Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penjahit Seragam Batik dan Melayu Ditunjuk Khusus 

Soleh Saputra • Rabu, 3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Delisis Hasanto
Delisis Hasanto

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Menyikapi adanya temuan Inspektorat Riau terkait kelebihan bayar seragam sekolah di beberapa SMAN di Riau, Ketua Forum Musyawarah Kerja  Komite Sekolah (FMK2S) SMAN, SMKN dan SLBN Provinsi Riau Ir. H. Delisis Hasanto, MM  menyebutkan bahwa permasalahan kelebihan bayar tersebut ditemukan pada seragam melayu dan batik.

Permasalahan tersebut muncul diawali dengan adanya keluhan dari orangtua siswa yang anaknya mendapatkan baju melayu yang tidak sesuai ukuran. Selain itu, baju tersebut juga jahitannya tidak sempurna.

“Awalnya ada orangtua yang melapor ke Pak Plt gubernur terkait baju melayu yang kualitas jahitannya rendah. Kemudian pak gubernur memerintahkan inspektorat untuk melakukan pemeriksaan,” katanya.

Baca Juga: PLN UIP Sumbagteng Perkuat Sinergi Lewat Media MeetUp 2026

Dari hasil pemeriksaan tersebut, diketahui bahwa yang tidak sesuai dengan spesifikasi yakni baju melayu dan baju batik. Di mana, khusus untuk dua baju ini, dibuat secara kolektif sesuai arahan rapat dengan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).

“Kami tidak tahu siapa penjahitnya, dan kami tidak tahu pula warna serta bentuknya saat itu. Dan ternyata, baju yang dikirim ke sekolah itu benar-benar tidak masuk akal dan tidak bisa kami terima. Kami kecewa semuanya, dan apa yang disampaikan Pak Plt Gubernur itu benar. Bajunya ada yang gagal jahit, ukurannya tidak sesuai,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakannya, khusus untuk baju melayu tersebut, dari pihak penjahit masing-masing baju dihargai Rp160 ribu. Sedangkan disekolah sudah ditetapkan ada yang Rp250 hingga Rp300 ribu. Khusus untuk di SMAN 8 Pekanbaru ditetapkan Rp250 ribu. 

Baca Juga: Cuaca Berpotensi Ekstrem, BPBD Kampar Imbau Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan

“Jadi ada kelebihan bayar orangtua itu sampai Rp90 ribu. Kemudian untuk baju batik Riau kelebihan bayar juga Rp50 ribu, di mana pihak penjahit menetapkan harga Rp300 ribu, sementara hasil kesepakatan dengan orangtua Rp350 ribu,” jelasnya. 

Diperkirakan uang yang dikembalikan tukang jahit ke orang tua atau wali peserta didik sebesar Rp72.150.000. Khusus untuk di SMAN 8 Pekanbaru. Karena itu, pihaknya saat ini sedang mempercepat proses pengembalian kelebihan bayar tersebut dari pihak penjahit ke orangtua peserta didik.

 Jika dirunut lebih jauh kebelakang, saat penetapan harga seragam sekolah tersebut pihak orangtua tidak keberatan dengan catatan kualitas baju seragam bagus.

Baca Juga: RS Awal Bros Pekanbaru Terima Penghargaan Menteri Kesehatan RI

“Saat rapat penetapan harga seragam dulu, orangtua tidak ada yang protes. Tapi dengan catatan kualitas bajunya premium, nyaman bajunya, bahannya bagus. Tidak ada problem saat itu,” paparnya. (sol)

Editor : M. Erizal
#temuan inspektorat riau #inspektorat riau #seragam sekolah