JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Ambisi memperkuat industri kendaraan niaga nasional terus dipacu. Hino Motors Ltd menggenjot produksi lokal, namun ketergantungan komponen impor masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Isu itu mencuat dalam pertemuan Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza dengan manajemen Hino Jepang dan Indonesia. Fokusnya, memperkuat manufaktur sekaligus mendorong Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor.
Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Singho Sakai menegaskan, komitmen tersebut. Hingga kini, investasi Hino di Indonesia mencapai 112,5 juta dolar AS. “Kapasitas produksi kami di Indonesia saat ini mencapai 75.000 unit per tahun dengan dukungan investasi yang terus kami tingkatkan,” ujarnya di Jakarta, Ahad (19/4).
Baca Juga: Ekspor CPO Indonesia Melonjak 26,40 Persen, Sentuh USD 4,69 Miliar
Namun, peningkatan produksi lokal belum sepenuhnya diikuti kemandirian komponen. Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) masih berada di kisaran 44,35 persen hingga 57,26 persen untuk sebagian besar produk. Meskipun demikian, Hino mulai mencatat kemajuan. Untuk enam tipe kendaraan, TKDN telah mencapai 71,85 persen.
“Peningkatan kandungan lokal kami lakukan bertahap dengan melibatkan industri komponen dalam negeri,” kata Sakai. Tantangan terbesar ada pada komponen berteknologi tinggi yang masih didominasi pasokan luar negeri.
Di sisi lain, Hino membidik Indonesia sebagai basis ekspor kendaraan niaga. Strategi ini dinilai realistis, mengingat pasar regional yang terus tumbuh. “Kami melihat Indonesia memiliki potensi besar sebagai basis produksi kendaraan niaga untuk pasar regional maupun global,” tambahnya.(bry/dio/jpg)
Editor : Arif Oktafian