RIAUPOS.CO - Sejumlah makanan bisa memicu sakit maag dan apabila maag kambuh sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Banyak orang yang kadang mengabaikan makanan yang dapat memperburuk gejala sakit maag. Gejala yang dirasakan umumnya berupa rasa nyeri dan terbakar di bagian bawah dada yang kadang menyebar sampai ke mulut.
Sejumlah penderita yang mengalami sakit maag juga merasakan rasa asam yang muncul di mulut mereka.
Jenis makanan tertentu dapat memperburuk atau bahkan memicu gejala maag semakin parah, seperti dilansir dari Healthline.
Apa saja makanan yang bisa mengakibatkan sakit maag? Simak berikut ini agar bisa dihindari sehingga tidak semakin parah.
1. Makanan pedas
Makanan pedas sering dianggap sebagai pemicu mulas, walaupun bagaimana tepatnya hal ini berkontribusi pada sakit maag masih belum sepenuhnya dipahami.
Sebuah penelitian pada penderita GERD menunjukkan bahwa kapsul cabai mampu meningkatkan relaksasi lambung yang kemudian dapat memperburuk refluks asam dan memicu mulas.
Studi tersebut menunjukkan bahwa konsumsi cabai bisa meningkatkan sensasi terbakar dan memperburuk gejala mulas, lebih parah dibandingkan dengan plasebo.
Penelitian lain pada 4.633 orang dewasa di Iran menemukan bahwa pria yang makan makanan pedas lebih sering mengalami sakit maag, walau temuan ini tidak berlaku pada wanita. Makanan pedas juga mampu mengiritasi kerongkongan yang meradang dan memperburuk gejala.
2. Makanan tinggi lemak
Makanan berlemak tinggi, seperti kentang goreng dan pizza, mampu memperburuk sakit maag, terutama pada penderita gerd.
Walau peneliti masih meneliti hubungan antara lemak dan gejala gerd, diketahui bahwa makanan berlemak dapat memicu pelepasan zat yang mengiritasi kerongkongan, seperti garam empedu dan hormon kolesistokinin (CCK). Kondisi ini bisa melemahkan LES dan memicu refluks asam.
Sebuah studi pada penderita GERD memperlihatkan bahwa lebih dari setengah dari 85 peserta melaporkan gejala mulas usai makan makanan digoreng atau berlemak.
Menariknya, setelah menghindari makanan pemicu selama dua minggu, keluhan sakit maag menurun signifikan, dari 93 persen menjadi 44 persen. Meski penelitian terus berlanjut, makanan yang digoreng dan berminyak tampaknya menjadi pemicu utama yang harus dihindari.
3. Kopi dan minuman berkafein
Beberapa orang mungkin merasakan sakit maag usai minum kopi atau minuman berkafein lainnya. Kafein dapat mengendurkan sfingter esofagus bagian bawah, meningkatkan risiko refluks asam dan mulas.
Selain itu, kopi juga mampu merangsang produksi asam lambung yang bisa memperburuk gejala maag. Sayangnya, tidak semua penelitian menemukan hubungan langsung antara kopi dan gejala refluks asam.
Salah satu studi yang melibatkan 1.837 orang, termasuk 25 persen penderita gerd tidak menemukan kaitan signifikan antara konsumsi kopi dan gejala gerd.
Walaupun hasilnya masih bervariasi, jika kopi tidak memicu masalah bagimu, maka tak perlu khawatir. Tetapi, apabila kopi memperburuk refluks atau mulas, sebaiknya batasi atau hindari konsumsi kopi.
4. Bawang bombay
Jenis bawang yang satu ini terutama yang mentah sering menjadi pemicu sakit maag, terutama bagi penderita gerd.
Memang tidak sepenuhnya jelas penyebabnya, namun banyak yang melaporkan rasa mulas setelah mengonsumsinya.
Sebuah studi pada 1990-an menemukan bahwa makan hamburger dengan bawang bombay memperburuk gejala sakit maag dibandingkan tanpa bawang.
Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan demi memastikan apakah semua penderita sakit maag perlu menghindarinya.
Selain itu, bawang bombay mengandung FODMAP, karbohidrat yang susah dicerna tubuh dan dapat memperburuk masalah pencernaan bagi yang sensitif.
5. Daun mint
Mint seperti peppermint dan spearmint sering dipercaya dapat membantu meredakan masalah pencernaan. Tetapi, ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa jenis mint ini justru bisa memicu sakit maag.
Misalnya, pappermint yang dapat menurunkan tekanan pada LES (Lower Esophageal Sphincter), di mana ini berfungsi mencegah asam naik ke kerongkongan, sehingga meningkatkan risiko mulas.
Mint memang bisa memicu gejala GERD, efeknya tampaknya hanya mempengaruhi sebagian kecil penderita.
Apabila Anda merasa sakit maag semakin parah setelah mengonsumsi produk berbahan dasar mint, mungkin ada baiknya mengurangi atau menghindarinya dalam menu makanan dan melihat apakah kondisi Anda membaik.
6. Jus jeruk
Jus jeruk, meski menyegarkan, mampu memicu gejala sakit maag bagi sebagian orang, seperti rasa mulas yang umum pada gerd.
Penyebab pastinya belum sepenuhnya jelas, tetapi kandungan asam pada jus jeruk diduga dapat merangsang produksi asam lambung berlebih, sehingga mengiritasi kerongkongan.
Bagi penderita gerd, jus jeruk sering dihindari untuk mencegah gejala semakin parah. Jika kamu sering mengalami sakit maag, mengurangi atau menghindari jus jeruk bisa membantu meredakan gejala.
7. Soda dan minuman berkarbonasi
Banyak orang mengalami mulas setelah minum soda atau minuman berkarbonasi. Penelitian menyatakan bahwa minuman ini mampu mengendurkan sfingter esofagus dan menambah keasaman asam lambung yang meningkatkan risiko sakit maag.
Minuman ringan bahkan diketahui sebagai pemicu utama sakit maag di malam hari yang disebut sakit maag nokturnal.
Beberapa studi menghubungkan konsumsi soda dengan gejala gerd yang memburuk. Sebagai contoh, satu penelitian menemukan bahwa orang yang minum minuman berkarbonasi punya risiko 69 persen lebih tinggi mengalami refluks asam.
Bila Anda merasa sakit maag muncul setelah minum soda, maka coba batasi atau hindari minuman berkarbonasi untuk meredakan gejala.
8. Cokelat
Cokelat sering menjadi camilan favorit, namun sayangnya, ini juga dapat menjadi pemicu umum bagi penderita sakit maag.
Kandungan kakao dan kafein dalam cokelat mampu menimbulkan Lower Esophageal Sphincter (LES) mengendur, yang memungkinkan asam lambung naik ke kerongkongan dan mengakibatkan iritasi.
Banyak orang melaporkan gejala sakit maag setelah makan cokelat, sebab kandungan cokelat dapat menurunkan tekanan LES dan memperburuk refluks asam.
Tetapi, belum jelas apakah menghilangkan cokelat dari diet bisa benar-benar meredakan gejala sakit maag. Jika cokelat memperburuk kondisi Anda, maka cobalah menguranginya guna melihat apakah gejala yang Anda rasakan membaik.
Editor : M. Erizal