TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Faiza Alya Hefyan, bocah 11 tahun anak pasangan Hevi H Antoni dan Lisna Yanti SAg yang sekolah di bangku kelas V SD 001 Simandolak Kecamatan Benai ini tak menyangka, jadi orang pertama yang menyambut kedatangan Wapres RI, Gibran Rakabuming Raka dan istrinya, Selvi Ananda Putri, Rabu (20/8/2025).
Dengan berani Faiza melambaikan tangan, seraya menyapa Wapres Gibran yang baru turun dari mobil Alphard warna putih. Meski dengan pengawalan ketat dari Paspampres dan aparat keamanan lainnya, tak menyurutkan niat Faiza untuk berjabat tangan sekaligus minta foto bersama Wapres Gibran.
Dengan senyum yang ramah, Wapres Gibran justru lebih dahulu menyambangi Faiza yang berdiri tak jauh dari pintu masuk Tribun Start Pacu Jalur.
Setelah beberapa detik bersalaman dan melayani swafoto dengan Faiza, yang mengenakan pakaian khas Kuansing, Takuluak Barembai, akhirnya Wapres Gibran bersama Menpora Dito Ariotedjo, Menteri Parekraf Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Gubernur Riau Abdul Wahid, dan Bupati Kuansing, Dr H Suhardiman Amby, melepas Pacu Jalur tahun 2025 di Tepian Narosa Telukkuantan.
Kepada media, Faiza didampingi kedua orang tuanya, mengaku bangga bisa bersalaman dan foto bersama Wapres dan menteri.
"Mungkin ini mustahil, orang berjabat tangan dengan Presiden dan Wapres atau Menteri harus berprestasi dan ke Istana Negara. Tapi saya, mendapatkan kesempatan di antara berjuta yang hadir, di momen pacu jalur," ujar Faiza.
"Alhamdulillah. Dan ini tentu berkat bimbingan Bapak dan Mama saya, akunya polos. Mudah-mudahan berikutnya, saya ketemu lewat momen yang lain," kata anak perempuan ini.
Sementara orang tua Faiza, Hevi H Antoni menjelaskan jika ini murni talenta dan keberanian anaknya.
"Selain itu, tentu sudah garisan Allah bahwa anak kami bisa mendapatkan kesempatan berharga, di antara banyak orang," ujar Hevi singkat.
Dari pantauan Riaupos.co di lapangan, memang, tidak semua orang mendekati, apalagi bersalaman dengan Wapres Gibran Rakabuming Raka saat sampai di Bumi Pacu Jalur.
Banyak masyarakat Kuansing dan penonton yang berebut dan mendekati sang Wapres untuk bisa bersalaman. Tetapi selalu gagal. Kesempatan itu bisa hanya ketika Wapres bersama istri mendekati untuk bersalaman. Pagar betis pengamanan Paspampres dan aparat keamanan lainnya, membuat penonton sulit untuk mendekati.(dac)
Editor : Edwar Yaman