Berikut ulasan nama penari pacu jalur nan mendunian lewat tren Aura Farming di media sosial, khususnya TikTok pada medio 2025 ini.
Tradisi Pacu Jalur, merupakan lomba dayung perahu tradisional khas Kuantan Singingi, Riau kini lagi tren tarian anak pacu yang viral dikenal sebagai "Boat Kid Aura Farming,".
Tarian yang dilakukan seorang anak-anak di ujung depan perahu (jalur) saat lomba berlangsung. Dalam lomba Pacu Jalur ini, perahu panjang yang disebut jalur didayung oleh puluhan orang, sementara seorang anak yang disebut Anak Coki atau Tukang Tari berdiri di ujung depan perahu untuk menari.
Ya, Anak Coki disebut masyarakat lokal bagi penari Pacu Jalur nan viral tersebut. Tarian Anak Coki bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki fungsi penting, yakni memberikan semangat kepada para pendayung dan menginformasikan posisi perahu dalam perlombaan.
Ketika Anak Coki menghadap ke belakang, itu menandakan dorongan semangat kepada pendayung. Jika menghadap ke depan, itu pertanda perahu sedang memimpin. Saat finish, anak ini kerap bersujud syukur jika perahu mereka menang.
Pemilihan anak-anak untuk peran ini bukan tanpa alasan, tubuh mereka yang ringan membantu menjaga keseimbangan perahu. Tarian mereka yang lincah, seperti gerakan ular atau naga, menambah daya tarik visual dan kini menjadi sorotan di media sosial.
Tarian Anak Coki terlihat sederhana namun penuh energi. Mereka berdiri di ujung jalur, bergerak lincah dengan tangan dan tubuh yang berayun mengikuti irama musik tradisional atau ketipan pendayung.
Gerakan mereka sering kali menyerupai liukan ular, naga, atau gerakan ritmis lainnya yang mencerminkan semangat dan dinamika lomba.
Kadang, mereka hanya berayun pelan saat perahu masih berimbang dengan lawan, namun gerakan menjadi lebih ekspresif dan penuh aura ketika perahu unggul.
Istilah aura farming muncul dari netizen yang menganggap tarian ini memancarkan karisma dan energi positif yang kuat, seolah-olah anak-anak ini mengumpulkan aura untuk tim mereka.
Lantas, selain Anak Coki, siapa lagi yang berdiri di perahu yang melaju saat perlombaan? Ternyata yang berdiri bukan saja penari Pacu Jalur di bagian depan saat perlombaan.
Di bagian tengah jalur, terlihat seorang laki-laki yang berdiri diantara anak pacuan. Dia disebut tukang timbo ruang. Sambil meniupkan pluit dari mulutnya, tangannya memberikan aba-aba pada anak pacuan.
Menambah kecepatan jalur agar bisa mengejar maupun meninggalkan jalur lain yang menjadi lawan tanding.
Si tukang timbo ruang pun sesekali terlihat membuang air yang masuk ke dalam jalur dan memukul pelepah pinang tua yang dibawa.
Sementara di bagian belakang jalur, juga berdiri tegak seorang laki-laki dewasa, disebut Tukang Onjai.
Nah, Tukang Onjai ini sambil memegang selembayung jalur (ekor jalur red), laki-laki itu memberikan aba-aba arah jalur yang dipacukan agar tidak melenceng.
Begitulah pemandangan yang terlihat tak kala perpacuan jalur digelar di Kuantan Singingi setiap tahun.(dac/egp)