KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Elevasi waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang di Kabupaten Kampar terus mengalami peningkatan seiring tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Kampar dan daerah hulu waduk dalam beberapa hari terakhir.
Hingga Sabtu (10/1/2025) pukul 13.00 WIB, elevasi waduk tercatat mencapai 81,50 meter di atas permukaan laut (mdpl). Karena elevasi waduk masih tergolong tinggi, pihak pengelola PLTA Koto Panjang masih membuka dua pintu pelimpahan (spillway) dengan ketinggian masing-masing 50 sentimeter untuk mengendalikan debit air.
Manager PLTA Koto Panjang, Dhani Irwansyah, menjelaskan bahwa kenaikan elevasi waduk dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang berdampak langsung pada bertambahnya debit air masuk ke waduk (inflow).
Baca Juga: PSPS Pekanbaru Gagal Amankan Poin, Sumsel United Menang lewat Gol di Injury Time
“Pada pukul 13.00 WIB, inflow waduk tercatat sebesar 676,02 meter kubik per detik (m³/s). Sementara itu, outflow atau debit air yang dikeluarkan melalui turbin sebesar 224,95 m³/s dan melalui spillway dengan bukaan dua pintu masing-masing 50 cm sebesar 143,50 m³/s. Total outflow mencapai 368,45 m³/s,” jelas Dhani.
Ia menambahkan, pada pagi hari di tanggal yang sama, tepatnya pukul 07.00 WIB, elevasi waduk berada di angka 81,41 mdpl. Saat itu, inflow waduk bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 792,96 m³/s. Adapun outflow turbin sebesar 341,89 m³/s dan outflow spillway tetap sebesar 143,50 m³/s, sehingga total outflow mencapai 485,39 m³/s.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar memastikan bahwa kondisi sungai-sungai utama di wilayah Kampar masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kampar, Azwan, melalui Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB), Adi Candra Lukita, menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan kejadian banjir yang diterima dari pihak kecamatan maupun desa.
“Kondisi Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung masih terpantau aman. Belum ada laporan banjir dari wilayah kecamatan atau desa,” ujar Adi Candra.
Meski demikian, BPBD Kabupaten Kampar tetap mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di bantaran Sungai Kampar, Sungai Subayang, dan Sungai Tapung, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir. Pasalnya, saat ini masih berada pada musim hujan sehingga debit air sungai dapat meningkat sewaktu-waktu.
Baca Juga: Bertandang ke Jakabaring, PSPS Pekanbaru Unggul 2-1 atas Sumsel United di Babak Pertama
“Kami mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai untuk terus waspada dan memantau informasi resmi dari pemerintah maupun pihak terkait,” tegasnya.(kom)
Editor : Edwar Yaman