Membangun Soliditas Team

Redaksi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 10:44 WIB
MACHASN. (Dosen Prodi Dokter Ilmu Manajmen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unri)
MACHASIN. (Dosen Prodi Dokter Ilmu Manajmen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Unri)

Dalam konteks kepemimpinan strategis, Teamwork (Kerja Sama Team) bukan sekadar bekerja bersama-sama, melainkan sebuah sinergi di mana hasil kolektif jauh lebih besar daripada jumlah kontribusi individu. Teamwork merupakan satu kumpulan individu yang ada atau tergabung dalam satu sistem sosial yang lebih besar, seperti organisasi. 

Mereka dapat dikenal dan diidentifikasi oleh mereka sendiri dan juga pihak lain sebagai sebuah tim yang memiliki tujuan bersama, kesepakatan bekerjasama dan standar kerja serta prestasi disepakati bersama. Seorang pemimpin, tugasnya adalah mengubah sekumpulan individu berbakat menjadi satu unit yang kohesi di mana anggota tim saling bergantung satu sama lain dan  mempunyai  rasa kepemilikan bersama terhadap hasil akhir. 

Pertanyaannya, sudahkah Anda yang saat ini memegang kendali kepemimpinan dan kekuasaan mampu mengelola team yang solid sehingga mampu menciptakan sinergi dalam team.  Syarat untuk terciptanya sinergi dalam team, di antaranya setiap anggota memiliki tujuan yang sama, saling percaya,  komunikasi berjalan terbuka, kolaborasi lebih diutamakan daripada persaingan.

Baca Juga: Siapa Berwenang Menghitung Kerugian Keuangan Negara? 

Sinergi membawa banyak kemanfaatan, di antaranya, meningkatkan produktivitas, mempercepat penyelesaian pekerjaan, mengurangi konflik,  mempermudah pemecahan masalah dan meningkatkan kreativitas dan inovasi, serta meningkatkan kualitas pelayanan dan hasil kerja. 

Bagi para pemimpin yang hingga kini masih senang bekerja sendirian (karena menjalankan micro manager) perlu melakukan perubahan kearah terbentuknya spirit kebersamaan melalui manajemen Team. 

Istilah Team singkatan dari  Together  Every  One Achieves  More) ”bersama akan mencapai hasil yang lebih besar” T = Together ( Bersama) bermakna bahwa Kebersamaan adalah fondasi sebuah tim. Setiap anggota menyadari bahwa mereka merupakan bagian dari satu kesatuan yang memiliki tujuan bersama. Implementasi dalam organisasi Menyelaraskan visi dan tujuan. Artinya, Tidak ada keberhasilan tim tanpa kebersamaan.

Baca Juga: Maulid Nabi dan Kelahiran Kembali Kemanusiaan 

E = Every one,  (Soliditas tidak dibangun oleh beberapa orang saja, tetapi oleh kontribusi seluruh anggota tim). Implementasi dalam organisasi menghargai setiap peran. Memberikan kesempatan berpendapat. Mendorong partisipasi aktif. Menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama. 

Artinya setiap anggota adalah bagian penting dari keberhasilan tim. A = achieves (Tim dibentuk untuk menghasilkan pencapaian, bukan hanya untuk berkumpul atau bekerja bersama). Implementasi dalam organisasi Menetapkan target yang jelas. Mengukur hasil kerja. Artinya  soliditas harus menghasilkan kinerja.

M = More ( lebih besar) makna kolaborasi menciptakan hasil yang lebih besar dibandingkan jumlah kontribusi masing-masing individu. Implementasi dalam organisasi menciptakan sinergi antar bidang. Berbagi pengetahuan dan pengalaman. Saling melengkapi kelebihan dan kekurangan. Menghasilkan inovasi melalui kerja sama. Artinya  sinergi menghasilkan nilai tambah. 

Baca Juga: Jerubu 2026: Mengapa Kita Kembali ke Titik yang Sama?

Tim yang solid  dibangun dari suatu perjalanan pengalaman yang kaya dari masing-masing anggota sehingga dapat saling mempengaruhi dan berbagi serta dapat merubah dan membentuk satu pola perilaku baru yang sinergis diantara mereka. kerjasama pada hakekatnya mengkondisikan adanyan dua pihak atau lebih yang berinteraksi secara dinamis untuk mencapai tujuan bersama. 

Peran pemimpin dalam membentuk soliditas team? Pertama, pemimpin menjadi penentu arah dan tujuan tim. Seorang pemimpin strategis bertindak sebagai dirigen, memastikan setiap instrumen bermain di waktu yang tepat. Menetapkan Tujuan Bersama (Shared Goals), memastikan semua orang tahu apa yang sedang diperjuangkan.  

Menjelaskan siapa melakukan apa agar tidak ada tumpang tindih atau pekerjaan yang terabaikan. Pemimpin harus menjelaskan arah organisasi, menetapkan target yang jelas, menyamakan persepsi seluruh anggota. Tim akan bekerja lebih kompak apabila setiap anggota memahami mengapa pekerjaan mereka penting dan bagaimana kontribusinya mendukung keberhasilan organisasi. 

Baca Juga: Ketika Negara Terus Membayar Harga dari Ekonomi yang Tidak Belajar

Kedua, Membangun Kepercayaan (Trust).  Kepercayaan dibangun melalui konsistensi antara perkataan dan tindakan, bersikap adil, terbuka terhadap masukan,  menghargai setiap anggota, menepati komitmen. Kepercayaan adalah fondasi utama soliditas tim. Ketika anggota percaya kepada pemimpinnya, mereka lebih terbuka, lebih berani menyampaikan ide, dan lebih siap bekerja sama. 

Ketiga,  Membangun Komunikasi yang Efektif.  Pemimpin harus menjadi pendengar yang baik. Menyampaikan informasi secara jelas, memberikan umpan balik,  membuka ruang diskusi,  menghindari komunikasi satu arah. Banyak konflik dalam tim sebenarnya bukan disebabkan oleh perbedaan pendapat, melainkan oleh komunikasi yang kurang efektif. 

Keempat, Memberdayakan Anggota Tim. Pemimpin yang baik memberikan kepercayaan, melakukan delegasi,  mengembangkan kompetensi anggota, memberikan kesempatan belajar,  mengapresiasi hasil kerja. Soliditas meningkat ketika setiap anggota merasa dipercaya, dihargai, dan memiliki kesempatan untuk berkembang. 

Baca Juga: Gen Z: Di Ambang Krisis Tujuan Hidup dan Himpitan Ekonomi

Kelima, Memberdayakan Anggota Menjadi Teladan (Leading by Example). Pemimpin harus menunjukkan: integritas, disiplin, profesionalisme, tanggung jawab, semangat kerja, budaya kerja dalam tim umumnya mengikuti perilaku pemimpinnya. Jika pemimpin disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, anggota tim cenderung meneladani perilaku tersebut.  

Setiap organisasi menginginkan anggota tim yang memiliki komitmen tinggi. Namun dalam praktiknya, tidak semua anggota mampu mempertahankan komitmennya. Komitmen yang gagal bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat menurunkan produktivitas tim, menghambat pencapaian tujuan organisasi, serta memicu konflik internal. 

Komitmen yang kuat tidak lahir secara otomatis, tetapi dibangun melalui kepemimpinan yang baik, komunikasi yang efektif, koordinasi yang jelas, dan budaya organisasi yang sehat. Komunikasi, tujuanya untuk mengenal satu sama lain, koordinasi, tujuannya membangun team bersama , komitmen, tujuannya  mempertahankan semangat positif, Konsisten, Tujuannya mempertahankan di jalur yang benar dengan didasarkan pada sikap jujur,  disiplin , menghormati,  melayani,  integritas,  rendah hati,  loyal,  adil,  sopan,  adaptasi dan dapat  dipercaya. 

Baca Juga: Kemerdekaan RI dan Risalah Nabi: Merdeka dari Siapa, Menghamba kepada Siapa?

Dengan team  work yang solid, tantangan menjadi lebih ringan, pekerjaan menjadi lebih bermakna, dan kesuksesan dapat diraih bersama-sama.Team  yang solid tidak hanya bergantung pada anggota yang kompeten, tetapi juga pada kepemimpinan yang mampu mengarahkan, menginspirasi, dan menyatukan seluruh anggota menuju tujuan yang sama. Semoga niat baik membangun soliditas team dapat tercapai.*** 

Editor : Arif Oktafian
Soliditas Tim Teamwork kepemimpinan