Detak jantung tidak beraturan bisa jadi tanda adanya atrial fibrilasi, gangguan irama jantung yang paling sering ditemukan pada masyarakat. Kondisi ini meningkatkan risiko stroke, gagal jantung, hingga komplikasi pembuluh darah serius.
Menurut dr Yudhistira Kurnia SpJP (K), FIHA, dokter spesialis jantung di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru, atrial fibrilasi sering kali tidak menimbulkan gejala pada awalnya sehingga sulit terdeteksi. Padahal, deteksi dini sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Pada kondisi normal, jantung berdetak secara teratur akibat sinyal listrik yang stabil. Hal ini membuat kontraksi otot jantung bekerja efektif. Namun, pada atrial fibrilasi, sinyal listrik dari atrium jantung terganggu, sehingga jantung berdetak tidak teratur dan kadang terlalu cepat. Akibatnya, aliran darah tidak maksimal dan berisiko menyebabkan bekuan darah.
dr Yudhistira menjelaskan bahwa atrial fibrilasi biasanya dipicu oleh pembesaran atrium jantung. Faktor risiko yang perlu diperhatikan antara lain:
- Tekanan darah tinggi (hipertensi)
- Penyakit jantung koroner
- Kelainan katup jantung
- Obesitas dan diabetes
- Konsumsi alkohol berlebihan
- Riwayat keluarga dengan kondisi serupa
Gejala Atrial Fibrilasi yang Harus Diwaspadai
Pada tahap awal, atrial fibrilasi sering tanpa gejala. Namun, seiring perkembangan, pasien bisa merasakan:
n Jantung berdebar (palpitasi)
n Mudah lelah walau aktivitas ringan
n Sesak napas
n Pusing atau bahkan pingsan
n Rasa tidak nyaman di dada
dr Yudhistira menekankan bahwa atrial fibrilasi meningkatkan risiko stroke hingga 5 kali lipat dan gagal jantung hingga 3 kali lipat.
Sekitar 15 persen penderita atrial fibrilasi tidak terdiagnosis. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting.
Metode MENARI (Meraba Nadi Sendiri)
1. Posisikan jari (telunjuk, tengah, manis) di pergelangan tangan sisi ibu jari.
2. Tekan perlahan hingga terasa denyut nadi.
3. Hitung denyutan selama 60 detik (normal: 60–100x/menit).
4. Amati irama nadi, teratur atau tidak.
Selain itu, teknologi smartwatch dengan sensor detak jantung juga bisa digunakan untuk deteksi awal irama jantung tidak teratur.
Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan bila:
n Denyut nadi lebih dari 100x/menit atau kurang dari 60x/menit disertai gejala.
n Irama nadi terasa tidak teratur.
Pemeriksaan lanjutan di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru meliputi:
n Elektrokardiografi (EKG)
n Holter Monitoring
Baca Juga: RS Awal Bros Group Hadirkan Layanan Pain Care Center untuk Penanganan Nyeri
Atrial fibrilasi merupakan gangguan irama jantung yang berbahaya karena meningkatkan risiko stroke dan gagal jantung. Deteksi dini sangat penting, terutama bagi individu dengan faktor risiko.
Menurut dr Yudhistira Kurnia, SpJP (K), FIHA, pemeriksaan sederhana seperti MENARI dapat membantu masyarakat mendeteksi atrial fibrilasi sejak dini. Bila ditemukan gejala, segera lakukan pemeriksaan di RS Awal Bros Sudirman Pekanbaru untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.***