bertujuan memastikan seluruh barang bawaan jemaah sesuai dengan ketentuan maskapai penerbangan.
Selanjutnya, Selasa (2/6) pukul 21.00 Waktu Arab Saudi (WAS), jemaah akan melaksanakan tawaf wada atau tawaf perpisahan sebagai rangkaian ibadah terakhir sebelum meninggalkan Kota Makkah.
Kemudian, Rabu (3/6) pukul 07.00 WAS, petugas kloter akan memberikan edukasi dan penjelasan teknis keberangkatan kepada seluruh jemaah. Kegiatan ini meliputi informasi terkait prosedur perjalanan, pemeriksaan dokumen, pengaturan barang bawaan, hingga tata cara keberangkatan menuju bandara.
Pada hari yang sama, setelah waktu Magrib, jemaah akan diberangkatkan dari hotel menuju Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah menggunakan bus yang telah disiapkan oleh pihak penyelenggara haji.
Dari Bandara Jeddah, jemaah haji Kloter BTH 3 dijadwalkan terbang menuju Tanah Air menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5186 pada Kamis (4/6) pukul 02.25 WAS.
Menurut Defizon, apabila tidak ada perubahan jadwal penerbangan, rombongan jemaah haji Kloter BTH 03 akan tiba di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kamis (4/6) pukul 15.50 WIB. Defizon juga mengingatkan seluruh jemaah agar memperhatikan ketentuan barang bawaan menjelang kepulangan ke Tanah Air.
Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan penerbangan menjadi faktor penting untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar, aman, dan tertib. “Kami mengimbau seluruh jemaah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas,’’ ujarnya.
‘’Petugas Bandara Arab Saudi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan jemaah. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya,” tambahnya.
Jemaah Haji Kampar Kembali ke Makkah
Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Kampar berhasil menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dengan aman, tertib, dan lancar. Saat ini, para jamaah sudah kembali ke Makkah untuk melanjutkan rangkaian ibadah, termasuk melaksanakan tawaf dan memperbanyak ibadah di Masjidilharam.
Petugas Haji Daerah (PHD) Bidang Kesehatan Kabupaten Kampar Rita Yulita mengatakan, kondisi jemaah secara umum dalam keadaan baik usai Armuzna. Tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan kesehatan guna memastikan jamaah tetap fit selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, setelah menjalani rangkaian ibadah Armuzna, kondisi jemaah haji Kampar secara umum sehat. Tim kesehatan terus melakukan pemantauan dan memberikan pelayanan bagi jemaah yang membutuhkan,” ujarnya, Senin (1/6).
Baca Juga: 31 SMAN Mark-up, Harga Seragam Rp566 Juta
Menurut Rita, keberhasilan jemaah menjalani puncak ibadah haji tidak terlepas dari dukungan petugas kloter, tenaga kesehatan, serta kedisiplinan jamaah dalam menjaga kondisi fisik dan mengikuti arahan petugas.
Usai menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, jemaah kini memusatkan perhatian pada pelaksanaan tawaf, memperbanyak zikir, doa, serta berbagai ibadah sunah lainnya di Masjidilharam.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kampar Dirhamsyah menyampaikan rasa syukur atas kelancaran pelaksanaan ibadah haji jemaah asal Kampar hingga saat ini.
Ia menegaskan bahwa seluruh petugas haji terus berupaya memberikan pelayanan optimal, baik dalam pembinaan ibadah, pelayanan kesehatan, maupun pendampingan selama jemaah berada di Tanah Suci.
“Alhamdulillah, seluruh jemaah haji Kampar dapat menjalani rangkaian ibadah Armuzna dengan baik. Saat ini mereka telah kembali ke Makkah dan melanjutkan ibadah tawaf serta amalan lainnya. Kami terus mengingatkan jemaah untuk menjaga kesehatan, memperbanyak konsumsi air putih, mengatur waktu istirahat, dan selalu mengikuti arahan petugas,” katanya.
Dirhamsyah juga mengajak masyarakat Kabupaten Kampar untuk terus mendoakan para jemaah agar diberikan kesehatan, kemudahan dalam menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji, serta dapat kembali ke Tanah Aair dengan selamat dan memperoleh haji yang mabrur.
“Semoga seluruh jemaah haji Kampar senantiasa diberikan kekuatan dan kesehatan hingga menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji, serta kembali ke kampung halaman dengan membawa keberkahan bagi diri, keluarga, masyarakat, dan daerah,” tuturnya.
Menhaj Minta Tak Ada Delay
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mengantar langsung kepulangan kloter-kloter awal jemaah haji Indonesia ke Tanah Air, Senin (1/6) dini hari Waktu Arab Saudi (WAS). Selain memberikan souvenir secara simbolis, Irfan juga menyapa sejumlah jemaah haji yang bersiap kembali usai menunaikan rukun Islam kelima.
Atas nama Kementerian Haji dan Umrah yang melayani para jemaah haji Indonesia, Irfan menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan dan keterlambatan selama para jemaah berada di Tanah Suci.
“Mungkin ada petugas kami yang karena terlalu capek sehingga tidak terlalu ramah, saya sebagai penanggung jawab terakhir mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Senin (1/6) dini hari Waktu Arab Saudi.
Dalam kesempatan itu, Irfan mengingatkan dua maskapai yang melayani jemaah haji Indonesia untuk menjaga on time performance di setiap penerbangan. “Tidak ada keterlambatan-keterlambatan yang tidak perlu. Apalagi harus delay sampai berganti hari,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi kedisiplinan jamaah haji dalam mempersiapkan kepulangan mereka. Usai berbincang dengan para jemaah, Irfan mengatakan para jemaah haji terlihat senang dan gembira atas layanan haji tahun ini. “Kami berusaha sekuat tenaga mewujudkan layanan terbaik dan alhamdulillah jemaah juga bisa merasakan upaya-upaya kita,” lanjutnya.
Ke depan, ia berjanji mengevaluasi seluruh kekurangan yang ada dalam pelayanan haji tahun ini. Terutama pelayanan di fase Mina, yang menurut Irfan masih jauh dari kata memuaskan. Juga pelayanan saat penerapan istitaah haji yang menurut dia belum signifikan.(ilo/kom/jpg)
Editor : Arif Oktafian