TEMBILAHAN(RIAUPOS.CO) - Persoalan genangan air yang kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Tembilahan disebut dipicu oleh tumpukan sampah dan saluran drainase yang tersumbat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Pemerintah Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).
Camat Tembilahan, Ari Syuria, turun langsung meninjau kondisi parit dan aliran sungai di sejumlah titik strategis, khususnya kawasan Parit 12, 13, 14 dan 15 yang selama ini rawan mengalami genangan air.
Dalam peninjauan tersebut, Ari Syuria mengajak masyarakat lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dengan menjaga parit dan sungai serta tidak lagi membuang sampah sembarangan.
Baca Juga: Menumpuk di TPA, Pemkab Inhu Siapkan Langkah Strategis Penanganan Sampah
Menurutnya, selain sampah, keberadaan bangunan yang menutup saluran air juga menjadi penyebab terganggunya sistem drainase di Kota Tembilahan.
"Pemerintah daerah melakukan langkah normalisasi secara teknis, namun keberlanjutannya ada di tangan kita semua. Tembilahan milik kita bersama. Saya mengajak seluruh warga menghidupkan kembali gotong royong merawat sungai dan parit,"tegasnya, Senin (11/5/2026).
Ia menilai, apabila masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak mendirikan bangunan di atas parit, maka aliran air akan lebih lancar dan potensi genangan dapat diminimalkan.
Baca Juga: BPBD Kampar: Kondisi Hidrometeorologi Masih Aman, Warga Diminta Waspadai Potensi Hujan Lebat
Peninjauan lapangan dilakukan bersama jajaran Dinas PUPRPKPP Kabupaten Indragiri Hilir yang diwakili Kabid Sumber Daya Air (SDA), Apri Ramadhan, guna melihat langsung kondisi saluran air di wilayah Tembilahan.
Kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut atas perhatian Bupati dan Wakil Bupati Inhil dalam merespons keluhan masyarakat terkait buruknya sistem drainase serta perlunya penataan kanal secara menyeluruh.
Dalam program teknis yang disiapkan pemerintah daerah, penataan aliran air dilakukan melalui operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi, rehabilitasi serta normalisasi kanal pada sejumlah titik krusial, termasuk Parit 12, Parit 14 dan Parit 15. Sementara di wilayah Parit 13 dilakukan optimalisasi irigasi rawa.
Baca Juga: Ratusan Umat Muslim Pengingat Perjuangan Ulama Penyebar Islam di Mandau
Kabid SDA Dinas PUPRPKPP Inhil, Apri Ramadhan, mengatakan upaya normalisasi tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat menjaga kebersihan lingkungan.
Menurutnya, parit bukan sekadar bagian dari estetika kota, tetapi merupakan jalur utama drainase yang menentukan lancar atau tidaknya sistem pembuangan air di kawasan perkotaan.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pembangunan infrastruktur dan kesadaran masyarakat melalui budaya gotong royong dapat menjadi solusi untuk mengatasi persoalan genangan di Kota Tembilahan.(*2)
Editor : Edwar Yaman