BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Setelah selama beberapa pekan mampu bertahan di harga tertinggi Rp120 ribu, kini harga cabai merah kriting asal Bukittinggi Sumbar dan lokal mulai stabil di Pasar Terubuk Bengkalis. Namun sebaliknya, harga sayuran lokal masih dijual dengan harga relatif tinggi, akibat terbatasnya pasokan dan pengaruh cuaca di daerah penghasil.
Yuni, salah seorang pedagang sayur di Pasar Terubuk Bengkalis mengatakan, harga cabai merah keriting saat ini berada pada kisaran Rp75 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram (kg). Harga tersebut turun dibandingkan pekan sebelumnya yang sempat mencapai Rp90 ribu hingga Rp100 ribu per kg.
Sementara itu, harga cabai rawit masih bertahan di kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kg, dengan harga eceran tertinggi mencapai Rp80 ribu per kg.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Kuansing Prihatin Pekat Merajalela di Telukkuantan
Ia mengatakan, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah sayuran yang didatangkan dari Bukittinggi, seperti bunga kol, buncis, daun sop, dan bawang prei.
“Ya, kalau sayur-sayur asal Bukittinggi, mungkin karena cuaca musim hujan ada perubahan harga. Seperti bunga kol, buncis, daun sop, bawang prai mengalami kenaikan sedikit dari pekan sebelumnya,” jelasnya, Selasa (3/11/2026).
Selain sayuran dari luar daerah, pasokan sayuran lokal di Pasar Bengkalis juga masih terbatas. Kondisi ini dipengaruhi kemarau ekstrem yang terjadi sebelumnya sehingga banyak petani belum melakukan penanaman.
Baca Juga: Oknum ASN di Sungai Mempura Garap Anak Tetangga Kelas 6 SD, Diajak Nonton Film Porno
Meski saat ini petani mulai kembali menanam, hasil panen belum mencukupi kebutuhan pasar. Akibatnya, beberapa sayuran lokal seperti timun, pare, dan kacang panjang masih dijual dengan harga relatif tinggi.
Yuni mengatakan, sejumlah sayuran lokal masih mengalami kenaikan harga karena pasokannya belum kembali normal. Seperti bayam per ikatnya Rp5 ribu, sawi Rp10 ribu per ikat, periya Rp16 ribu per kg.
“Kalau untuk sayur-sayur lokal memang saat sekarang ini masih agak kurang. Mungkin faktor cuaca kemarau ekstrem kemarin, banyak yang belum menanam. Ini sudah mulai pada menanam, tetapi harga-harga masih tinggi,” ujarnya.
Baca Juga: Kasus 3 Anggota DPRD dari Gerindra Nyabu, Habiburokhman: Sudah Dipecat
Kondisi tersebut turut menjadi perhatian masyarakat, khususnya ibu rumah tangga yang harus menyesuaikan pengeluaran belanja dengan harga kebutuhan dapur.
Pedagang berharap pasokan sayuran kembali meningkat seiring mulai aktifnya kegiatan pertanian, sehingga harga berbagai komoditas di Pasar Terubuk Bengkalis dapat berangsur turun dan lebih terjangkau masyarakat.
Sedangkan Santi, salah seorang pembeli juga mengaku harga sejumlah bahan pokok di pasaran masih tinggi. Meski harga cabai mengalami penurunan sedikit, namun sangat membantu mengurangi pengeluaran memasuk di dapur.
"Memang agak turun, tapi belum signifikan turunnya. Pihaknya berharap harga semua kebutuhan kembali normal," ujarnya.(ksm)
Editor : Edwar Yaman