PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Mahasiswa Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat Peminatan Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP) melaksanakan kunjungan lapangan ke Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Rabu (15/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Mata Kuliah Epidemiologi Penyakit Menular dan Penanggulangannya. Sebanyak 7 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.
Kunjungan ini bertujuan memberikan pengalaman belajar langsung mengenai implementasi Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM). Materi yang dipelajari meliputi sistem surveilans epidemiologi, deteksi dini, investigasi Kejadian Luar Biasa (KLB), hingga upaya pencegahan dan pengendalian penyakit menular di wilayah Kota Pekanbaru.
Dosen pengampu mata kuliah Dr Herlina Susmaneli SKM MKes menyampaikan kunjungan ini adalah bentuk pembelajaran berbasis pengalaman. ‘’Mahasiswa tidak hanya memahami teori epidemiologi, tetapi juga harus mampu menganalisis permasalahan kesehatan masyarakat dan memberikan rekomendasi berbasis data,’’ ujarnya.
Selama kegiatan, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi dari Ketua Tim Kerja P2PM Diskes Kota Pekanbaru, Ns Tengku Rika Armelia Rafli Skep MKes. Materi mencakup kebijakan Program P2PM, pelaksanaan surveilans epidemiologi, Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), mekanisme investigasi KLB, serta strategi pengendalian penyakit prioritas seperti Tuberkulosis, DBD, HIV/AIDS, malaria, dan hepatitis.
Selain pemaparan, mahasiswa juga melakukan observasi pelaksanaan program, berdiskusi dengan pengelola program, dan mempelajari sistem pencatatan serta pelaporan penyakit menular. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan dalam upaya pengendalian penyakit di daerah.
Melalui kegiatan ini diharapkan mahasiswa memiliki kompetensi menganalisis data epidemiologi, memahami pelaksanaan surveilans, mengevaluasi program pengendalian penyakit, serta menyusun rekomendasi berbasis bukti ilmiah. Kegiatan ini juga menjadi wujud sinergi antara dunia akademik dan Dinas Kesehatan dalam mencetak tenaga kesehatan masyarakat yang profesional dan adaptif.(nto/c)
Baca Juga: Cegah Bully, Kemenkun Riau Lakukan Penyuluhan Hukum di SMAN 5 Pekanbaru
Editor : Edwar Yaman