Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Hilal Tak Terlihat di Dumai, Ini Penjelasan Kemenag Riau

Joko Susilo • Rabu, 18 Februari 2026 | 09:59 WIB
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama  Riau Muliardi beserta pihak terkait memantau hilal di Rofftop Hotel Sonaview Dumai, Selasa (17/2/2026). Foto kiri, personel Lembaga Falakiyah PWNU Jakarta
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Riau Muliardi beserta pihak terkait memantau hilal di Rofftop Hotel Sonaview Dumai, Selasa (17/2/2026). Foto kiri, personel Lembaga Falakiyah PWNU Jakarta

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Rooftop Hotel Sonaview, Kota Dumai menjadi salah satu titik strategis pelaksanaan rukyatulhilal di Provinsi Riau. Dari ketinggian gedung tersebut, tim pemantau mengarahkan pandangan ke ufuk barat untuk melakukan observasi penentuan awal bulan hijriah.

Berdasarkan data hisab, matahari terbenam pada pukul 18:31:07 WIB dengan azimut 258°07”16’. Sementara bulan terbenam lebih dahulu pada pukul 18:27:17 WIB dengan azimut 257°07”50’. Dengan demikian, bulan sudah berada di bawah ufuk sekitar empat me­nit sebelum matahari terbenam.

Pengamatan dilakukan di koordinat 01°40’52” Lintang Utara dan 101°26’29” Bujur Timur. Titik ini dipilih karena memiliki cakrawala barat yang relatifemenuhi syarat untuk pelaksanaan rukyat di wilayah pesisir Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Riau Muliardi bersama Kabag Tata Usaha, Kabid Urais dan staf, Kepala Kantor Kemenag Dumai, Kasi Bimas, Kepala KUA, Penghulu, dan penyuluh Kota Dumai, MUI, NU, LDII, dan ormas lainnya.

Ketua Tim Kemasjidan,  Hisab Rukyat, dan Binsyar Khairulnas menyebutkan dalam proses observasi, tim menggunakan teleskop vixen sebagai alat bantu optik utama serta theodolit untuk memastikan ketepatan arah azimut dan posisi benda langit.

Khairulnas menyampaikan, secara astronomis peluang terlihatnya hilal memang sangat kecil karena posisi bulan lebih dahulu terbenam. “Berdasarkan data hisab dan hasil pengamatan di lapangan, bulan sudah terbenam lebih dulu sebelum matahari. Hingga batas waktu rukyat, hilal tidak terlihat,” ujarnya.

Sementara itu, Khairulnas menambahkan bahwa tim telah melakukan pengamatan sesuai prosedur yang berlaku. “Kami menggunakan teleskop vixen dan theodolit untuk memastikan arah dan posisi pengamatan sudah tepat. Namun karena bulan sudah berada di bawah ufuk saat matahari terbenam, maka hilal tidak dapat dirukyat,” jelasnya.

Salat Tarawih Perdana

Warga Muhammadiyah sudah melaksanakan Salat Tarawih di sejumlah masjid di berbagai kota, termasuk di Pekanbaru, Selasa (17/2). Seperti yang terlihat di Masjid Taqwa Jalan Srikandi dan Masjid Al Fida Jalan KH Ahmad Dahlan.

Ratusan jemaah tampak mulai mendatangi masjid sebelum pelaksanaan Salat Isya. Setelah dilaksanakan Salat Isya berjemaah, kemudian dilaksanakan santapan rohani Ramadan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Salat Tarawih berjemaah.

Ustadz Burhan dalam tausiahnya di Masjid Taqwa menyampaikan materi tentang persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Ia menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan puasa, tetapi bulan pembinaan diri secara menyeluruh. Oleh karena itu, setiap muslim perlu melakukan persiapan yang matang agar dapat meraih keberkahan dan kemuliaan Ramadan secara maksimal. 

“Persiapan tersebut meliputi lima aspek utama. Pertama, persiapan ruhiyah (hati kita). Ramadan harus disambut dengan hati yang bersih dan penuh kerinduan. Persiapan ini dilakukan dengan memperbanyak taubat dan istigfar. Membersihkan hati dari iri, dengki, dan permusuhan. Meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT dan menumbuhkan rasa syukur karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadan,” ujarnya. 

Kemudian selanjutnya yakni persiapan amaliyah. Sebelum Ramadan tiba, seorang mhendaknya mulai membiasakan diri dengan amal saleh, seperti membiasakan puasa sunah, meningkatkan tilawah Al-Qur’an, membiasakan salat berjemaah dan qiyamul lail serta memperbanyak sedekah.


“Selanjutnya, persiapan ilmiyah (ilmu dalam beribadah). Setiap ibadah harus dilandasi ilmu agar tidak keliru. Persiapan ilmiyah meliputi mempelajari fiqih puasa dan zakat. Memahami tata cara Salat Tarawih dan ibadah lainnya. Mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa dan yang mengurangi pahala,” sebutnya.

Keempat, persiapan malliyah (harta kita). Ramadan juga berkaitan dengan ibadah yang memerlukan harta, seperti zakat, infak, dan sedekah. Karena itu perlu mempersiapkan dana untuk zakat fitrah dan zakat mal, menyisihkan harta untuk berbagi kepada fakir miskin. Mendukung kegiatan sosial dan dakwah.

“Kelima, persiapan jasadiyah (tubuh dan kesehatan). Tubuh yang sehat menunjang optimalnya ibadah. Persiapan jasadiyah dilakukan dengan menjaga pola makan dan istirahat, melatih diri berpuasa agar tubuh terbiasa, dan menjaga kesehatan fisik agar kuat menjalankan tarawih dan ibadah lainnya,” pesannya.(ilo/sol)

Editor : Arif Oktafian
#hilal tak terlihat #kemenag riau #dumai #pekanbaru #pemantauan hilal