BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Selama sepekan hari raya Idulftri 1446 Hijriyah, sejumlah bahan pokok di Kabupaten Bengkalis mengalami kenaikan yang signifikan, khususnya di pasar tradisional Pasar Terubuk Bengkalis.
Terpantau harga mengalami kenaikan, seperti cabai rawit mencapai Rp80 ribu per kilogram (Kg).
Dari pantauan di lapangan, pasolan barang dari luar Pulau Bengkalis berjalan lancar, kendati di tengah ramainya jumlah pemudik pada arus balik Hari Raya Idulftri di penyeberangan Ro-Ro Air Putih Bengkalis.
Setelah harga cabai rawit yang meroket, disusul harga cabai merah keriting Bukittinggi mencapai Rp65 per kg, bawang merah Rp45 ribu per kg, bawang putih Rp42 ribu per kg.
Kentang Rp20 ribu per kg, wartel Rp20 ribu per kg, tomat Rp20 ribu per kg, jahe Rp35 ribu per kg, ayam potong Rp30 ribu per kg, daging kambing Rp150 ribu per kg, daging sapi Rp160 ribu per kg.
Sedangkan harga sejumlah ikan juga mengalami kenaikan, ditambah pasokkan ikan yang masih minim, sehingga pada pukul 09.00 WIB jumlah iklan lebih sedikit dari jumlah pembeli, sehingga membuat harga lebih mahan.
Seperti ikan tenggiri basah Rp85 per kg, ikan debok Rp65 ribu per kg, ikan talang Rp30 ribu per kg, ikan malong Rp55 ribu per kg, ikan selar Rp35 ribu per kg yang sebelumnya hanya Rp25 ribu per kg.
"Ya, ikan masih kosong. Makanya harga agak naik, karena ikan ini dipasok dari luar yakni medan dan Sumbar. Sedangkan ikan lokal kita hanya sedikit yang masik," ucap Yandi, salah seorang pedagang di Pasar Terubuk bengkalis, Ahad (6/4/2025).
Ia menyebutkan, selama hari raya Idulfitri memang jumlah ikan yang masuk ke pasar tradisional Pasar Terubuk sangat terbatas. Ini disebabkan oleh nelayan yang masih melaksanakan hari raya bersama keluarga mereka.
Sedangkan pasokan bahan pangan lain di Pasar Terubuk Bengkalis diakui pedagang, bahwa sepekan lebaran ini jumlah bahan pangan yang masuk ke pasar sangat terbatas. Hanya cabai asal sumbar saja yang masuk ke pasar, sedangkan cabai lain tidak ada.
"Ya, makanya mau tahu mau harganya naik. Karena jenis cabai lain juga tidak masuk dan kita menjual sesuai harga pasaran yang kita ambil dari pemasuk asal sumber dan menaikkan sedikit dari harga sebelumnya," ujar Ani, pedagang sayuran di Pasar Terubuk.
Baca Juga: Menang Tour Berangkatkan Jemaah Bengkulu dan Riau
Ia mengaku, mendapat stok barang sangat sedikit. Karena harus berbagai dengan peragang lain, baik yang ada di pasar terubuk maupun di luar pasar terubuk. Seperti ke arah desa-desa yang ada di Pulau Bengkalis.
"Ya ini juga karena pemberlakukan sistem antrean di Ro-Ro Air Putih Bengkalis. Ini membuat mobil yang membawa barang pangan tertahan saat akan kembali ke daerahnya," ujarnya.
Terhadap kondisi itu, Kepala Dinas Pedagangan dan Perindustrian (Kadisdagrin) Bengkalis Zulfan ST menyebutkan, selama hari raya Idulfitri pasokan barang kebutuhan pokok di pulau Bengkalis terpantau lancar.
Kenaikan harga ini disebabkan jumlah pasokan barang sedikit, sedangkan kebutuhan masyarakat meningkat.
"Ya, secara umum harganya masih stabil. Hanya ada beberapa jenis barang pangan yang mengalami kenaikan. Sedangkan yang lain masih normal, seperti sayuran, cabai dan barang lain yakni semua jenis beras masih stabil," ujarnya.
Laporan Abu Kasim (Bengkalis)
Editor : M. Erizal