Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Jalur Lintas Riau–Sumbar Padat Lancar, Polri Antisipasi Pergeseran Puncak Arus Balik

Redaksi • Minggu, 28 Desember 2025 | 13:00 WIB
Personel Dishub Kampar bersama tim gabungan saat mengatur arus lalu lintas di Posko Nataru XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (27/12/2025).
Personel Dishub Kampar bersama tim gabungan saat mengatur arus lalu lintas di Posko Nataru XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Sabtu (27/12/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Volume kendaraan di jalur lintas Provinsi Riau menuju Sumatera Barat (Sumbar) maupun sebaliknya mengalami peningkatan signifikan pada Sabtu (27/12). Arus kendaraan pun terpantau padat lancar. Menanggapi kondisi tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau bersama instansi terkait melakukan pemantauan intensif guna mengurai titik-titik kepadatan. Meski mobilitas masyarakat lokal dan antardaerah meningkat di wilayah Riau, secara nasional petugas kepolisian tengah bersiap mengelola pergerakan jutaan kendaraan yang diprediksi akan terkonsentrasi pada pekan depan.

Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Taufiq Lukman, memimpin langsung peninjauan di sejumlah titik strategis, mulai dari Kota Pekanbaru hingga Tol Pekanbaru–XIII Koto Kampar. Pemantauan ini juga melibatkan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Riau serta pengecekan Pos Pengamanan Terpadu di wilayah Kampar.

​“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat, terutama di pusat perbelanjaan dan area publik. Puncak mobilisasi diperkirakan terjadi hari ini (kemarin, red) hingga besok (hari ini, red),” ujar Kombes Taufiq saat meninjau kondisi lapangan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, arus kendaraan dari arah Sumatera Barat menuju Pekanbaru tercatat mengalami lonjakan. Sebaliknya, arus dari Pekanbaru menuju Sumbar relatif lebih landai. Fenomena ini diduga dipengaruhi oleh faktor psikologis masyarakat yang masih waspada terhadap potensi bencana alam di wilayah Sumbar beberapa waktu lalu.

​Hal senada disampaikan oleh Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kampar, Edi Yusri. Ia mengonfirmasi bahwa meski terjadi lonjakan volume kendaraan di jalur utama penghubung kedua provinsi, situasi secara umum tetap terpantau ramai lancar.

​“Arus dari Riau menuju Sumbar masih mengalir baik tanpa kemacetan berarti. Sebagian masyarakat kemungkinan menunda perjalanan wisata akibat kondisi pascabencana di Sumbar,” jelas Edi.

​Untuk mengantisipasi kemacetan total, Polda Riau telah menyiagakan personel di berbagai titik rawan untuk melakukan pengaturan dan rekayasa lalu lintas. Di Pos Pengamanan Terpadu Polres Kampar sendiri, sebanyak 30 personel gabungan disiagakan selama 24 jam.

​Kombes Taufiq menegaskan bahwa fokus utama petugas adalah memberikan pelayanan prima agar arus tetap bergerak, meskipun terjadi perlambatan di beberapa titik pusat aktivitas seperti di sekitar Mal SKA dan Living World Pekanbaru.

​“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kondisi fisik dan mengutamakan keselamatan. Jika merasa lelah, silakan manfaatkan rest area atau pos pelayanan yang telah kami siapkan,” pungkasnya.

​Prediksi Puncak Arus Balik Nasional

​Di tingkat nasional, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho memprediksi puncak arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan bergeser dari rencana semula 2 Januari menjadi 4 Januari 2026. Pergeseran ini dipengaruhi oleh kebijakan work from anywhere (WFA) yang memungkinkan masyarakat menunda kepulangan ke Jakarta. Korlantas memproyeksikan sekitar 2,8 juta kendaraan akan bergerak kembali ke Jakarta, baik dari arah Trans Jawa maupun Sumatera.

​Guna mengantisipasi lonjakan tersebut, Korlantas Polri akan melakukan penebalan personel di lokasi-lokasi strategis serta menyiapkan skenario rekayasa lalu lintas. Skenario seperti contra flow dan one way akan diterapkan sesuai dengan kepadatan arus di jalan tol maupun jalur arteri. Pihak kepolisian berkomitmen mengelola seluruh pergerakan kendaraan agar tetap terkendali dan meminimalisir hambatan di titik-titik rawan kemacetan.

Truk Sumbu Tiga ke Atas Tidak Boleh Masuk Tol

Mobilitas kendaraan terus meningkat dalam libur Natal dan tahun baru (Nataru) ini. Berdasar data Korlantas Polri, sudah 49 persen dari 2,9 juta kendaraan meninggalkan Jakarta.

Sementara PT Jasa Marga menyebutkan, hingga Jumat (26/12) pukul 14.00, sebanyak 1,4 juta kendaraan keluar dari ibu kota. ’’Jika dibandingkan dengan 2024 (pada periode yang sama), sudah naik 3,5 persen. Kami perkirakan terus meningkat hingga 30 Desember nanti,’’ kata Direktur Utama PT Jasa Marga Rivan A Purwanto kemarin (27/12).

Sementara itu, jumlah penumpang angkutan umum sudah menyentuh 10.117.847 orang. Angka tersebut naik 4,85 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Mayoritas adalah pengguna kereta api, yakni 3.526.380 orang.

Untuk mengendalikan kepadatan lalu lintas, Polri bersama Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lain melakukan rekayasa. Salah satunya, membatasi kendaraan bersumbu tiga sesuai dengan SKB No KP-DRJD 6774/2025, 112/KPTS/Db/2025, dan Kep/268/XII/2025.

’’Truk sumbu tiga ke atas dilarang melintas di jalan tol mulai 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Tidak ada window time,’’ tambah Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan.

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan, personelnya siap menindak tegas sopir yang melanggar aturan tersebut. ’’Kami mementingkan keselamatan dan kemanusiaan bagi masyarakat yang melaksanakan Natal dan tahun baru serta yang melakukan perjalanan liburan,’’ ujarnya.

Pemerintah Dukung WFA

Dalam libur Nataru kali ini, pemerintah menggaungkan work from anywhere (WFA) sepanjang 29–31 Desember 2025. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, WFA sejalan dengan rangkaian stimulus ekonomi yang digulirkan pemerintah selama periode libur Nataru.

’’Berbagai program stimulus ekonomi sudah kami siapkan agar perputaran ekonomi tetap terjaga hingga awal Januari,’’ tegas Airlangga.

Dia melanjutkan, salah satu pengungkit ekonomi itu adalah program Belanja di Indonesia Aja yang diselenggarakan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo). Program tersebut berlaku di pusat-pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Ditargetkan, tercatat transaksi hingga Rp 30 triliun sepanjang pelaksanaan program itu sampai 4 Januari 2026. Jika digabung dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) dan program diskon lain, total belanja masyarakat hingga akhir tahun diproyeksikan mencapai Rp110 triliun.

’’Dengan diskon yang mencapai 50 persen, ditambah promo tambahan dan cashback, diharapkan konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi bisa terdorong,’’ kata Airlangga.

Risiko Sampah

Liburan Nataru memasuki puncak pada 31 Desember nanti. Merujuk pada tahun-tahun sebelumnya, pesta pergantian tahun itu kerap menyisakan timbunan sampah.

Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan, timbunan sampah tersebut menjadi ujian bagi tata kelola pemerintah daerah (pemda) setempat. Dia mendorong pemda yang sudah memiliki fasilitas refuse derived fuel (RDF) untuk memaksimalkan pemanfaatannya.

’’Dengan RDF, sampah tidak hanya jadi tumpukan, tetapi bisa diolah menjadi sumber energi,’’ ungkapnya.

Hanif menegaskan, setiap individu mempunyai andil dalam persoalan lingkungan. Khususnya terkait dengan masalah sampah. Dia menegaskan, Kementerian LH terus melakukan edukasi dan penegakan hukum. Tujuannya, mengejar target pengelolaan sampah hingga 52 persen tahun ini.

’’Sanksi tersebut diharapkan bisa memacu kepala daerah untuk memprioritaskan anggaran. Yaitu, untuk membangun teknologi pengelolaan sampah di wilayah masing-masing,’’ tegasnya.(nda/kom/ wan/lyn/dri jpg/muh)

 

Laporan​ Kamarudin, Afiat ANanda dan JPG, Bangkinang, Pekanbaru dan Jakarta

Editor : Bayu Saputra
#puncak arus balik #libur nataru #jalan lintas #Nataru 2025 2026 #jalan lintas riau sumbar