JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Matthew Baker menunjukkan kesetiaannya pada Indonesia. Full-back kiri yang tampil apik pada Piala AFF U-16 2024 itu menolak panggilan Federasi Sepakbola Australia (FFA) untuk membela Timnas Australia U-17.
Sungguh berita yang mengejutkan bagi publik sepakbola di Australia dan Indonesia. Ini mengingat Matthew Baker sempat masuk dalam radar Brad Maloney, pelatih Timnas Australia U-17. Panggilan tersebut diharapkan bisa memperkuat skuad muda Australia dalam persiapan menuju turnamen besar mendatang. Namun, keputusan Baker untuk tetap setia kepada Indonesia membuat Socceroos harus mencari penggantinya.
Konfirmasi penolakan Baker diumumkan oleh FFA melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Sabtu (3/8). Dalam pernyataan tersebut, mereka menyatakan bahwa pemain muda berbakat dari Melbourne City U-18 ini telah menolak panggilan untuk bergabung dengan tim.
"Matthew Baker (Melbourne City) menolak panggilan skuad dan langsung diganti Logan Sambrook. Dia dipanggil karena tampil bagus saat bermain di National Youth Championships Boys’ Tournament di Wollongong," tulis pernyataan resmi FFA yang dikutip dari Socceroos.
Logan Sambrook, pemain dari klub North Coast Football, akhirnya dipilih sebagai pengganti Matthew Baker. Sambrook sendiri telah menunjukkan performa impresif di turnamen National Youth Championships Boys’ Tournament, sehingga dia dianggap layak mendapatkan kesempatan untuk membela Timnas Australia U-17.
Namun, kehilangan Matthew Baker tetap menjadi pukulan bagi Australia, terutama karena dia dianggap sebagai salah satu talenta muda yang menjanjikan di sepakbola Negeri Kanguru tersebut.
Kabar penolakan Baker ini mengejutkan banyak pihak, terutama pencinta sepakbola Indonesia. Sebelumnya, pada Rabu, 31 Juli 2024 pagi WIB, berita tentang pemanggilan Baker ke Timnas Australia U-17 sempat membuat gempar.
Pemain yang tampil apik sebagai full-back kiri di Piala AFF U-16 2024 ini dipanggil untuk memperkuat skuad Australia di bawah asuhan Brad Maloney. Namun, spekulasi bahwa Baker mungkin akan membelot ke Australia langsung mengundang kekhawatiran di kalangan fans Indonesia.
Namun, Baker menunjukkan komitmen yang kuat terhadap Indonesia dengan cara yang sangat brilian. Tak lama setelah kabar pemanggilan tersebut beredar, Baker mengunggah foto di akun Instagram pribadinya, @mat_baker09, yang memperlihatkan dirinya membentangkan bendera Merah Putih.
Foto tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Baker tidak akan membelot ke Australia dan tetap setia membela Indonesia. Keputusan ini tentu saja disambut baik oleh publik dan para penggemar sepak bola di Indonesia.
Pada Rabu, 31 Juli 2024 sore WIB, PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia) juga mengonfirmasi bahwa Baker telah menolak panggilan dari Australia dan memilih untuk tetap membela Indonesia.
Arya Sinulingga, salah satu petinggi PSSI, dalam keterangannya mengungkapkan Baker akan bergabung dalam pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17. "Dia (Matthew Baker) akan tetap bergabung di TC kita pada tanggal 11 di Bali, sesuai dengan undangan kita," kata Arya.
Arya juga menambahkan PSSI telah berbicara dengan keluarga Baker dan mereka memastikan Matthew akan tetap bersama Indonesia. "Jadi, tadi PSSI sudah berbicara dengan keluarganya (Baker). Mereka komitmen tetap bersama kita," lanjut Arya.
Hal ini tentu saja menjadi angin segar bagi Timnas Indonesia U-17, yang tengah bersiap untuk menghadapi turnamen penting. Pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17 akan berlangsung di Bali pada 11 Agustus hingga 1 September 2024. Setelah itu, skuad akan melanjutkan latihan di Jakarta pada 1-15 September 2024.
Persiapan intensif ini dilakukan untuk mempersiapkan tim menghadapi laga Grup G Kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Timnas Indonesia U-17 akan berhadapan dengan tuan rumah Kuwait, Australia, dan Kepulauan Mariana Utara. Hanya juara grup yang diizinkan lolos ke putaran final Piala Asia U-17 2025, sehingga persiapan yang matang menjadi kunci sukses untuk tim Garuda Muda.
Keputusan Matthew Baker untuk tetap membela Indonesia adalah bukti kecintaan dan komitmennya terhadap Tanah Air. Di usia yang masih sangat muda, Baker telah menunjukkan kedewasaan dan keteguhan hati dalam memilih jalan yang diyakininya.
Meski tinggal dan berkarier di Australia, Baker tetap memilih untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia, negara asal orang tuanya. Pilihan ini tentu bukan tanpa risiko, mengingat dia bisa saja mendapatkan kesempatan yang lebih besar dengan bermain untuk Australia. Namun, kecintaan terhadap Merah Putih tampaknya menjadi alasan utama di balik keputusannya tersebut.
Kisah Matthew Baker ini juga menjadi cerminan dari semangat dan dedikasi para pemain muda Indonesia yang terus berjuang untuk mengharumkan nama bangsa. Dalam setiap turnamen, mereka tidak hanya bermain untuk diri sendiri, tetapi juga untuk seluruh rakyat Indonesia yang selalu mendukung mereka. Dukungan dan doa dari para pendukung tentu menjadi motivasi tambahan bagi Baker dan rekan-rekannya dalam menjalani setiap pertandingan.
Dengan tetap memilih Indonesia, Matthew Baker kini menjadi salah satu pemain yang diharapkan bisa memberikan kontribusi besar bagi Timnas U-17. Perjalanan panjang masih menanti, namun dengan kerja keras dan semangat yang ditunjukkan oleh para pemain muda seperti Baker, Indonesia memiliki harapan besar untuk meraih prestasi di ajang internasional. Tentu saja, kita semua berharap agar langkah ini menjadi awal yang baik bagi karier Matthew Baker di kancah sepak bola nasional dan internasional.
Kini, saatnya Timnas Indonesia U-17 fokus mempersiapkan diri dengan baik untuk kualifikasi Piala Asia U-17 2025. Dengan semangat juang yang tinggi dan persiapan yang matang, diharapkan tim ini mampu memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama bangsa di kancah sepak bola Asia. Mari kita dukung dan doakan yang terbaik bagi Timnas Indonesia U-17, termasuk Matthew Baker dalam perjuangan mereka menuju kejayaan.***
Editor : RP Edwar Yaman