Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

532 Ekor Ternak di Riau Sembuh dari PMK

Soleh Saputra • Senin, 18 Mei 2026 | 11:54 WIB
MIMI YULIANI. (JPG)
MIMI YULIANI. (JPG)

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), selama kurun waktu Januari hingga Mei 2026, mencatat terdapat 758 ekor ternak yang terpapar Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Jumlah kasus PMK tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Riau.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dari jumlah tersebut sebanyak 532 ekor telah dinyatakan sembuh, sementara 226 ekor lainnya masih dalam proses penanganan dan pemantauan.

“Alhamdulillah, sebagian besar ternak yang terpapar sudah berhasil sembuh. Saat ini petugas terus melakukan pena­nganan terhadap ternak yang masih sakit agar kondisinya segera pulih,” kata Mimi.

Baca Juga: Perbaikan Ruas Jalan Riau-Sumbar Digesa Delapan Titik Di-Overlay

Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Indragiri Hulu masih menjadi daerah dengan jumlah kasus terbanyak. Tercatat sebanyak 368 ekor ternak terpapar PMK yang tersebar di empat kecamatan dan 12 desa.

“Dari total kasus di Indragiri Hulu, sebanyak 196 ekor sudah sembuh. Sisanya masih dalam penanganan petugas bersama pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabupaten Rokan Hulu menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Dari 155 kasus yang sempat ditemukan, sebanyak 153 ekor ternak telah sembuh dan hanya menyisakan dua kasus aktif.

Baca Juga: Iduladha Serentak 27 MeiTertutup Awan, Hilal di Bengkalis Tak Terlihat

“Ini menunjukkan penanganan yang dilakukan berjalan efektif dan peternak juga semakin aktif melaporkan kondisi ternaknya,” jelas Mimi.

Di Kabupaten Kampar, pemerintah daerah bersama petugas kesehatan hewan juga terus melakukan pemantauan intensif terhadap ternak yang masih terpapar PMK.

“Kampar masih memiliki sejumlah kasus aktif, sehingga pengawasan dan pendampingan kepada peternak terus ditingkatkan,” katanya.

Untuk Kabupaten Siak, 118 ekor ternak yang sebelumnya terpapar PMK, kini telah dinyatakan sembuh. Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai yang saat ini sudah tidak memiliki kasus aktif. “Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa penanganan yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, petugas lapangan, dan peternak memberikan hasil positif,” ungkapnya.

Baca Juga: JCH Manasik Armuzna dan Matangkan Skema Murur

Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Meranti masih terdapat 11 kasus aktif yang saat ini terus ditangani oleh tim kesehatan hewan.

Pemprov Riau mengimbau para peternak untuk tetap menjaga kebersihan kandang, membatasi lalu lintas ternak, serta segera melapor kepada petugas apabila menemukan gejala PMK pada hewan ternak mereka. 

“Kami juga memastikan pengawasan dan langkah penanganan akan terus diperkuat guna menjaga kesehatan ternak serta mendukung stabilitas sektor peternakan di Riau,” imbaunya.(sol)

 

Editor : Arif Oktafian
#ternak #pmk #pkh #mimi yuliani nazir