Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jelang Idulfitri 1447 H, Kondisi Jalan Poros Pulau Bengkalis Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Bantan Sari Perbaiki Jalan Secara Swadaya

Abu Kasim • Minggu, 15 Maret 2026 | 15:15 WIB

 

Kondisi jalan poros Pulau Bengkalis tepatnya di Desa Bantan Air sampai menuju ke Desa Muntai Barat kondisinya memprihatinkan, jelang Idulfitri tidak ada tanda-tanda perbaikan oleh instansi terkait
Kondisi jalan poros Pulau Bengkalis tepatnya di Desa Bantan Air sampai menuju ke Desa Muntai Barat kondisinya memprihatinkan, jelang Idulfitri tidak ada tanda-tanda perbaikan oleh instansi terkait

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Menjelang hari raya Idulfitri 1447 Hijriah, kondisi jalan poros di Pulau Bengkalis tak kunjung diperbaiki. Kondisi itu membuat kahwatir masyarakat saat bepergian merayakan Lebaran.

Kendati demikian, karena tak ingin jalan yang rusak susah dilewati masyarakat saat merayakan hari raya Idulfitri, warga Desa Batan Sari melakukan penimbunan jalan secara swadaya, khususnya di jalan alternatif penghubung desa, dari Desa Bantan Air menuju Desa Bantan sari dan Bantan Timur, Kecamatan Bantan.

Warga secara patungan membeli campuran pasir dan batu (sirtu) kemudian ditimbunkan ke jalan yang rusak, berlubang dalam sehingga mudah dilewati.

"Ini bentuk perhatian masyarakat terhadap kondisi jalan alternatif melalui desa kami. Karena jalan poros tak bisa dilewati, karena banyak lubang menganga dan bahkan besinya yang timbul," ujar Safii, seorang warga Desa Bantan Sari, di sela-sela penimbunan jalan rusak di Desa Bantan Sari, Sabtu (14/3/2026).

Ia menyebutkan, kondisi jalan poros antara Desa Bantan air, Bantan Sari, Bantan Timur sampai ke Muntai Barat kondisinya sangat memprihatinkan.

Makanya salah satu jalan alternatif menuju ke arah Muntai Barat adalah jalan desa Bantan Sari.

"Makanya kami mengambil alternatif memperbaiki jalan, agar selama perayaan Idul Fitri berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya.

Sedangkan dari pantauan di lapangan, Ahad (15/3/2026) kondisi jalan poros yang sudah lama tak tersentuh pembangunan ini, jaraknya sangat panjang dan mencapai 13 kilometer.

Saat musim kemarau, selain menimbulkan debu juga jalan tersebut sudah dilewati, karena permukaan jalan yang tak datar dan ditambah timbunan tanah yang disusun kayu menyerupai gundukan tanah yang cukup tinggi di tengah jalan.

"Ya, beberapa hari lalu sempat ada ibu-ibu yang terjatuh saat mengendarai sepeda motor dan mengalami luka parah di titik jalan rusak di Desa Batan Air. Kondisi jalan rusak ini sudah cukup lama tidak diperbaiki," ujar Yanto, salah seorang warga Desa Muntai, Ahad (15/3/2026).

Ia menyebutkan, setiap hari melintasi jalan tersebut namun kondisinya sangat prihatinkan. Jika kemarau saat ini berdebu dan semua besi dan kayunya timbul semua.

Sedangkan kalau musim hujan becek dan air menggenangi jalan berlobang, sehingga tak tau mana jalan yang bagus atau tidak.

Menurutnya, kalau tak hati-hati maka kecelakaan selalu mengintai pengguna jalan lintas kabupaten. Jalan poros ini merupakan satu-satunya akses masyarakat untuk menuju ke desa Muntai Barat maupun sebaliknya.

"Kalau kami mau ke daerah Pambang dan harus memutar arah ke Desa Ulu Pulau menuju desa penebal kecamatan Bengkalis sangat jauh, makanya mau tak mau ya harus lewat jalan poros utama, selain jaraknya dekat juga masih bisa dilalui sepeda motor dengan kecepatan rendah," ujarnya.

Sementara itu, Ihsan salah seorang warga Desa Bantan Timur juga mengharapkan, ada perhatian pemerintah dalam memperbaiki jalan poros tersebut.

Masyarakat berharap menjelang hari raya Idul Fitri hendaknya dapat diperbaiki atau ditimbun dengan sirtu, agar jalannya rata dan tidak menimbulkan kecelakaan.

"Kami minta sebelum hari raya ini diperbaiki. Ditimbun atau diratakan dengan menggunakan alat berat. Karena saat ini lebaran, mobilitas masyarakat untuk bersilaturahmi sangat tinggi," harapnya.

Terhadap kondisi itu, Kepala Dinas PUPR Bengkalis, Supardi mengatakan, karena kondisi keuangan daerah yang masih sulit, maka untuk anggaran pembangunan jalan poros di Pulau Bengkalis belum bisa dikerjakan dalam tahun ini.

Meski sudah diprogramkan untuk kelanjutan pembangunanya, namun karena keterbatasan anggaran maka akan dilakukan secara bertahap.

"Mudah-mudahan tahun depan anggaran kita membaik, maka kita akan melanjutkan pembangunan jalan poros pulau Bengkalis yang jaraknya tidak banyak lagi," ujarnya.

Ia menyebutkan, untuk jalan di kota Bengkalis sudah mulai dilakukan perbaikan dengan cara tambal sulam. Sehingga saat hari raya nanti sudah nyaman dilewati. (ksm)

Editor : M. Erizal
#jalan rusak #swadaya perbaiki jalan #pulau bengkalis #bengkalis