Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Viral! Jembatan Penghubung Dua Desa di XIII Koto Kampar Rusak Parah

Kamaruddin • Rabu, 14 Januari 2026 | 12:18 WIB
Kondisi jembatan penghubung Desa Lubuk Agung–Desa Ranah Sungai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, pertengahan Januari 2026.
Kondisi jembatan penghubung Desa Lubuk Agung–Desa Ranah Sungai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar, pertengahan Januari 2026.

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Video kondisi jembatan penghubung Desa Lubuk Agung–Desa Ranah Sungai di Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, yang rusak parah dan membahayakan warga, viral di TikTok. Jembatan vital yang telah rusak lebih dari satu tahun itu kini mendapat perhatian serius setelah Polda Riau turun tangan.

Jembatan yang sudah mengalami kerusakan lebih dari satu tahun itu merupakan akses vital masyarakat, mulai dari aktivitas sehari-hari, jalur anak-anak menuju sekolah, hingga akses warga untuk beribadah ke masjid.

Kepala Desa Lubuk Agung, Heryanto membenarkan kondisi jembatan tersebut sudah lama rusak dan selama ini hanya mendapatkan penanganan darurat.

“Jembatan itu memang sudah lebih dari satu tahun rusak. Selama ini hanya dilakukan perbaikan sementara menggunakan dana kebencanaan,” kata Heryanto, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, jembatan sepanjang sekitar 11 meter tersebut awalnya merupakan jembatan kayu dan menjadi satu-satunya akses penghubung dua desa. Karena perannya yang sangat penting, kerusakan jembatan dinilai sangat mengganggu aktivitas masyarakat.

“Jembatan ini sangat urgen karena digunakan anak-anak sekolah dan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Heryanto menegaskan, jembatan tersebut berstatus sebagai jembatan kabupaten dan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten Kampar, bukan jalan atau jembatan provinsi.

“Pemerintah desa sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan ke kabupaten, namun terkendala keterbatasan anggaran,” ungkapnya.

Ia menambahkan, perbaikan darurat telah dilakukan sebanyak dua kali akibat kondisi bencana, namun hanya bersifat sementara karena menggunakan material kayu.

Meski demikian, Heryanto mengungkapkan adanya perkembangan positif setelah kondisi jembatan tersebut viral di media sosial. Ia menyebutkan bahwa Polda Riau dijadwalkan turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus memulai penanganan awal.

“Informasi yang kami terima, sore ini tim dari Polda Riau akan turun langsung dan segera melaksanakan pekerjaan perbaikan,” katanya.

Atas respons cepat tersebut, Heryanto menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polda Riau dan Polsek XIII Koto Kampar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek XIII Koto Kampar, Iptu Edi Candra, dan khususnya Kapolda Riau yang cepat tanggap terhadap kondisi jembatan yang sangat dibutuhkan warga,” ucapnya.

Pemerintah Desa Lubuk Agung berharap Pemerintah Kabupaten Kampar dapat memberikan perhatian serius dengan melakukan perbaikan permanen demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat.

“Harapan kami jembatan ini bisa segera diperbaiki secara permanen karena sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek XIII Koto Kampar, Iptu Edi Candra menegaskan, bahwa kondisi jembatan penghubung di Dusun Ampat, Desa Lubuk Agung, sudah tidak layak digunakan dan sangat membahayakan keselamatan warga.

“Jembatan itu bukan hanya rusak parah, tetapi sudah tidak bisa dipakai. Sangat berbahaya jika tetap dilalui masyarakat,” tegas Edi Candra.

Ia menjelaskan, saat ini jembatan tersebut masih digunakan secara darurat melalui swadaya masyarakat, meski kondisinya sangat terbatas. Lebar jembatan hanya sekitar satu meter dan hanya bisa dilalui pejalan kaki serta sepeda motor.

“Jembatan ini merupakan satu-satunya akses bagi warga. Di satu sisi terdapat sekitar 95 kepala keluarga dan di sisi lainnya lebih dari 100 kepala keluarga. Tidak ada jalur alternatif,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Edi Candra memastikan bahwa tim dari Polda Riau bersama Brimob akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta persiapan penanganan.

“Saat ini tim Polda dan Brimob masih melakukan pengecekan jembatan di wilayah lain. Setelah itu, mereka akan langsung menuju Desa Lubuk Agung untuk melihat kondisi jembatan di Dusun Ampat,” tegasnya.(kom)

 

Editor : Edwar Yaman
#Desa ranah sungai #Jembatan lubuk agung #viral #Rusak Parah #jembatan penghubung #jembatan rusak #xiii koto kampar #Jalan rusak kampar