PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Mantan killer putri Riau, Florensia Cristy, berhasil membawa tim sepaktakraw Kuala Lumpur, Malaysia, ke semifinal kejohanan (kejuaraan) sepaktakraw Piala Tun Ali, di Malaka, Jumat (6/11/2024). Dalam pertandingan akhir penyisihan Grup A, Kuala Lumpur berhasil mengalahkan tim putri Perak 2-1, yakni 15-13, 8-15, dan 15-11.
Piala Tun Ali adalah kejuaraan sepaktakraw tahunan yang cukup bergengsi di Malaysia. Kejuaraan ini diikuti seluruh negara bagian di Malaysia dan satu tim kepolisian Malaysia, yakni PDRM. Masing-masing tim boleh menggunakan satu pemain asing. Pertandingan sendiri digelar di GOR Bola Keranjang MBMB Bukit Serindit, Malaka. Kejuaraan ini berlangsung 2-8 Desember.
Kemenangan atas Perak membuat Kuala Lumpur menjadi runner-up Grup A di bawah Perak. Sementara PDRM yang di hari yang sama mengalahkan Sabah, harus puas di posisi ketiga, dan Sabah di posisi terakhir. Dalam klasemen akhir, Perak, Kuala Lumpur, dan PDRM mengantongi nilai sama, 4, hasil dari dua kemenangan. Namun Perak dan Kuala Lumpur memiliki hitungan poin lebih baik dari PDRM, dan lolos ke semifinal.
Lolosnya Kuala Lumpur sedikit berbau keberuntungan setelah PDRM menang tie break (perpanjangan set) 2-1 atas Sabah di waktu yang bersamaan saat Kuala Lumpur mengalahkan Perak. Jika PDRM menang 2-0, maka PDRM-lah yang ke semifinal. Di semifinal yang akan dimainkan Sabtu (7/12/2024) sore, Kuala Lumpur masih menunggu kepastian siapa yang menjadi juara Grup B, antara Perlis atau Selangor.
"Meski menang atas Perak, kami pasrah karena nasib kami ditentukan pertandingan antara PDRM melawan Sabab. Untungnya Sabah memaksakan tie break dan secara hitungan poin kami lebih unggul," kata Florensia saat dihubungi di Malaka, Sabtu (7/12).
Kondisi terjepit bagi Kuala Lumpur ini terjadi karena setelah menang 2-0 atas Sabah di pertandingan pertama, mereka kalah 1-2 dari PDRM. Saat melawan PDRM, tekong utama Kuala Lumpur yang juga pemain nasional Malaysia, Eva Natasha, tidak boleh bermain karena dia seorang polisi. Dalam aturan internal kepolisian Malaysia, seorang polisi tidak boleh bermain menghadapi kesatuannya sendiri dalam kejuaraan apa pun karena akan berbuah sanksi internal.
Pada bagian lain, PDRM hanya kalah 1-2 dari Perak, dan jika menang 2-0 atas tim paling lemah, Sabah, maka mereka akan lolos ke semifinal menemani Perak. Namun ternyata PDRM hanya menang 2-1. Grup A sendiri merupakan grup neraka karena diisi empat tim semifinalis Piala Tun Ali 2023.
"Semoga kami bisa lolos ke final dan juara," kata pemain memilih gantung sepatu setelah berhasil meraih perak dalam Asian Games Hangzhou 2023 tersebut.(hbk)
Editor : RP Edwar Yaman