Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Korban Meninggal Dunia Jadi 995 Orang, Padang Terima Bantuan Luar Negeri

Redaksi • Sabtu, 13 Desember 2025 | 12:19 WIB
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
Abdul Muhari PhD, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tim SAR Gabungan menemukan lima jenazah korban bencana di Sumatera, Jumat (12/12). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pun memperbarui data korban meninggal dunia menjadi 995 orang.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, jumlah korban meninggal dunia paling banyak masih berasal dari Aceh dengan angka 411 korban, kemudian Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 343 orang, dan Sumatera Barat (Sumbar) sebanyak 241 orang.

Guna memastikan data tersebut benar-benar valid merupakan temuan jenazah korban terdampak bencana, BNPB melakukan verifikasi ulang by name by address. ”Perlu kami sampaikan bahwa saat ini di tingkat kecamatan sudah dilakukan verifikasi dan sinkronisasi ulang data menurut catatan sipil. Jadi, by name by address. Implikasinya nanti mungkin akan terjadi pengurangan,” jelasnya.

Abdul Muhari menyatakan, hal itu bisa terjadi karena cakupan area terdampak bencana sangat luas. Beberapa area pemakaman juga ada yang terdampak. Sehingga ada ditemukan jenazah dari pemakaman tersebut. Menurut dia, nantinya jenazah yang dipastikan berasal dari area pemakaman terdampak bencana akan dikeluarkan dari data korban meninggal dunia pasca bencana. Karena itu, pihaknya berharap tidak ada yang bingung bila nanti ada pengurangan jumlah korban.

”Kenapa bisa terjadi pengurangan, karena dari jasad yang ditemukan kita tahu bahwa cakupan luas daerah terdampak itu sangat besar dan juga di beberapa tempat itu berdampak di area pemakaman, di area pekuburan,” terang dia.

Berdasar informasi yang diterima oleh BNPB dari 3 kabupaten, sudah ada beberapa jenazah yang masuk dalam data korban meninggal dunia pasca bencana ternyata sudah wafat jauh hari sebelum bencana terjadi. Untuk itu, verifikasi by name by address terhadap setiap jenazah yang berhasil diidentifikasi harus dilakukan. Sehingga tidak ada tumpang tindih data dan nantinya semua korban yang dilaporkan hilang bisa ditemukan.

”Kami sudah menerima informasi dari 3 kabupaten bahwa ada jasad yang sebelumnya dihitung sebagai jasad yang ditemukan pasca bencana, ketika dikonfirmasi menurut catatan sipil by name by address yang saat ini dilakukan oleh kecamatan itu merupakan nama yang sudah meninggal sebelum terjadinya bencana,” jelasnya.

Menurut Abdul Muhari, proses verifikasi masih terus berjalan. Rencananya mulai Sabtu (13/12) hari ini, data hasil verifikasi itu akan disampaikan kepada publik dalam update informasi harian penanggulangan bencana di Sumatera. Sejauh ini, selain 995 korban meninggal dunia, masih tercatat ada 226 korban hilang di 3 provinsi tersebut. Upaya pencarian masih terus dilakukan meski sudah lebih dari 2 minggu operasi SAR berlangung.

Di sisi lain, pemerintah pusat boleh bersikeras tidak menjadikan bencana di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sebagai Bencana Nasional yang membuat bantuan luar negeri sulit masuk. Namun, pemerintah daerah terdampak memilih sebaliknya.

Setelah Pemerintah Aceh mempersilakan lima relawan Tiongkok membantu mencari jenazah yang masih tertimbun, Jumat (12/12) Pemerintah Kota Padang, Sumbar, menerima bantuan logistik dari Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) Shaima Al Hebsi di Kantor Camat Koto Tangah, Padang.

Al Hebsi menyampaikan bahwa masyarakat dan Pemerintah UEA turut merasakan duka mendalam atas musibah yang menimpa warga Kota Padang serta Provinsi Sumbar, Sumut, dan Aceh. Ia menambahkan bahwa pengiriman bantuan tersebut sekaligus menunjukkan hubungan erat antara Pemerintah Indonesia dan UEA.

“Melalui Palang Merah UEA, kami menyalurkan bantuan kepada korban bencana alam di Kota Padang. Kami juga akan melihat langkah berikutnya untuk meringankan beban masyarakat terdampak,” katanya, seperti dikutip dari Padang Ekspres (RPG), kemarin.

Sementara itu, Wali Kota Padang Fadly Amran berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah UEA. “Kami merasa terhormat atas perhatian dari Pemerintah UEA. Bantuan ini akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak. Alhamdulillah, Bapak Presiden Prabowo Subianto pun memberikan dukungan yang luar biasa,” ungkap Fadly.

Di Medan, Sumut, anggota Komisi D DPRD Sumut Mangapul Purba menyoroti minimnya ketersediaan alat berat untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di sejumlah daerah di Sumut. “Jumlah alat dari PUPR Sumut, saya yakin tidak mencukupi,” ujar Mangapul saat memberikan keterangannya kepada Sumut Pos (RPG), kemarin (12/12).

Mangapul mendorong Pemerintah Provinsi Sumut untuk mengambil langkah strategis, termasuk menambah jumlah alat berat melalui berbagai skema. Menurutnya, alternatif seperti menyewa alat, menerima dukungan donasi, atau opsi teknis lainnya harus segera dipertimbangkan agar penanganan bencana tidak terhambat.

Tenda Oranye–Putih

Di Aceh Tamiang, sejak Rabu (10/12) atau dua hari sebelum kedatangan Presiden Prabowo Subianto kemarin, tenda-tenda Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendominasi di berbagai sudut jalan dan sejumlah desa. Padahal, sampai Selasa (9/12), yang mencolok adalah tenda-tenda darurat yang mayoritas didirikan sendiri oleh warga.

Misalnya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pantauan Rakyat Aceh pada Selasa (9/12), terpal dan kayu sisa banjir menjadi bahan utama pembuatan tenda darurat warga. Namun, situasi tersebut berubah sejak Rabu (10/12).

Tenda berwarna oranye dan putih bertuliskan BNPB mulai terlihat di berbagai titik. Pemasangan itu dilakukan dua pekan setelah banjir melanda kawasan tersebut.

Chandra, warga Desa Tanjung Karang, mengatakan bahwa warga sebelumnya hanya mengandalkan tenda seadanya. “Dari Kamis (11/12) sampai hari ini (12/12), sudah banyak tenda itu terpasang. Sebelumnya warga buat sendiri tenda,” ujarnya.

BNPB membantah pemasangan tenda dikaitkan dengan agenda kunjungan Presiden. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan bahwa distribusi logistik baru berjalan maksimal setelah akses Medan–Aceh Tamiang terbuka pada 6 Desember 2025.

Dalam sepekan terakhir, lanjutnya, BNPB telah mengirim 30 tenda pleton (TP) dan 1.000 tenda keluarga (TK). Dari jumlah itu, 8 TP dan 664 TK sudah berdiri sejak 9 Desember. “Pembangunan tenda dilakukan siang dan malam. Narasi bahwa ini untuk kunjungan Presiden tidak benar,” kata Abdul Muhari.

Tidak Punya “Tongkat Musa”

Seusai lawatan ke Pakistan dan Rusia, Presiden Prabowo Subianto kembali mengunjungi kawasan bencana Sumatera. Kemarin (12/12), ada beberapa titik yang dikunjunginya. Dalam kunjungan ke Posko Pengungsian Jembatan Aceh Tamiang, ia sempat meminta maaf jika ada yang kurang maksimal dalam penanganan pascabencana.

“Saya meminta maaf. Presiden Indonesia tidak punya tongkat (Nabi) Musa, tapi kita akan bekerja keras mengatasi dan membantu saudara-saudara,” katanya.

Soal listrik, misalnya, Prabowo menyadari bahwa listrik di wilayah itu belum menyala dengan baik. Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadia pada rapat terbatas yang diselenggarakan pada Senin lalu (8/12) menyatakan bahwa 97 persen listrik di Aceh menyala. Namun, nyatanya banyak daerah yang masih gelap. “Keadaannya sulit, jadi kita atasi bersama,” ujarnya.

Prabowo juga mengunjungi lokasi pengungsian di SMP Negeri 2 Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Di hadapan ribuan pengungsi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kedatangannya bukan sekadar seremoni, melainkan untuk melihat sendiri kondisi lapangan yang sesungguhnya.

Ia memastikan seluruh fasilitas vital yang rusak akan dipulihkan. “Semua jembatan yang rusak akan kita bangun. Jalan-jalan yang longsor akan kita tembus. Listrik akan kita hidupkan kembali. Segala kekurangan akan kita atasi bersama,” katanya.(hrs/fir/uri/lyn/wan/ttg/jpg)

Editor : Bayu Saputra
#bnpb #banjir sumut #banjir aceh #bencana Sumatera #banjir sumbar #Data Korban meninggal dunia