WASHINGTON DC (RIAUPOS.CO) - Untuk pertama kalinya dalam sejarah, empat tim penghuni empat besar Ranking FIFA lolos bersamaan ke semifinal Piala Dunia. Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris mencatatkan sejarah tersebut pada Piala Dunia 2026.
Catatan sejarah lainnya, ini juga menjadi semifinal pertama sejak 1990 yang seluruh pesertanya pernah mengangkat trofi Piala Dunia. Prancis akan menghadapi Spanyol di Arlington, sedangkan Argentina ditantang Inggris di Atlanta.
Di antara keempat semifinalis, Argentina menjadi tim tersukses dengan tiga gelar juara (1978, 1986, 2022). Prancis menyusul dengan dua gelar (1998, 2018), sedangkan Inggris dan Spanyol masing-masing sekali menjadi juara, yakni pada 1966 dan 2010. Total, empat negara tersebut telah mengoleksi 7 trofi Piala Dunia.
Sesuai “Skenario Awal”
Komposisi semifinal ideal itu tidak sepenuhnya lahir secara kebetulan. Pada Piala Dunia 2026 ini, FIFA untuk pertama kalinya menerapkan prosedur undian baru. Yakni dengan menempatkan empat tim berperingkat tertinggi di jalur fase gugur yang berbeda.
Baca Juga: Kritik Rencana 64 Kontestan PD 2030
Menurut FIFA, skema tersebut dibuat untuk “menjaga keseimbangan kompetisi” (competitive balance). Dengan begitu, jika sama-sama menjadi juara grup, maka dua tim peringkat teratas dunia dipastikan tidak akan saling bertemu sebelum final. Sementara itu, empat unggulan teratas baru berpotensi berhadapan mulai babak semifinal.
Jalan Tetap Tidak Mudah
Meski begitu, skema tersebut tidak menjamin tim-tim unggulan melaju dengan mulus. Spanyol, misalnya. Mereka harus menunggu gol penentu pada menit-menit akhir untuk mengalahkan Portugal pada babak 16 Besar dan Belgia di perempat final.
Argentina pun dua kali dipaksa bermain hingga perpanjangan waktu saat menghadapi Tanjung Verde (babak 32 Besar) dan Swiss (perempat final). Bahkan, Albiceleste -julukan Argentina- sempat tertinggal dua gol sebelum bangkit mengalahkan Mesir.
Baca Juga: Gianni Infantino Mengatakan FIFA Akan Meneliti Kemungkinan Piala Dunia dengan 64 Tim
Sementara itu, Inggris sempat tertinggal saat menghadapi RD Kongo sebelum menyingkirkan tuan rumah Meksiko dan Norwegia. Di sisi lain, Prancis menjadi satu-satunya semifinalis yang melaju relatif mulus. Les Bleus -julukan Prancis- bahkan belum kebobolan dalam tiga laga fase gugur menghadapi Paraguay, Swedia, dan Maroko.
Ketatnya persaingan itu sebenarnya sudah diprediksi sejak awal. Pelatih Argentina Lionel Scaloni menilai tidak ada satu pun tim yang benar-benar lebih unggul dibanding peserta lain. “Saya rasa Piala Dunia kali ini sangat sulit bagi semua orang, sepertinya tidak ada yang benar-benar jadi favorit,” ujar Scaloni dikutip dari ESPN sebelum babak 16 besar.
Hal senada disampaikan Lionel Messi. Kapten Argentina ini sangat antusias bisa bertemu Inggris di semifinal. “Ini pertandingan spesial. Ini pertama kalinya bagi saya. Saya pernah bermain melawan semua tim kecuali Inggris. Ini pertandingan yang berbeda, melawan tim dengan tradisi hebat, dan selalu fantastis untuk menjadi bagian dari pertandingan sekaliber ini di semifinal,” kata Messi.(ka/bas/gem)
Laporan JPG, Washington DC
Editor : Arif Oktafian