JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau saat ini fokus menggiring kawanan harimau Sumatera yang muncul di dekat permukiman warga di Desa Pulau Muda, Pelalawan baru-baru ini, untuk kembali ke kawasan hutan yang lebih aman.
Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, tim telah turun ke lokasi kemunculan satwa dilindungi itu. Laporan dari lapangan, memang ditemukan jejak dan tanda yang berasal dari seekor induk dan dua anak yang diperkirakan berumur 4-5 bulan.
‘’Kita menduga kuat, satwa tersebut merupakan satu kesatuan keluarga yang terdiri dari satu induk dan anakan masih berada dalam masa transisi penyapihan dan memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap induknya,’’ jelasnya, Selasa (20/1).
Supartono menegaskan, kemunculan tiga individu tersebut terdeteksi berada di perbatasan kawasan hutan yang merupakan bagian dari kantong pergerakan alami harimau Sumatera. Namun ia tidak menampik lokasi itu juga dekat dengan permukiman.
‘’Hasil cek lokasi, memang kemunculannya berjarak cukup dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter,’’ ujar Supartono, Selasa (20/1). ‘’Fokus utama tim saat ini mengupayakan kawanan harimau tersebut bergerak kembali menjauh dari pemukiman dan masuk ke dalam kawasan hutan yang lebih aman,’’ sambungnya.
Mengingat kemunculan masih dalam kawasan pergerakan alami habitat, tim gabungan TNI-Polri bersama pihak perusahaan terus memantau secara intensif berkala. Tim ini menurutnya fokus pada penggiringan hewan terancam punah itu kembali ke pedalaman hutan.
Baca Juga: Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho Diundang ke Jepang Ikuti Workshop Pengelolaan Sampah
Selain itu, lanjut Supartono, tim gabungan juga melakukan sosialisasi. Mereka juga terus memberikan imbauan untuk tidak merekam dan menyebarluaskan video penemuan harimau Sumatera karena dikhawatirkan menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat dan menghindari informasi hoaks.
Supartono juga memastikan, tim akan terus berada di lokasi hingga situasi dipastikan kondusif dan pergerakan satwa telah menjauh dari zona aktivitas warga. Tim juga telah memasang kamera jebak untuk memantau pergerakan harimau tersebut.(das)
Laporan Hendrawan Kariman, Pekanbaru