Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Penari Pacu Jalur Mendunia lewat Tren Aura Farming Disebut Anak Coki, Ternyata Ada Tiga Orang Berdiri dalam Setiap Perlombaan, Ini Nama dan Fungsinya

Redaksi • Kamis, 3 Juli 2025 | 00:15 WIB

 

Dua jalur saat berlaga menuju pancang finish dalam suatu even, beberapa waktu lalu.
Dua jalur saat berlaga menuju pancang finish dalam suatu even, beberapa waktu lalu.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tradisi Pacu Jalur di Sungai Kuantan, Kabupaten Kuansing, Provinsi Riau telah berumur ratusan tahun. Tradisi Pacu Jalur kini tengah mendunia lewat tren Aura Farming, karena adanya penari bocah di bagian depan perahu saat pertandingan. Apa namanya bocah penari tersebut? Ternyata bukan satu orang saja berdiri saat perahu melaju, namun ada tiga.
 
Berikut ulasan nama penari pacu jalur nan mendunian lewat tren Aura Farming di media sosial, khususnya TikTok pada medio 2025 ini.
 
Tradisi Pacu Jalur, merupakan lomba dayung perahu tradisional khas Kuantan Singingi, Riau kini lagi tren tarian anak pacu yang viral dikenal sebagai "Boat Kid Aura Farming,". 
 
Baca Juga: Tarian Anak Pacu Jalur Sungai Kuantan Boat Kid Aura Farming Viral di TikTok, KSI dan PSG Ikut Meramaikan Tren

Tarian yang dilakukan seorang anak-anak di ujung depan perahu (jalur) saat lomba berlangsung. Dalam lomba Pacu Jalur ini, perahu panjang yang disebut jalur didayung oleh puluhan orang, sementara seorang anak yang disebut Anak Coki atau Tukang Tari berdiri di ujung depan perahu untuk menari. 
 
Ya, Anak Coki disebut masyarakat lokal bagi penari Pacu Jalur nan viral tersebut. Tarian Anak Coki bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki fungsi penting, yakni memberikan semangat kepada para pendayung dan menginformasikan posisi perahu dalam perlombaan.
 
Ketika Anak Coki menghadap ke belakang, itu menandakan dorongan semangat kepada pendayung. Jika menghadap ke depan, itu pertanda perahu sedang memimpin. Saat finish, anak ini kerap bersujud syukur jika perahu mereka menang. 
 
Baca Juga: Anak Pacu Jalur Cakaran Garuda Baru Atom Meninggal saat Latihan Bersama di Desa Siberakun Benai

Pemilihan anak-anak untuk peran ini bukan tanpa alasan, tubuh mereka yang ringan membantu menjaga keseimbangan perahu. Tarian mereka yang lincah, seperti gerakan ular atau naga, menambah daya tarik visual dan kini menjadi sorotan di media sosial.
 
Tarian Anak Coki terlihat sederhana namun penuh energi. Mereka berdiri di ujung jalur, bergerak lincah dengan tangan dan tubuh yang berayun mengikuti irama musik tradisional atau ketipan pendayung. 
 
Gerakan mereka sering kali menyerupai liukan ular, naga, atau gerakan ritmis lainnya yang mencerminkan semangat dan dinamika lomba. 
 
Baca Juga: 121 Tahun Pacu Jalur Kuantan Singingi: Dari Sarana Transportasi Rakyat Jadi Wisata Nasional (1)
 
Kadang, mereka hanya berayun pelan saat perahu masih berimbang dengan lawan, namun gerakan menjadi lebih ekspresif dan penuh aura ketika perahu unggul. 
 
Istilah aura farming muncul dari netizen yang menganggap tarian ini memancarkan karisma dan energi positif yang kuat, seolah-olah anak-anak ini mengumpulkan aura untuk tim mereka.
 
Lantas, selain Anak Coki, siapa lagi yang berdiri di perahu yang melaju saat perlombaan? Ternyata yang berdiri bukan saja penari Pacu Jalur di bagian depan saat perlombaan. 
 
Baca Juga: 121 Tahun Pacu Jalur Kuantan Singingi: Tradisi Maelo Jalur yang Mulai Hilang (2)
 
Juga ada yang berdiri di bagian tengah dan di bagian paling belakang. Yang berdiri di bagian tengah saat Pacu Jalur disebut Tukang Timbo dan berdiri di bagian belakang disebut Tukang Onjai.
 
Di bagian tengah jalur, terlihat seorang laki-laki yang berdiri diantara anak pacuan. Dia disebut tukang timbo ruang. Sambil meniupkan pluit dari mulutnya, tangannya memberikan aba-aba pada anak pacuan. 
 
Menambah kecepatan jalur agar bisa mengejar maupun meninggalkan jalur lain yang menjadi lawan tanding.  
 
Baca Juga: Pacu Jalur Rayon III Pangean, 105 Tim Sudah Mendaftar, Panitia Matangkan Persiapan
 
Si tukang timbo ruang pun sesekali terlihat membuang air yang masuk ke dalam jalur dan memukul pelepah pinang tua yang dibawa. 
 
Sementara di bagian belakang jalur, juga berdiri tegak seorang laki-laki dewasa, disebut Tukang Onjai. 
 
Nah, Tukang Onjai ini sambil memegang selembayung jalur (ekor jalur red), laki-laki itu memberikan aba-aba arah jalur yang dipacukan agar tidak melenceng. 
 
Baca Juga: Jalur Mini Bintang Muara Menjuarai Pacu Jalur Tepian Duo Muaro, Tuan Rumah Raih Kemenangan
 
Begitulah pemandangan yang terlihat tak kala perpacuan jalur digelar di Kuantan Singingi setiap tahun.(dac/egp)
 
 
Editor : Eka G Putra
#Tukang onjai #Aura Farming Tarian Perahu #kuansing riau #Penari pacu jalur #sungai kuantan #Tren aura farming #Sejarah pacu jalur #Penari pacu jalur disebut #Anak coki #Tradisi Pacu Jalur #anak pacu #Aura Farming