Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Operasi Peredaran Uang Palsu di UIN Alauddin Makassar Dimulai sejak 14 Tahun Silam, Begini Ceritanya

Redaksi • Jumat, 20 Desember 2024 | 16:56 WIB

Mesin cetak uang palsu yang ditemukan polisi di salah satu ruangan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.
Mesin cetak uang palsu yang ditemukan polisi di salah satu ruangan di Gedung Perpustakaan UIN Alauddin Makassar.

MAKASSAR (RIAUPOS.CO) - Produksi uang palsu di dalam areal kampus UIN Alauddin Makassar yang terungkap bikin geleng-geleng kepala. Bahkan, dari pengembangan kasusnya, diketahui bahwa operasi peredaran uang palsu ini sudah dimulai sejak 14 tahun silam.

Hal ini berdasar hasil interogasi para tersangka, diperoleh informasi bahwa pembuatan dan peredaran upal itu dimulai 14 tahun lalu.

"Timeline pembuatan dan peredaran uang palsu ini dilakukan sejak 2 Juni 2010," kata Kapolda Sulsel Irjen Yudhiawan Wibisono di Mapolres Gowa, Kamis (19/12/2024).

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua Pengedar Uang Palsu

Waktu itu, pencetakan upal belum menggunakan mesin yang sekarang. Lokasi pencetakan berada di rumah tersangka S, Jalan Sunu 3, Makassar.

Awalnya aksi sindikat tersebut berjalan lancar. Proses cetak dan edar upal itu berlanjut hingga 2012. Bahkan, seorang pelaku berencana maju pilwali Makassar dengan modal upal tersebut.

Namun, pencalonannya gagal karena tidak mendapat rekomendasi partai politik. Setelah itu, pencetakan upal disebut berhenti. Namun, beberapa tersangka ternyata tidak diam.

Baca Juga: Gandeng BI, Polda Riau Bakal Perketat Pengawasan Uang Palsu Jelang Hari Pencoblosan Pilkada

Mereka mencari mesin yang lebih canggih.

Pada Juni–Juli 2022, beberapa pelaku kembali bertemu. Mereka sepakat untuk melanjutkan proses produksi upal yang pernah sukses 14 tahun lalu. Kali ini, mereka sepakat membeli mesin buatan Tiongkok. Mesin itu dibeli dari sebuah toko di Surabaya.

"Pada Oktober 2022 mereka sudah membeli alat cetak dan memesan kertasnya," urai Yudhiawan.

Baca Juga: Sempat Top Up dan Beli Narkoba, Polres Inhu Amankan Empat Tersangka Kasus Uang Palsu

 

Proses produksi upal dengan mesin baru akhirnya dimulai pada Mei 2024. Upal itu lantas ditawarkan secara tertutup di beberapa grup WA kalangan sendiri.

Agar proses pencetakan berjalan aman, para pelaku sepakat memindah mesin cetak upal. Mesin yang semula berada di rumah tersangka S di Jalan Sunu akhirnya diboyong ke gedung perpustakaan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) di Jalan Yasin Limpo.

Baca Juga: Peredaran Uang Palsu Rp22 M Berhasil Digagalkan, Dijual Rp5,5 M ke Pemesan dan Disebar saat Iduladha

Polisi menyebut rumah di Jalan Sunu itu sebagai TKP (tempat kejadian perkara) 1, sedangkan TKP 2 adalah perpustakaan UINAM.

"Kertas, tinta, dan bahan baku uang palsu itu diimpor dari China (Tiongkok, Red)," jelas Yudhiawan.

Sumber: Jawapos.com/Fajar.co/RPG

Editor : RP Eka Gusmadi Putra
#uang palsu #upal di makassar #UIN Alauddin Makassar #peredaran uang palsu di kampus uin makassar #mesin uang palsu