Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dorong Daerah Tetapkan Status Siaga Darurat Karhutla

Tim Redaksi • Jumat, 30 Januari 2026 | 15:52 WIB

AIDIL ADRI
AIDIL ADRI


PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau belum menetapkan Status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Pasalnya, dari 10 kabupaten/kota yang sudah terjadi karhutla, belum ada yang menetapkan status ini. Daerah pun didorong untuk menetapkan status tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, hingga saat ini karhutla masih bisa ditangani oleh kabupaten/kota. Namun pihaknya tetap mengimbau kepada daerah yang sudah terjadi karhutla agar menetapkan Status Siaga Karhutla jika terjadi kebakaran yang berpotensi meluas.

“Kita sudah mendorong kabupaten/kota yang berpotensi bencana karhutla agar segera mempertimbangkan membuat Status Siaga. Kita kan masih berstatus Bencana Hidrometeorologi hingga akhir bulan ini,” ujar Edy Afrizal, kemarin.

Dijelaskan Edy, pihaknya tetap berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) untuk prediksi-prediksi musim panas di wilayah Riau. Termasuk prediksi cuaca hujan dan potensi kapan mulai masuknya musim panas. “Beberapa hari ini kan ada panas dan sekarang masih ada hujan juga. Kita kan di Riau ini ada dua kali musim panas. Sekarang ini warming up dulu, nanti hujan di pertengahan tahun dan juga panas,” jelasnya.

Sementara untuk Status Siaga Bencana Hidrometeorologi, Edy menyampaikan akan berakhir pada 31 Januari secara otomatis. “Sekarang ini kita menunggu kalau ada daerah yang menetapkan Status Siaga Karhutla,” ungkapnya.

Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, terkait potensi karhutla yang mungkin terjadi saat ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Forkopimda Riau untuk bersama-sama melakukan upaya pencegahan.

Plt Gubri juga mengimbau untuk dapat menjaga lingkungan bersama-sama. Caranya yakni dengan tidak membuka lahan dengan cara membakar. Upaya-upaya pencegahan kjuga langsung dilakukan bersama. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga. Jangan membuka lahan dengan cara membakar,” ujar SF Hariyanto.

Baca Juga: Selesaikan Konflik Agraria, Review Perizinan

Masih Berupaya Padamkan Karhutla di Gaung
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) hingga kini masih berjibaku memadamkan karhutla di Kecamatan Gaung, Kamis (29/1). Sedikitnya dua titik karhutla terpantau aktif, masing-masing berada di wilayah Desa Simpang Gaung serta Dusun Siagas Jaya, Desa Belanta Raya.

Di Desa Simpang Gaung, kebakaran diperkirakan telah menghanguskan lahan seluas sekitar 8 hektare dan proses pemadaman telah memasuki hari keempat. Sementara itu, di Dusun Siagas Jaya, upaya pemadaman dilakukan di hari pertama, dengan luas lahan terbakar masih dalam tahap pendataan oleh petugas di lapangan.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Inhil R Arliansyah melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Ari Syuria mengatakan proses pemadaman dilakukan secara manual dengan mengandalkan mesin pompa air dan selang. “Petugas masih fokus melakukan pemadaman dan pendinginan agar api benar-benar padam dan tidak meluas,” ujarnya.

Namun demikian, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya akses menuju lokasi yang sulit, jarak sumber air yang cukup jauh, serta kondisi cuaca yang panas disertai angin, sehingga api berpotensi kembali menyala.

BPBD Inhil juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat kondisi cuaca saat ini masih rawan terjadinya karhutla. Masyarakat diminta segera melapor apabila melihat titik api. “Petugas di lapangan masih melakukan pemadaman. Semoga turun hujan sehingga api dengan cepat padam dan tidak merambat,” tutur mantan Kasubag Protokol ini.

Rohil Siapsiaga
Polisi meningkatkan kewaspadaan terkait potensi karhutla, khususnya di wilayah Rokan Hilir (Rohil). Ini memang beralasan, pasalnya hampir setiap tahun Rohil menjadi wilayah kabupaten yang rawan karhutla di Riau.

Menyikapi hal itu Polres Rohil menggelar apel kesiapsiagaan rencana penanggulangan karhutla sebagai langkah antisipasi di lapangan apel Polres Rohil, Kamis (29/1). Kapolres AKBP Isa Imam Syahroni menekankan cuaca di wilayah Rohil mulai memasuki musim panas sehingga potensi terjadinya karhutla semakin meningkat.

Oleh karena itu, diperlukan kesiapsiagaan seluruh personel serta sinergi lintas sektor guna mencegah dan menanggulangi karhutla sedini mungkin. “Tahun 2025 Kabupaten Rohil menjadi wilayah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak di Indonesia, dengan puncak kebakaran terjadi pada Juli dan Agustus. Hal ini menjadi perhatian serius bagi kita semua,” ujarnya.

Namun, Kapolres tak merincikan berapa kasus karhutla yang terjadi sepanjang tahun 2025 tersebut. Dalam apel tersebut turut dilakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung mengatasi karhutla. Kapolres juga menekankan pentingnya perawatan dan kesiapan seluruh peralatan agar dapat digunakan secara maksimal saat diperlukan.

Baca Juga: Penempatan Polri di Bawah Presiden Hadirkan Kemandirian

Titik Api di Pelalawan Padam
Sejumlah titik api yang membakar lahan di tiga lokasi di Pelalawan berhasil dipadamkan. “Saat ini, telah dilakukan proses pendinginan oleh tim gabungan menggunakan peralatan Damkar yang lengkap,” terang Kalaksa BPBD Pelalawan Zulfan, Kamis (29/1).

Diungkapkannya, tim gabungan juga cukup sulit memadamkan api akibat area karhutla yang tak dapat ditempuh menggunakan transportasi darat.

“Namun demikian, tim gabungan tetap terus bekerja dengan sekuat tenaga untuk memadamkan api. Salah satunya melakukan isolasi atau penyekatan api agar karhutla tidak meluas,” paparnya.

Dijelaskannya titik api di Kecamatan Pangkalankerinci tepatnya di daerah Tanjung Raya juga saat ini telah berhasil dipadamkan. “Sebenarnya sudah padam pada Selasa (27/1) sore lalu, tapi Rabu (28/1) sore api kembali naik. Sehingga tim gabungan langsung bekerja ekstra dan akhirnya berhasil memadamkan titik api.. Saat ini, tim gabungan difokuskan untuk melakukan pendinginan agar api tidak kembali muncul,’’ jelasnya.

“Di lokasi kebakaran masih mengeluarkan asap, mengingat lahan tersebut merupakan lahan gambut yang ditumbuhi semak belukar dan sawit milik masyarakat. Tapi, cuaca tampaknya mulai mendung pertanda hujan akan turun. Kita berharap keberkahan Allah ini bisa memadamkan total karhutla di Tanjung Raya ini,” ujarnya.

Ditambahkannya, kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Teluk Meranti. Di mana seluruh titik api telah berhasil dipadamkan tim gabungan. Operasi pemadaman telah berlangsung selama lima hari yang saat ini difokuskan pada proses pendinginan api. “Sedangkan dampak dari karhutla ini, setidaknya terdata luas lahan gambut yang terbakar sekitar 5 hektare,” bebernya.

Begitu juga di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti. Zulfan mengatakan juga telah berhasil dipadamkan. “Tim gabungan telah mendirikan sejumlah tenda di lokasi untuk bekerja maksimal melakukan pemadaman. Seluruh titik api telah berhasil dipadamkan sehingga difokuskan pada proses pendinginan,” tuturnya.

Baca Juga: Erna Yunita Ditunjuk sebagai Plh Kades Koto Tandun

Potensi Karhutla Masih
Tinggi di Bengkalis

Cuaca ekstrem dan panas berkepanjangan membuat ancaman karhutla masih tinggi di Kabupaten Bengkalis. Setelah lima kecamatan dilanda karhutla, namun ancaman api bakal muncul kembali sangat besar. “Ya, masih tinggi peluang kebakarannya,” ujar Kepala BPBD Bengkalis melalui Manajer Pusdalops-PB Erzansyah, Kamis (29/1).

‘’Karena saat ini belum ada turun hujan, petugas pemadam gabungan masih siaga di lapangan. Makanya kami mengharapkan agar masyarakat yang akan membuka lahan perkebunan dan pertanian tidak dilakukan dengan cara membakar.’’ Tambahnya.

Ia mengaku, sampai saat ini petugas pemadaman kebakaran masih siaga di lokasi kebakaran, khususnya pada titik kebakaran lahan merupakan lahan gambut yang sudah dipadamkan. Makanya, ini menjadi atensi BPBD Bengkalis untuk tetap waspada agar api tidak muncul kembali.

Erzan mengaku, pihaknya terus mengimbau kepada Tim Satgas Karhutla untuk selalu melakukan mitigasi di lahan yang mudah terbakar, atau di lahan yang menjadi langganan karhutla seperti di Kecamatan Rupat.

“Akhir tahun lalu sudah ada kebakaran juga di sana mencapai 93 hektare dan tahun ini memang baru mencapai 2,5 hektare. Namun potensi ini masih akan terjadi jika masyarakat tidak ikut waspada terhadap bahaya karhutla,” jelasnya.

Ia mengatakan, untuk kebakaran di Kecamatan Mandau mencapai 6 ha, dengan kondisi lahan yang terbakar adalah lahan gambut, maka dipastikan api akan muncul kembali. Jadi, pendinginan terus dilakukan dengan cara menggali lapisan gambut yang masih mengeluarkan asap. “Kalau tak seperti ini kita lakukan, maka potensi api bakal hidup kembali sangat besar,” jelasnya.

Kondisi Hidrometeorologi Aman

BPBD Kabupaten Kampar melaporkan kondisi hidrometeorologi di wilayah mereka masih dalam keadaan aman dan terkendali hingga Kamis (29/1). Tidak terdapat kejadian bencana yang dilaporkan. Kalaksa BPBD Kabupaten Kampar Azwan melalui Kepala Pusdalops PB Adi Candra Lukita menjelaskan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi cuaca di Kabupaten Kampar pada umumnya berawan.

“Data BMKG menunjukkan suhu udara berada pada kisaran 29 hingga 30 derajat Celsius dengan kelembapan udara sekitar 72 persen. Kecepatan angin tercatat 5 kilometer per jam dengan arah angin dari barat dan jarak pandang mencapai 9 kilometer,” jelasnya.

Baca Juga: MBG Tetap Jalan selama Ramadan

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di sebagian wilayah Kabupaten Kampar. Namun demikian, hingga laporan ini disampaikan, tidak ditemukan titik panas (hotspot) di wilayah tersebut. BPBD Kabupaten Kampar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi perubahan cuaca serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Tim BPBD juga terus melakukan pemantauan dan siap siaga guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.(sol/*2/amn/fad/ksm/kom/das)

Laporan TIM RIAU POS, Pekanbaru

Editor : Arif Oktafian
#karhutla #rohil #pemrov #status siaga darurat #bpbd