TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Seorang remaja asal Desa Pulau Banjar Kari, Kecamatan Kuantan Tengah, AP (15) Senin (13/7), sekitar pukul 17.30 WIB, ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsoran tanah tebing.
Saat itu, AP sedang asyik mendulang emas di daerah Kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah. Saat tengah asyik mencari emas, tanah tebing di lokasi mendulang tiba-tiba longsor, dan menimbun AP.
“Lobang tempat tertimbunnya korban berdiameter sekitar 2 meter dengan kedalaman lubang sekitar 3 meter serta ketinggian tebing lebih kurang 7 meter,” ungkap Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana SH SIK MH, Selasa (14/7) kepada Riau Pos.
Baca Juga: Pacu Jalur 2026 Memerlukan Dana Rp6,6 Miliar
Kapolres Hidayat Perdana menjelaskan, di lokasi ditemukan peralatan dulang, satu buah ember, karpet dan cangkul. Setelah korban selesai dievakuasi, jajaran Polsek Kuantan Tengah menyarankan untuk dibawah ke RSUD agar dilakukan otopsi. Tetapi pihak keluarga menolak dan langsung membawa korban ke rumah duka.
Dari keterangan ibu korban, Susi, kalau AP sejak tamat sekolah SMP kesehariannya memang suka mencari emas dengan cara tradisional. Dia pun membenarkan kalau AP meninggal dunia karena tertimbun tanah akibat mencari emas secara manual dengan menggunakan dulang dan ember.
Baca Juga: Lagi, Polsek Cerenti Tertibkan 48 Rakit PETI di Lima Desa
Teman korban Abi (16) dan Alpin (18), kata Kapolres Hidayat Perdana, Senin (13/7) sekitar pukul 17.30 WIB, korban mengajak temannya Abi untuk pergi mencari emas, sampai di lokasi hari sudah mulai gelap. AP pu meminta kedua temannya itu mencari senter.
Pada saat Abi dan Alpin pergi mencari senter, rupanya korban sudah mulai mencari emas. Pada saat Abi dan Alpin kembali, mereka melihat tebing sudah longsor dan melihat korban sudah tertimbun.
Baca Juga: Kini UPT Pelayanan Pajak Hadir di MPP, Bisa Dimanfaatkan Masyarakat
Kemudian sekitar pukul 19.30 WIB, Abi pergi memberitahukan langsung kepada orang tua korban dan bersama keluarga korban, Abi kembali ke tempat korban tertimbun.
Sementara menurut Kepala Desa Pulau Banjar Kari Sudirman, AP baru tamat SMP. Korban akan dikebumikan oleh pihak keluarga besok (hari ini) di TPU Desa Pulau Godang Kari.
Sudirman pun membenarkan bahwa orang tua dari korban menolak untuk dilakukan otopsi dengan membuat surat pernyataan 0enolakan otopsi.
Kapolres Kuansing Hidayat Perdana dengan kejadian ini menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang terjadi.(dac)
Editor : Arif Oktafian